I Love You All

I Love You All
Nyesel? Iya? Terlambat!



Air mata yang sudah susah payah di tutupinya kini sudah tertetes di pipinya. Berjalan melewati kulit wajah halus nya.


"Asalkan lo tau kook, gue hamil! Gue hamil anak lo! Andaikan lo mau nunggu bentar aja, pasti ini semua nggak terjadi"


Badan Yeong bergetar menahan suara tangisan nya. Dadanya semakin sesak, perut nya sedikit nyeri. Mungkin janin tersebut dapat merasakan apa yang di rasakan Yeong saat ini.


DEG


Badan Jungkook melemas, ia tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya sehingga saat ini ia sudah terduduk di lantai putih rumah sakit.


Azriel yang mendengar suara keributan dari luar ruanganya pun sagera keluar untuk memastikan apa keributa yang sedang terjadi.


"Yeong, kamu kenapa? Kok kamu nangis?" tanya Azriel yang kaget melihat kondisi Yeong.


"Kamu, cepat bawa Yeong masuk kedalam kamarnya" pinta Azriel.


"Dan kamu, jika masih ingin membuat Yeong terluka, lebih baik kamu pergi dari sini" sambung Azriel tegas.


"Tapi dia Istri gue! Ini hak gue buat jagain dia!" balas Jungkook lantang.


Jungkook segera berdiri dan menegakkan badannya kedepan Azriel.


"Jaga dia?! Heh!"


BUGH


Satu tinjuan mendarat di pipi lembut Jungkook yang berhasil membuatnya tersungkur ke lantai–lagi.


"Lo jagain dia?! Lo yakin?! Dia nangis gara gara lo, anjir! Dan lo bilang mau jagain dia?! ***!"


Azriel memegang kerah baju Jungkook dan melayang kan satu tinjuan lagi di pipi kanan Jungkook. Alhasil kini kedua pipi Jungkook lebam.


"Lo dengerin gue! Apa kurang lo nyakitin Yeong?! Lo mendingan pergi aja sama si JALANG lo! Kalau lo berani sakitin Yeong lagi, ancur lo ditangan gue!"


Setelah peringatan terahir nya. Kini Azriel menyusul Yeong kedalam kamarnya karna khawatir akan ada hal buruk terjadi padanya.


"Jungkook.... Kamu gak papa? Sini aku bantu berdiri" tawar Natasya


Natasya pun mendekat kepada Jungkook dan berusaha membantu nya untuk berdiri. Namun nihil! Yang ia dapatkan justru tepisan tangan Jungkook kepada nya.


"Jalang! Jangan pernah sentuh gue! Najizz" ejek Jungkook.


Jungkook pun berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan tubuhnya. Telinganya memanas mendengar kan komentar orang orang atas apa yang telah terjadi kepada nya dan Yeong.


"Dikasih permata malah ambil batu kali"


"Bego sih! Masa istri cantik di sia sia in"


"Dasar suami tukang nuntut!"


"Kasian istri nya dapet suami kek dia"


"Gak sabaran anjig jadi manusia"


"Dasar Jalang!"


"Perempuan gak tau malu!"


"Cowo kok ***!"


"Kampret gue pingin berak*!"


"Lo semua bisa diem gak sih?! Bubar semua! Lo pikir ini konser?! Lo kira ini teater?! Bubar gak lo?!" amuk Jungkook kepada semua pengunjung.


"Jungkook, tenang sayang, anak kita takut nanti sama kamu" balas Natasya.


"Jalang! Mending lo diem deh ***!" tukas Jungkook.


"Kookie kok kamu gitu sih?!" tanya Natasya sewot.


"Lo mikir dong! Kalau bukan karna lo, mungkin sekarang gue sama Yeong bakalan hidup bahagia!"


"Tapi kamu yang minta sama aku untuk memiliki anak! Udahlah, aku mau pulang"jawab Natasya sambil berlari dan menangis.


"argh kok jadi gini seh?!"


Jungkook dengan frustasi mulai mengacak acak rambut nya sebal dengan semua ini. Jika memang berani melakukan, maka harus berani pula untuk menaggung akibat nya.



***Uwuwu gimana nih ceritanya?! Ngantuk parah gue! Fisika bikin otak gue ngedrop aelah. I Don't like fisika!!


Jangan lupa like ya biar makin semangat gue updet nya***.