
Setelah pertemuan ku dengan Jungkook kemarin yang bisa di katakan tidak menyenangkan, dan setelah membelikan baju baru untukku pada ahirnya aku tidak berangkat untuk berkerja. Alasannya adalah.....
Flashback on
"Jungkook shii" panggil Yeong memecah keheningan di dalam mobil mewah yang di kendarai oleh Jungkook.
"Ne? Ada apa?" Jungkook membalas panggilan Yeong tampa mengalihkan sedikitpun pandangannya kepada jalanan yang sedikit sepi tersebut.
Yeong menarik nafas panjang dan menghembuskan-nya dengan kasar"kenapa kalian bubar?"
Suasana kembali hening. Jungkook tak kunjung menjawab pertanyaan yang telah Yeong lontarkan. Sedangkan di sebelah Jungkook, Yeong berusaha mati matian untuk menahan rasa sakit dan nyeri dihatinya tampa sepengetahuan Jungkook.
"Emm, kami harus melanjutkan karir masing-masing" Jungkook membalas pada akhirnya.
Air mata yang sedari tadi ditahan mati-matian oleh Yeong akhirnya berhasil mendobrak pertahanannya agar tidak meluncur keluar. Yeong mengalihkan pandangannya ke luar mencegah agar Jungkook tidak melihat tetesan air matanya yang merambat turun.
"Apa kalian sudah tidak menyayangi ARMY? Apa kau sudah tidak mencintai ARMY" tanya Yeong tampa menatap Jungkook.
"Ani! Kami sangat menyayangi kalian, tapi kami juga butuh hidup seperti manusia biasa, kami lelah"
Isakan tangis yang di tahan oleh Yeong mulai terdengar samar. Meskipun begitu Jungkook tetap mengetahui bahwa wanita cantik di sebelahnya kini telah menangis. Jungkook memberhentikan mobil di tepi jalan dan membuka seatbeltnya.
Jungkook mendekatkan tubuhnya ke arah Yeong, dipegangnya pundak wanita tersebut, terdapat sedikit guncangan yang terasa setelah Jungkook memegang pundak tersebut. Dengan segera Jungkook membawa tubuh mungil nan indah tersebut ke dalam pelukannya dan memeluknya sangat erat. Yeong menangis sejadi-jadinya mengakibatkan pakaian pundak sebelah kanan Jungkook basah akibat air matanya.
"Kami sungguh mencintai kalian. Di hidup kami tiada hari tampa mencintai ARMY, kami sangat menyayangi kalian lebih dari apapun. Kalian yang membuat kami bersinar. Jika sekarang kami bubar, bukan berarti kami sudah tidak menyayangi kalian" jelas Jungkook panjang lebar berusaha menenangkan isakan tangis Yeong.
"Berhenti menangis ya?" ujar Jungkook sembari melepaskan pelukannya dan menatap lekat iris mata biru Yeong yang masih menggenang air mata.
"Maafkan aku, aku terlalu cengeng ya?" jawab Yeong sembari mengusap kasar air matanya yang tersisa.
Tangan Jungkook terulur ke arah wajah lembut Yeong yang sangat manis, ia mengusapnya lembut hingga sang empunya terpaku kaget.
"Jangan terlalu kasar, wajahmu bisa rusak nanti" cegah Jungkook dan menghapus sisa air mata Yeong dengan lembut.
"Boleh aku bertanya? Siapa namamu?" Jungkook kembali memasang seatbeltnya.
"Bagaimana bisa aku lupa memperkenalkan diri. Yeong Zeylin"
"Namamu sangat bagus, tapi aku sedikit kesulitan menyebutkan namamu yang terahir" puji Jungkook sembari menjalankan kembali mobilnya.
"Tidak masalah, Zeylin adalah nama panggilanku di Indonesia. Kau boleh memanggilku, Yun-Yeong saat ada di Korea, itu marga appaku"
"Oh, ne arraseo" angguk Jungkook.
"Aku Jeon Jungkook" sambungnya.
"Hahaha kau bercanda? Aku sudah tau namamu dari 8 tahun silam, bahkan sudah sangat hafal dengan namamu, kau sangat lucu" tawa Yeong dengan sejuta kecantikannya membuat Jungkook yang di sebelahnya ikut tertawa terbahak-bahak.
"Jika aku sangat lucu, kau sangat cantik, Yeong sii" ujar Jungkook setelah menyelesaikan tawanya.
Wajah Yeong menjadi sangat memerah menahan semburat malunya setelah dipuji seperti itu.
"Lihat wajahmu menjadi sangat merah seperti tomat! Hahaha" tawa Jungkook kembali menggelegar usai melihat wajah malu perempuan di sampingnya.
Setelah itu mereka kembali berbincang tampa ada rasa canggung di antaranya hingga sampai di depan suatu restoran. Mereka turun dan berjalan masuk kearah restoran tersebut. Mereka masuk ke ruangan VVIP sampai di sebuah meja yang telah terisi oleh 6 orang.
Dengan segera Yeong membungkukkan badannya dan memperkenalkan diri, "Annyeonghaseyo, nama saya Yeong Zeylin, atau bisa di panggil Yun-Yeong, salam kenal"
"Salam kenal" jawab semua orang dengan nada ramah.
Jungkook dan Yeong langsung duduk di bangku yang sudah disiapkan. Sebelum sampai disini Jungkook sudah mengkonfirmasikan bahwa ia akan membawa seorang yang special kemari.
"Kau sangat cantik saat di lihat dari jauh tadi, tapi kau lebih seperti bidadari saat terlihat dari dekat" puji Hoseok yang duduk tepat di depan Jungkook.
"Terima kasih atas pujiannya" balas Yeong kembali dengan senyum manis dan semburat merah di wajahnya.
"Apa kau adalah ARMY?" tanya Namjoon dengan senyum dimple nya.
"Iya, saya ARMY"
"Sudah berapa lama kau jadi ARMY?"
"Saya sudah menjadi ARMY selama 8 tahun"
"Kenapa kau bicara sangat formal, bicara yang santai saja" cegah Namjoon agar membuat Yeong merasa lebih nyaman.
"Mianhae jika membuat mu tidak nyaman" ujar Yeong dengan nada bersalah.
"Ani! Kenapa kau meminta maaf" jawab Namjoon dengan nada tak enak hati.
"Yeong!" panggil Taehyung dengan gembira.
"Ya? Ada apa Tae?" tanya Yeong sembari menatap Taehyung yang ada di samping kirinya.
"Siapa biasmu di BTS?" tanya Taehyung dengan bersemangat untuk mengalihkan pembicaraan canggung antara Namjoon dan Yeong.
"Eh? Emm biasku Namjoon hyung" jawab jujur Yeong.
"Ne?! Namjoon?!"Seketika semua orang membelalakkan matanya tak percaya termasuk Min yoongi atau yang biasa di panggil Suga.
"Eh? Ada apa? Apa aku salah?" kaget Yeong setelah Melihat ekspresi keterkejutan mereka semua.
"Tentu tidak ada yang salah" timpal Namjoon bangga.
"Apa alasanmu memilih dia sebagai bias?!" ujar Jimin yang masih tak terima.
"Apa harus ada alasan saat kita menyayangi dan mencintai seseorang. Aku mencintai kalian semua tampa membedakan siapa pun, bahkan 8 tahun terakhir aku tidak memiliki pacar karena aku sangat mencintai kalian"
"Ani. Sepertinya cintamu kepada kami sangat besar" jawab Jimin dangan wah imutnya.
"Lalu siapa yang kau benci di sini" kali ini Suga yang bertanya.
"Apa? Aku tidak bisa membaci kalian, bagaimana caranya? Tolong ajari aku" jawab Yeong penuh dengan kejujuran dan membuat senyum manis Suga terukir walau hanya sedikit.
"Kau gadis yang sangat baik, manis, cantik dan polos" balas Suga dengan senyum yang lebih terukir jelas.
Tak lama makanan telah tiba, mereka makan dengan sedikit berbincang dan tertawa bersama sama dengan riang gembira. Setelah itu Yeong di antarkan pulang kerumahnya oleh Taehyung karena Jungkook sudah pulang terlebih dahulu dengan Jimin akibat terlalu mabuk.
NEXT EPISODE !!!!