I Love You All

I Love You All
Yang sejati akan terus ada



Di dalam mobil perjalanan akan ke rumah Yeong untuk pemberangkatan Jungkook ke Korea, ia mendapatkan sebuah pesan masuk. Segera ia membuka, membaca serta membalas nya.



Betapa kaget nya Jungkook saat ia mengetahui bahwa Daniel telah mengetahui kondisi Yeong saat ini.


Jungkook berusaha mati matian agar Daniel tidak mengetahui kondisi Yeong, namun takdir berkata lain, Daniel telah mengetahui segala nya. Bahkan dengan sangat detail.


Daniel akan pergi ke Indonesia saat sore hari. Walaupun bukan idol, tapi Daniel adalah seorang pengusaha muda yang kaya raya. Daniel kerap kali di jodoh kan, namun semua itu gagal karna rencana licik milik Daniel.


Jungkook telah tiba di rumah Yeong dan segera memasuki pesawat yang hendak lepas landas untuk mengentar nya pergi ke Korea, Seoul.


*Yeong, gue janji bakalan bikin lu sembuh dan ceria seperti dulu, tunggu gue ya sayang* batin Jungkook.


Sambil menatap foto Yeong yang ada di dalam handphone nya. Tampa terasa air mata Jungkook mulai bercucuran dan menetes ke atas handphone nya. Segera Jungkook menghapus nya dan tersenyum sambil berkata.


"gue bakalan kuat demi lu, Yeong. Gue gak bakalan nangis lagi"


Jungkook mematikan handphone nya dan tak lama ia memejamkan mata dan mulai tertidur dengan lelapnya setelah mengurus Yeong dengan kasih sayang, mungkin tubuh Jungkook sangat capek dan lemah.


Beberapa jam kemudian pesawat Jungkook telah mendarat tepat di rumah nya. Segera ia turun dan meminta seseorang untuk mengemasi barang yang ia bawa. Karna sudah siang Jungkook memutuskan untuk menelepon hyung nya dan menanyakan apakah mereka telah tiba di Indonesia.


Jungkook menelepon Jin, dan saat ini mereka semua telah berada di Indonesia beberapa belas menit yang lalu. Jungkook lega mendengar kan nya, setidak nya saat ia tidak ada banyak orang yang akan melindungi Yeong.


#Di sisi lain (Indonesia)


"Yang mana kamar Yeong?" tanya Jimin kepada yang lain.


"Ruang VVIP nomer 306 bantet" jawab Namjoon sambil meledek Jimin.


"DUARR!!" Taehyung tiba tiba bersuara.


"Apaan sih lo tet! Duarr duar, jantung lu loncat hah?!" Jimin pun geram dengan kelakuan Taehyung.


"Hyung kok ngegas muluk sih?! Noh kamar nya Yeong!! Mangkanya jangan emosian! Udah bantet makin bantet entar!hahaha" ledek Taehyung sambil masuk ke dalam kamar Yeong.


Saat memasuki ruangan tersebut terasa sangat sepi nan hampa. Yeong yang biasa nya tertawa lebar kini hanya berbaring menatap langit langit.


Mereka masuk dan menemukan kedua orang tua Yeong. Mereka bersalaman dan memberitahu bawa mereka adalah teman Jungkook dan juga teman milik Yeong. Orang tua Yeong mempersilahkan mereka duduk.


Orang tua Yeong meminta mereka untuk mengurus Yeong sebentar, karna mereka berdua hendak kembali untuk membawa keperluan Yeong.


Dizna tak tega melihat kondisi Yeong yang terbaring seperti tampa ruh tersebut. Aleta segera membantu Dizna untuk berjalan mendekati Yeong.


Langkah mereka berdua tertatih tatih menahan perih serta sakit saat melihat Yeong dengan kondisi seperti itu. Aleta memberikan tempat duduk kepada Dizna, air mata mengalir deras tampa dapat mereka bendung. Sedangkan Lea hanya menangis di pelukan Suga, begitu pula dengan Haneul yang saat ini tengah berada di pelukan hangat milik J-Hope.


"Hei, Yun-Yeong! Kau tidak rindu dengan kami?" ucap Dizna di tengah isak tangis nya, sambil berdiri dari duduk nya.


"Buka matamu, lihat banyak orang yang menyayangi mu" timpal Aleta.


Jin dan Jimin segera mendekat ke arah kedua perempuan tersebut dan memeluk nya secara bersamaan dari belakang guna menenangkan nya.


"Yeong, katanya mau noel noel pipi nya kids Jin.... Bangun dong~ ya walaupun masih lama sih lahiran nya" tambah Dizna.


Karna kondisi badan yang lelah Jin meminta Dizna untuk beristihahat terlebih dahulu dan memikirkan kondisi janin anak mereka. Dizna menurut dan mulai duduk kembali.