I Love You All

I Love You All
Bingung



"Baiklah, karena barang kalian telah terkumpul semua disini, mari kita bagi penempatan kamar kita masing masing. Di lantai satu ada 7 kamar, dua milik tamu dan 5 kamar inti, satu kamar telah diisi oleh Luhan dan Sana, sisanya tinggal 4 di atas ada 9 kamar inti, satu diantaranya telah digunakan oleh Beomgyu dan hanya tersisa 8 kamar, total kamar dirumah ini adalah 12 kamar yang bisa kita pilih" terang Iseul panjang lebar sembari menatap bergantian adik adiknya bergantian.


"Tzuyu mau kamar yang pojok atas sebelah kanan deket ruang baca, biar sunyi" ucap Tzuyu sambil menatap intens mata milik Iseul.


"Oke,di depan kamar Tzuyu adalah kamarku sebelah kiri kamar Tzuyu milik Yeonjun, di sebelah kamar Yeonjun adalah kamar Mina dan didepan kamar Mina adalah kamar milik Mirra, dan samping kanan kamar Mirra adalah kamar Soobin." sambung Iseul sambil menggambarkan peta kamar mereka semua.


Sedangkan semua orang hanya menganggukkan anggukan kepalannya, beberapa sangat peham dengan pembagiannya, sedangkan yang lainnya hanya ikut nimbrung.


"Nindya nanti bakalan dibawah sama deket sama Sana dan Luhan, because cuman lu yang sifatnya keibuan, yang lainnya bobroknya Subhanallah kasian entar Luhan sama Sana" potong Iseul dengan cepat.


"Oke, gue mau kamar yang dibawah. Tapi sisain satu kamar buat tempat make up gue, sama siapin lemari pajangan buat hadiah dari para mantan gue, yes or no?" tawar Nindya dengan menaik turunkan alis nya.


"Mantan kok dipajang! Mantan tuh sampah! Harus dibuang pada tempatnya! Bukannya dipajang!" sewot Mina.


"Bermerek cin, sayang kalau dibuang, mending disimpen, entar bisa dijual" balas Nindya.


"Yaudah, oke oke, gue bakalan siapin itu semua, sesuai yang lu mau, sebelah kanan tangga bakan diisi sama sisanya, oke gak ada yang protes! Sebelah kanan terserah mau kamar yang mana! Bye gue mau beresin barang gue dulu" ucap Iseul sembari bangkit dari duduk nyamannya.


"Yaudah, Tzuyu mau ke kamar dulu, kak! Bareng!" teriak Tzuyu berusaha menghentikan langkah Iseul.


Mereka semua pun pergi satu persatu meninggalkan ruang keluarga dengan keadaan televisi yang masih menyala tampa ada satu orang pun yang menonton




"Argh! Kok kamar gue ada pink nya! Kan dulu cuman warna black aja! Kak Iseul! Sini gak?!" teriak histeris Tzuyu dari dalam kamarnya.


Sedangkan Iseul Segera berlari kearah kamar Tzuyu dengan terburu buru. Iseul sadar bahwa mengganti nuansa kamar Tzuyu akan membuat nya dalam bahaya, namun ia tak suka melihat kamar Tzuyu yang hanya berwarna hitam saja.


"Kenapa sih, sayang?" tanya Iseul lebay sambil menyender didepan pintu kamar Tzuyu.


"Ini kamar gue kenapa ada pink nya, kak! Kakak kan tau Tzuyu gak like sama warna pink! Kenapa sih kok di ganti?!" balas Tzuyu dengan emosi.


Sejujurnya Iseul sudah sangat amat khawatir, namun ia berusaha menyembunyikan rasa kekhawatirannya di depan wajah Tzuyu. Iseul mulai berjalan mendekat kearah Tzuyu.


"Tzuyu, tapi ini lebih bagus, biar gak ada nyamuk" balas Iseul sambil menunjukkan isi kamar.



Tzuyu memutar bola matanya jengah sambil bersendekap dan menaruh kedua tangannya kedepan dada sambil menatap sinis kearah Iseul, sedangkan Iseul sendiri hanya tersenyum kikuk takut akan tatapan Tzuyu.


"Gue gak mau tinggal di kamar ini kalau misalnya dominan kamar ini masih warna pink, gue bakalan nyewa hotel or balik ke apartemen gue atau mansion appa sampai kamar ini memiliki dominan warna hitam" tegas Tzuyu kearah Iseul.


"Nuna, gimana kalau, nuna tidur di kamarku aja dulu, paling nggak kamarku nggak sepink ini, mau?" suara Nindya dari arah pintu berusaha untuk mencari jalan keluar.


"Nindya, ini bukan salah lu, lu gak perlu bantu Iseul buat nyelesaiin masalah ini. Ini cuman masalah kecil, gimana kalau masalah besar? Biarkan Iseul mencari jalan keluar untuk dirinya sendiri" balas Tzuyu memberikan pengertian kepada Nindya, sedangkan Nindya hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.


"Oke, aku akan ngubah kamar ini, tapi aku mohon, jangan pergi, kamu bilang kan kalau ini cuman masalah sepele?" ucap Iseul mencari jalan keluar.


"Ok, gue bakalan tinggal dikamar yang tersisa, waktu lu 3 hari sebelum gue bener bener pergi dari mansion ini" putus Tzuyu dengan mutlak dan berjalan keluar kamar dengan membawa satu buah koper hitam besar.


"Kak, tidur di kamar ku aja ya? Walaupun tidak seluas kamar kak Tzuyu tapi Cukup kok buat kita berdua kan Victor kecil" tawar Victoria dengan wajah imut dan senyuman manis.


Tzuyu sejenak berfikir, ia tidak masalah dengan tawaran Victoria, karena sikap mereka berdua cukup mirip, gaya mereka pun tak jauh berbeda. Tzuyu segera menunjukkan senyuman tipis nya yang sangat amat tipis namun sangat cantik, ia mengangguk kan kapalanya dan berjalan menuju arah Victoria, segera mereka berdua meningggalkan kamar pink tersebut dan berjalan kearah kamar Victoria.


"Welcome to my Bedroom!" sambut Victoria.



"Kalau kakak bawa buku, taruh aja didalam box itu, box bawah udah aku pakai buat hadiah ku." sambung Victoria.


"Thanks, I like it your bedroom. Sangat simpel" puji Tzuyu.









**Hai guys I'm comeback!!


Aku tau kok kalian beberapa eps ini agak bosen, tapi tenang 3 sampai 6 eps lagi itu bakalan greget, jadi tunggu aja ya!!!


Jangan lupa like and komen ya, satu like kalian sangat membantu saya.


I Love You All ARMY-BTS💜💜💜💕💜💜💜**