
"Katakan padaku kenapa kau bergandengan tangan dengan orang lain! Aku suami mu!!" bentak Jungkook.
Saat ini hampir semua mata di rumah sakit menatap heran kearah mereka bertiga. Bagaimana tidak, ini adalah yang kedua kalinya perkelahian terlibat antara ketiganya. Apa lagi saat ini sedang di rumah sakit.
"Sorry, tapi sebentar lagi Yeong akan bercerai dengan anda, bukankah anda lebih memilih wanita hina tersebut dari pada Yeong?" balas Azriel dengan nada lembut.
Tetapi Jungkook dan Yeong tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahui bahwa saat ini Azriel tengah meremehkan Jungkook, tak lupa Azriel memberikan sedikit senyum smirk nya kepada Jungkook.
"Sampai kapanpun aku tidak akan menyeraikanya! Aku menghamili wanita tersebut hanya karena aku dalam kondisi kalap!" bela Jungkook.
PLAKK
Semua orang disana keget dengan kedatangan beberapa orang pria dan wanita dengan mata yang memancarkan emosi dan amarah yang menggebu gebu.
Saat ini Namjoon, Jin, Dizna, Suga, Lea, J-hope, Haneul , Jimin, Aleta, dan Taehyung telah berada tepat di belakang Jungkook. Tetapi tidak dengan Dizna yang saat ini telah berdiri tepat di depan Jungkook.
Jika kau bertanya siapa yang menampar Jungkook, jawabannya adalah Dizna. Setelah mendengar ucapan Jungkook beberapa detik lalu, Dizna tidak dapat membendung emosinya lagi.
Saat kau mendengar sahabat mu telah di selingkuhi siapa yang tidak marah? Walaupun orang tersebut selalu bersikap bodo amat, tapi saat mendengar sahabatnya di sakiti ia pasti menjadi pembela paling depan.
"KAU MENYELINGKUHI YEONG?!" tanya Dizna membentak.
"Eonni.... Maafkan aku...." jawab Jungkook menyesali atas segala perbuatannya.
"JADI SEMUA ITU BENAR?! BR*NGSEK!!"
Amarah Dizna makin tak bisa di bendung hingga ahirnya ia kembali melayang kan tamparan tangan nya kepada pipi lembut Jungkook.
"Chagi, dengarkan aku! Iseul akan takut dengan mu chagi jika kau terus bersikap seperti ini" ucap Jin sembari memberikan Kin Iseul kepada Haneul.
Jin pun segera menghampiri Dizna dan membawa wanita tersebut kedalam dekapan hangat miliknya.
"Hentikan... Mari kita selesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, ne? Kau tak ingin kan jika Iseul takut dengan mu?" tanya Jin lembut sambil mengusap ujung kepala Dizna.
"Ne, oppa, mianhae. Aku terbawa emosi." balas Dizna.
"Iseul maafkan Eomma jika tadi mengagetkanmu" sambung Dizna sambil berjalan kearah Iseul dan membawanya kedalam dekapan.
"Baiklah kalau seperti itu, mari kita menuju keruang rawat Yeong" ajak Jin dengan penuh wibawa.
Kamar inap Yeong.
"Apa penjelasan mu untuk semua ini?" tanya Jin berusaha menahan emosi nya yang bergejolak.
"mianhae hyung, eonni, Yeong... Mianhae..." jawab Jungkook dengan penyesalan.
"Kita disini tidak butuh permintaan maafmu!" sambar Namjoon sedikit membentak.
"Aku... Aku melakukan semua ini karena aku kecewa terhadap Yeong yang tidak bisa memberikan ku momongan" bela Jungkook.
"Ralat, mungkin maksud mu belum bisa, bukanya tidak bisa" potong Azriel.
"Kau siapa?" tanya Taehyung kepada Azriel sambil menatap nya.
"Saya Azriel Anfandio. Calon tunangan Yun-Yeong" balas Azriel santai.
Semua mata membelalak mendengar pengakuan dari mulut Azriel tersebut. Tak terkecuali Yeong.
"Kau tunangan ku dulu?" tanya Yeong tak percaya.
"Aku Riel, teman masa kecilmu dulu di Kanada, tak ingatkah engkau? Kau tinggal di Kanada selama lima tahun dan berteman dekat dengan ku... Hingga kau harus kembali ke Indonesia, mulai saat itu aku bertekat untuk bertemu dengan mu. Tapi saat aku sampai Indonesia kau ternyata telah pergi ke Seoul. Aku terpaksa mendekati papamu dan menjadi rekan bisnis nya dan meminta papamu agar menikahkanku dengan mu..." ucap Azriel panjang lebar.
"Tapi, setelah itu papamu menelepon ku dan membatalkan pertunagan nya karena kau telah mencintai orang lain. Mulai saat itulah aku penasaran siapa orang yang telah membuat mu jatuh cinta. Aku mendatangi pernikahan mu dan mengikuti mu hingga ke Seoul. Aku melihat wajah bahagia menyinari wajahmu, aku berharap Jungkook tetap bisa membuatmu tersenyum. Namun harapanku kepada Jungkook lenyap seketika ketika anak buahku memberi kabar bahwa Jungkook telah berselingkuh." sambung Azriel.
"Kau mengetahui nya sejak lama?" tanya Yeong kembali sambil manahan gejolak air matanya yang menerobos untuk turun.
"Tiga bulan lalu..." jawab Azriel singkat.
"Tiga? Tiga bulan lalu?"
Air mata yang sudah ditahan mati matian oleh Yeong ahirnya mendobrak keluar dari tempat persembunyiannya.
"Saat-saat itu bukannya kau bilang kau ada tugas di luar kota?!" tanya Yeong di sela sela isak tangisnya.
Haneul segera berjalan kearah Yeong dan memeluk tubuhnya erat, sangat erat. Sesekali Haneul mengusap lembut rambut Yeong berusaha membuat nya tenang.
"Mianhae... Aku... Membohongi mu..." pinta Jungkook tak berdaya.
"Berapa kali kau membohongi ku Jeon Jungkook?!" kesal Yeong dengan sedikit berteriak.
"Yeong mianhae..." balas Jungkook sambil mendekati tubuh Yeong.
Setelah jarak Jungkook dan Yeong semakin dekat. Jungkook berusaha untuk memeluk tubuh mungil Yeong, namun gerakannya tertahan karena dorongan dari tubuh Haneul.
"Jangan pernah memeluk Yeong dengan tangan kotor mu!!" bentak Haneul.
"Dizna bawa Iseul keluar dari kamar, bawa dia ketaman, jangan biarkan dia menyaksikan ini" titah Jin.
"Ne, oppa" Dizna pun keluar dari kamar tersebut.
"eonni maafkan aku! Aku sungguh menyesal!" teriak Jungkook pasrah.
"Kau sudah menikah!! Kau seharusnya berfikir sebelum bertindak!!" bentak Aleta.
"Sekarang maumu seperti apa?" tanya Jin setenang mungkin.
"Aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan Yeong, hyung" jawab Jungkook.
"Bagaimana dengan Natasya?" sambar Azriel.
"Aku sudah memutuskan hubungan dengannya" balas Jungkook.
Yeong yang mendengar kebenaran tersebut pun langsung membelalak kan matanya dan segera melepaskan pelukan Haneul.
"Kau memutuskan hubungan dengannya?! Bagaimana dengan anakmu?!" tanya Yeong membentak seraya menghapus air matanya.
"Aku memintanya untuk melahirkan nya dan memberikannya kepadaku" balas Jungkook dengan santai.
"kau harus memikahinya"
**900 kata get!! Jari gue keriting.... Jangan lupa like and komen ya....
Jujur ya, gue bikin ini tuh kek langsung gitu gak pakek mikir. Jadi maaf ya kalau kirang ngenak.
**