I Love You All

I Love You All
I Need You



Hening. Baik Yeong maupun Azriel tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali. Padahal waktu berangkat mereka malah meributkan sesuatu yang tidak penting.


Mungkin saja semua topik pembicaraan mereka berdua telah habis untuk satu sama lain. Didalam mobil mewah tersebut sangat sunyi, dan hanya terdengar suara musik.


Sama kuburan sunyi mana thor?–Yeong.


Hati gue lebih sunyi, tak ada yang menempati–Author.


Ye, malah curhat!–reader1


Cot!–reader2


Kok kamu jahat sama aku?–Author.


Golok mana golok?!–readers


Maap maap, baperan ye!–Author


Back to story


"Makasih ya udah bawa gue jalan jalan, makasih ya udah jadi mood booster gue, makasih juga udah traktir gue makan, makasih juga kemarin udah bantuin gue, maka-" ucapan Yeong terpotong.


"Udah belum makasihnya? Atau masih ada lagi? Pusing pala gue denger lu bazot mulu" protes Azriel.


"AAAAHHHHH" goda Yeong berteriak di samping telinga Azriel.


"Anjer! Kuping gue!" balas Azriel sambil memegang telinga sebelah kiri nya.


"Mangkanya jan kek gitu sama gue! Jelas jelas gue minta maafnya udah tulus! Eh malah di bilang bazot!" jawab Yeong sambil terkekeh.


"ya gak gitu juga kalik!" sambung Azriel sambil mamautkan bibirnya.


"Udah gak usah sok ngambek! Kek kodok lu!" cibir Yeong.


"Mboh mboh! Sak karepmu!" balas Azriel kesal.


"Udah udah jangan ngambek, gue minta maaf deh..." ucap Yeong sambil meniup pelan telinga Azriel.


Dih anjer, jantung gue pingin lari neh! Batin Azriel.


"Gimana? Udah enakkan?" tanya Yeong memastikan.


"Iy iya udah" balas Azriel sedikit gugup


"Lu kok ngeblush sih?" Tanya Yeong heran.


"Dih geer! Siapa juga yang ngeblush!" tolak Azriel.


"Serah deh serah!" balas Yeong kesal.


Perjalanan mereka berjalan muluzz hingga memasuki parkiran rumah sakit. Yeong dan Azriel bersiap siap untuk turun.


"Habis ini masuk kamar! Tidur! Udah siang!" titah Azriel kepada Yeong.


"Yoks!" ajak Azriel sambil menaruh tangannya di pundak sebelah kiri Yeong.


"Lepas anjer! Malu banyak yang ngelihat!" bisik Yeong sambil terus menghadap kebawah.


"Mereka lihat karena mereka syirik, gue mah yang diliatin fine fine aja" balas Azriel tak menghiraukan.


"Lu mah gak punya urat malu!" celetuk Yeong sambil berusaha melepaskan tangan Azriel.


"Bazot qamu mbk" balas Azriel sambil melepaskan tanganya dari pundak Yeong.


Tapi tak lama tanga Azriel mulai mencengkram jemari jemari tangan Yeong dengan eratnya.


"Tangan lu gak bisa diem ya?!" sewot Yeong.


"Gak bisa, kenapa emang? Masalah buat lo? Kan ini tangan gue" balas Azriel.


"Gue potong tangan lo entar ye!" jawab Yeong dengan wajah sok di seram seramkan.


Mereka pun ahirnya berjalan dengan tenang tampa adanya keributan kembali di antara keduanya. Sampai.....


"Yeong!"


Ada seorang pria yang menghampiri mereka dan melepaskan genggaman tangan antara Yeong dan Azriel. Pria tersebut langsung berdiri di depan Yeong dan Azriel dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan.


Jungkook


Satu masalah udah selesai, sekarang gue harus minta maaf ke Yeong, gue gak mau kehilangan dia. Batin Jungkook.


Jungkook segera memasuki mobil mewah nya. Mobil tersebut menembus jalanan dengan kecepatan 100 km/jam. Sungguh tuhan masih menyayangi nyawa Jungkook, jika tidak mungkin saat ini ia sudah tertidur di ranjang rumah sakit dengan luka di tubuhnya.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil tersebut telah terpakir dengan epic nya di halaman rumah sakit. Segera Jungkook keluar dan berlari menuju kamar rawat Yeong.


Untung lah kemarin aku mengikuti kemana mereka pergi. Jika tidak mungkin aku akan bingung saat ini. Batin nya dengan wajah bangga.


Langkah Jungkook terhenti saat melihat wanita yang amat dicintainya berjalan beriringa sambil berpegangan tangan dengan orang lain.


Segera ia menghampiri Yeong dan mepaskan gandengan tangan Yeong dengan Azriel sedikit kasar.


"Yeong!" panggil Jungkook.


Sontak mendengar suaranya di panggil ahirnya Yeong dan Azriel membalikkan badan serentak tampa adanya aba aba dari siapapun.


Terpampang lah wajah Jungkook dengan tatapan mata yang sama sekali tidak dapat diartikan. Namun Yeong tau bahwa saat ini Jungkook tengah marah besar dengan dirinya.


Yeong berusaha menenangkan dirinya sendiri. Jujur saat ini Yeong sangat takut dengan tatapan mata Jungkook, tak hanya itu. Yeong pun berusaha mati matian agar hatinya tidak kembali teriris melihat wajah seseorang yang telah menghianati dirinya.


DAN......


Dan apa hayooo, tunggu kelanjutanya ya....