
Jungkook
"Tasya, aku mohon sama kamu tolong jangan datang lagi dihidupku. Aku sudah cukup bahagia" ucap Jungkook kepada Natasya.
Natasya tau betul bahwa hari ini akan benar benar terjadi, ia sudah berusaha untuk mempersiapkan diri. Tapi egonya bertolak belakang dengan hatinya. Egonya masih memilih untuk terus mempertahan Jungkook.
Natasya memberanikan diri untuk menatap manik mata Jungkook walaupun hatinya gentar.
"Jungkook, tapi aku benar benar sayang sama kamu!" jawab Natasya sambil berusaha menahan lautan air matanya.
"Tapi aku lebih sayang sama Yeong!" balas Jungkook tegas.
"Oke, aku tau Itu, tapi tak bisakah kau terus bersamaku untuk janin yang ku kandung? Ini adalah anakmu juga"
"Aku akan membawanya setelah kau melahirkan nya, aku akan memberikan mu sejumlah uang agar kau bisa menerus kan kehidupanmu, anak ini akan ku urus"
"Jungkook! Stop! Aku tidak ingin uangmu! Aku ingin kau bertanggung jawab! Aku ingin kau menikahi ku! Aku tak mau kalau anakku menjadi yatim!" balas Natasya dengan suara bergetar.
Tak terasa air mata yang sedari tadi dibendung mati matian oleh Natasya melunjur begitu saja melewati pipi lembut miliknya.
"Anakku tidak akan menjadi yatim! Dia akan memiliki seorang ibu dan ayah! Ada aku dan Yeong yang akan menjaganya!" jawab Jungkook enteng.
"Aku ibunya Jungkook! Aku ibu kandung nya! Bukan Yeong! Aku ibu kandung nya!"
"Aku yang mengandung nya.... Nanti aku pula lah yang akan melahirkan nya.... Aku tidak ingin posisiku di gantikan oleh wanita lain.... Aku tidak ingin...."
Kaki Natasya mulai melemas dan tak lama, badan Natasya mulai ambruk di atas tanah. Air matanya semakin deras. Perutnya nyeri tak terhingga. Nafasnya semakin memburu. Hatinya tak terima jika anaknya akan dibesarkan oleh wanita lain.
"Aku tau, kau adalah ibu kandung nya. Tapi, saat kau melakukan hubungan itu denganku seharusnya kau sudah mengerti dengan resiko nya. Toh sejak awal aku sudah bilang bahwa aku hanya menginginkan seorang anak" balas Jungkook membela diri.
"Sudahlah, kembalilah ke apartemen mu, khawatir kan kondisi janinmu, aku tak ingin dia terluka, istirahat lah, maaf aku tidak bisa mengantar mu, selamat tinggal" sambung Jungkook.
"Apa khawatir mu dengan kondisi janin ku? Toh kau sekarang sudah memiliki seorang anak dari wanita yang amat kau cintai bukan? Aku memang hanya bahan pelampiasanmu sejak awal!! Kau tidak pernah benar benar mencintai ku!!" ucap Natasya sambil tertawa sinis.
"Kau benar, kau hanyalah bahan pelampiasan ku, seharusnya kau sudah siap dengan segala resiko nya bukan? Dan aku memang tidak perah benar benar mencintai mu, aku hanya mencintai Yeong seorang" jawab Jungkook sambil berjalan menjauhi Natasya.
Natasya mulai mengacak acak rambutnya frustasi dan menahan sakit diperutnya yang terus bertambah.
"Maafkan bunda sayang, ini semua salah bunda. Tidak seharusnya bunda jatuh cinta dengan lelaki seperti dia" ucap Natasya lirih.
Natasya berusaha sekuat tenaga untuk berdiri dan menuju kedalam mobilnya dan segera pergi kerumah sakit terdekat untuk memeriksakan kondisi janinnya.
Pingin banget up cepetan, tapi otak lagi down banget. Yang tugaslah, yang ulangan, yag TO, yang PR, yang hafalan lah. Capekk, udh gak pinter B. Arab suruh apalan lagi, kampret moment :)