
"Eomma, oppa, mana? Kok belum dateng sih?! Sana kan capek nungguin oppa Beomgyu! Baju Sana gatel Eomma....." rengek Sana kepada Yeong.
"Sana, lu bisa diem gak sih? Gue lagi fokus nih! Jan ganggu deh!" sarkas Luhan.
Sana pun segera menatap tajam kearah Luhan sambil memayunkan bibirnya.
"Lu fokus apaan sih? Lu kebelut boker?" tanya Sana.
"Gue lagi fokus ngeliatin kecantikannya kak Lavina, tau gak sih" balas Luhan.
Sedangkan Sana hanya menatap jijik kearah Luhan yang tengah memandang kearah Lavina.
"Inget! Luhan ganteng, lu tuh masih 8 tahun! Mana mau kak Lavina yang pinternya Subhanallah mau sama lu."
"Gue pinter tauk!" protes Luhan, sambil menonyor jidad Sana.
"Anak Eomma ngapain bertengkar? Sini bantuin Eomma sama bunda Natasya" ajak Yeong lembut kepada kedua anaknya.
"Oppa Luhan nih bunda! Masa kepala Sana di tonyor, nanti kalau Sana makin pinter kan kasian oppa Luhan!" balas Sana sambil berjalan kearah Yeong dan menjulurkan lidahnya.
Luhan hanya menatap nya sinis sambil berjalan menuju kearah Sana dan Yeong untuk membantu mereka berdua.
Sedangkan Lavina sedari tadi sudah membantu Rayya, bundanya yang sudah sibuk sedari tadi sambil menunggu kedatangan dua manusia tersebut.
lima belas menit berlalu. Dua orang pria yang kedatangan nya telah dinanti oleh semua orang ahirnya memunculkan batang hidung nya, disusul dengan kedatangan sosok lain dibelakangnya.
"What's up, bro!!" sapa Beomgyu antusias.
"Oppa! Sana di bully sama oppa Luhan!" ucap Sana sambil berlari dan memeluk kali Beomgyu, karena tinggi mereka yang terpaut jauh.
"sini sini oppa gendong, kasian bocah pendek pingin peluk oppa tiang nggak sampek" cibir Beomgyu sambil menggendong Sana.
Sana pun hanya memayunkan bibirnya, karena Beomgyu memang sering mencibir nya seperti itu, dan Sana sudah kebal.
"Kok nggak ada yang nyambut Soobin sih?" keluh Soobin.
"ya, maap talah, kita tadi lagi nungguin Mina, lagi piket dia" pembelaan Soobin.
Sedangkan Mina hanya menunjuk kan deretan gigi putihnya sambil memeluk lengan Iseul, selaku abang kesayangannya.
"Duh, rame amat aelah, gue ngantuk nih" ucap Tzuyu yang merasa tidurnya terganggu.
Sedari tadi Tzuyu memang sudah ada di situ. Namun Tzuyu yang niat awalnya ingin membantu malah tidur di pojok ruangan bersama ayah kesayangannya, Suga. Sedangkan Lea tengah sibuk membantu sambil sesekali tersenyum melihat kedua orang tercintanya tertidur pulas.
"Kok udah selesai? Perasaan gue tadi barusan aja tidur sama Tzuyu" balas Suga.
"serah! Bodo amat gue!" balas Jungkook geram.
Namjoon sedari tadi ingin sekali membantu semua orang. Namun tak seorang pun menerima bantuan nya, karena mereka tahu bahwa semua akan hancur bila Namjoon menyentuh nya. Begitu pun dengan Victoria.
"Oppa! Mirra datang~" teriak Mirra histeris sambil memeluk Hoseok erat. Begitu pun Hoseok membalas nya.
"appa! Nindya tadi tinggi nya naik loh! Dya tinggi oppa!" ujar Nindya senang sambil berjalan kearah Jimin.
"Alhamdulillah, anak appa tambah tinggi, berarti appa berhasil memperbaiki keturunan" balas Jimin bangga. Sedangkan Aleta hanya geleng geleng kepala tak habis pikir dengan kedua manusia tersebut.
"Mommy, Yeonjun laper, ayo makan" rengek Yeonjun kearah Haneul.
"Kasian Yeonjun, yaudah sini ayuk makan!" ujar Yeong sambil menuju meja makan yang amat besar tersebut.
Sebuah kue besar terletak di tengah tengah meja makan tersebut. Sangat keren, bertuliskan 'HAPPY BIRTHDAY'
Semua orang menatap kearah Soobin dan Beomgyu bergantian. Segera mereka berdua memejamkan mata untuk berdoa dan meniup puluhan lilin yang menyala terang.
"YEY!! HAPPY BIRTHDAY!!" ujar semua orang senang.
"Makasih semuanya" balas Soobin dan Beomgyu bersama.