
Setelah tangisku sedikit reda, akupun segera menjalankan mobilku kembali menuju ke rumah Namjoon Hyung.
Beberapa saat kemudian aku sampai di depan rumah nya dan mengetuk pintu Namjoon Hyung.
"Hyung!!" panggil ku dari luar rumah.
Krett.... (Anggep aja suara pintu:v)
"Jungkook? Kenapa kau kemari?" tanya Namjoon hyung.
"Hyung, apakah Yeong datang kerumah mu?" tanyaku.
"Tidak, memang kenapa?" tanya Namjoon Hyung heran.
"Aku bertengkar dengannya." jawabku jujur.
"Kau harus segera mencari nya, jangan biarkan dia terluka... Lagi... Untuk yang kesekian kali" pinta Namjoon hyung.
"Ne arraseo, aku pergi dahulu"
"Ne"
Maafkan aku Hyung, tapi aku sudah terlanjur membuat nya terluka–lagi
Ini sudah larut malam, tapi kenapa Yeong masih belum kembali
Jungkook yang merasa frustasi pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan menunggu Yeong hingga pulang. Namun naas, hingga larut malam Yeong masih belum tiba di rumah.
Semua anak buah yang di kerahkan oleh Jungkook untuk mencari Yeong pun belum menemukan keadaanya.
Kondisi Jungkook sangat kacau. Dia sungguh merasa menyesal sudah berkata sekasar itu kepada istrinya sendiri dan memilih untuk mengantarkan assisten nya dari pada bersama dengan istrisah nya.
Ku mohon kembalilah Yeong, aku sangat menyesal. Aku merindukan mu, maafkan kata kataku Yeong.
Tampa sadar, air yang sejak tadi sudah di bendung nya agar tidak tumpah malah meluncur deras membelai lembut pipi mulus Jungkook, ia menagis dalam diam meratapi kebodohanya.
Beberapa saat kemudian ia menerima pesan masuk dari handphone nya. Jungkook sangat berharap bahwa pesan ini dari Yeong. Tetepi harapannya sirna saat mengetahui pesan ini bukan dari Yeong.
Dengan perasaan yang campur aduk, Jungkook pun memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Yeong dan berharap akan ada balasan
Hanya di read. Hati Jungkook hancur. Ia merasakan seperti apa sakitnya hati Yeong yang selama ini mengirim pesan namun hanya Jungkook baca tampa adanya balasan.
Mungkin ini adalah karma yang aku dapatkan setelah menghancurkan hati orang yang sangat mencintaiku, mianhae Yeong.
Air mata Jungkook mengalir lebih deras dari pada sebelumnya. Ia mengacak ngacak rambutnya frustasi dan tampak sangat mengenaskan.
#Di sisi lain
Maafkan aku, Jungkook. Aku hanya ingin membuat dirimu selalu menghargai orang lain. Aku ingin kau belajar dari kesalahanmu. Aku sakit karena mu. Cintaku kau buang sia sia, pengorbananmu selama ini palsu. Semua yang kau ucapkan hanya bualan semata. Tapi entah mengapa, hatiku engan melepaskan mu, Jeon Jungkook.
Yeong memegang handphone nya erat setelah mendapatkan pesan dari Jungkook. Hati Yeong sangat ingin membalasnya. Tapi pikiran Yeong menolaknya.
Satu, dua, tiga, atau mungkin ratusan air mata telah Yeong keluarkan. Yeong menangis tampa suara. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
Yeong sangat berterima kasih kepada Azriel karena telah mau mendengarkan keluh kesahnya. Meskipun itu tidak bisa membuat Yeong merasa bahagia, tapi setidaknya itu membuat hati Yeong sedikit membaik. Apalagi dengan kabar bahwa Yeong sudah memiliki seorang janin yang mendiami perutnya.
**Hallo guys, di sapa daddy Namjoon nih (swami aqoh)
Gimana ceritanya?
Kira kira chagi nya Jungkook siapa ya?
Terus ngapain minta di anterin ke rumah sakit?
Mau tau kelanjutanya?
Jangan lupa like ya, biar makin semangan up nya. Makasih**