I Love You All

I Love You All
Siapa yang menyesal?



Bau obat obatan mendobrak masuk ke dalam hidungku. Kurasakan tangan kananku sedikit keram. Perlahan aku buka mataku. Terlihatlah jarum infus yang sudah terpasang di tangan kananku.


Aku berusaha untuk menegakkan badanku, tapi percuma, kondisiku tidak memungkinkan.


Pada saat ini aku terbaring lemah di atas ranjang putih dan meratapi akan nasibku.


Mungkinkah saat ini Jungkook sedang mencariku, dan khawatir terhadapku?


Mungkinkah saat ini Jungkook sedang menyesali perbuatannya terhadapku?


Tapi mungkin itu semua tidak akan pernah terjadi. Jungkook yang sekarang bukanlah Jungkook yang dulu. Jungkook yang amat menyayangiku sudah lenyap. Ia sudah MATI!! Dia bukan Jungkook yang kukenal.


Tampa terasa pipiku mulai basah terkena air yang memaksa turun setelah menghancurkan tamengku agar ia tidak dapat meluncur kebawah. Tapi percuma, ini semua terlalu SAKIT untukku!


Di sela sela tangisan ku, terdengar decitan pintu yang tidak terlalu keras. Nampaklah dokter muda dengan umur sekitar 26 tahunan tersebut tersenyum lembut ke arahku.


Ia semakin mendekat keranjangku. Kemudian tangan lembutnya mulai menghapus air mataku perlahan dengan kasih sayang dan kelembutan.


"Nona Yeong, kenapa kau menagis? Apa ada yang sakit di badanmu?" tanya dokter itu lembut sambil terus tersenyum.


"Hatiku sakit" jawabku singkat.


Aku tahu seharusnya, aku tidak berbicara seperti itu, tapi aku butuh seseorang untuk membagi keluh kesahku. Aku butuh!!


"Jika kau tidak masalah, maukah kau berbagi ceritamu kepadaku? Anggap lah aku adalah kakakmu sendiri. Kalau tidak salah umurmu baru 24 tahun kan?" tanya dokter tersebut.


Aku hanya menjawab nya dengan anggukan lemah dan membalas senyuman lembut nya dengan senyuman manisku.


Akupun menceritakan semua hal yang, aku alami. Tak kuasa menahan air mataku selama bercerita, dokter muda tersebut pun memberikanku sapu tangan miliknya.


"Aku tau perasaan mu, bolehkah aku memeluk mu, sebagai tanda bahwa aku sedang menenangkan mu?"


Tampa menunggu jawabanku dokter tersebut pun langsung memeluk ku. Ia berusaha menyalurkan hawa positifnya terhadap ku. Setidaknya aku masih memiliki tempat untuk membagikan perasaanku.


"Saat aku mendengar ceritamu tadi, sepertinya ada yang harus aku ralat, kau sudah hamil dua bulan, apa kau tidak mengecek nya?" tanya dokter tersebut sambil melepaskan pelukanya.


Seketika air mataku turun dengan derasnya ke bawah tak kuasa menahan kesenangan ini. Aku memegangi perut ku sambil terus meneteskan air mata.


Aku tersenyum puas, aku mengelus perutku perlahan dan kurasakan ada tangan yang menyentuh pundakku.


"Selamat kau sudah hampir menjadi seorang ibu, perkenalkan namaku Azriel Anfandio, panggil sesuka kamu aja"


"Dokter, ini serius kan?! Aku beneran hamilkan?! Kau tidak berbohong kan?!" tanyaku sambil memegang erat tangannya.


"Tentu saja, untuk apa aku berbohong kepadamu?" balas Azriel dengan senyuman.


"Panggil saja aku dengan nama, tidak usah pakai panggilan dokter, oke?" tambah Azriel.


Aku hanya menganggukkan kepalaku dan menatap perutku yang sudah terisi.


"Sayang, mama minta maaf ya, mama gak tau kalau kamu sudah ada di dalam rahim mama sejak dua bulan yang lalu" ucapku sambil menghapus air mataku.



***Berikan kata kata mutiara mu untuk Jungkook guys!! Tenang tenang ini hanya IMAJINASI ku, gak usah esmosi eh salah, emosi maksutnya.


Jangan lupa likenya ya, tambah ke daftar favorite kalau syuka***~