
"Cari tau tentang keluarga pasien dan segera hubungi untuk menuju ke rumah sakit, kita butuh persetujuan mereka untuk melakukan operasinya" perintah Iseul dengan penuh wibawa kepada asisten nya.
"Maaf tuan, tapi menurut pegawai rumah sakit yang menangani nona ini, dia tidak memiliki identitas, saya kesusahan mencari keluarga nya karena hal tersebut" jawab asistennya dengan wajah gelisah.
"Baiklah, suruh mereka melakukan operasinya dengan baik, masalah izin kita bicarakan nanti" putus Iseul dan segera meninggal kan asistennya untuk bertemu dengan Tzuyu.
"Baik tuan" balas asisten tersebut sembari memberi hormat.
•
•
•
"Maaf, gue nggak nyangka bakalan kayak gini jadinya" Iseul memeluk Tzuyu dengan erat agar badan mungil tersebut tidak gemetar karena trauma.
"Hiks, gue takut kak. Gue takut kalau lu yang kenapa napa! Gue takut kalau lu yang ada disitu! Gue sayang sama lu! Hiks, gue gak mau lu kenapa napa, hiks" ucap Tzuyu sembari membalas pelukan Iseul dan berusaha meredakan tangisan nya.
"Gue tau, gue tau lu sayang sama gue. Maaf, gue beneran minta maaf atas kejadian ini" balas Iseul sambil melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata milik Tzuyu.
"Pulang yuk? Kita ganti baju dulu. Eh, tapi btw kok sekarang lu nangisan ya?" ejek Iseul sambil menggendong Tzuyu.
"Lha, masih sempet-sempet nya lu ngeledekin gue? Dasar kakak laknat lu! Turunin gue gak! Turunin!" amuk Tzuyu.
"Iye iye, canda aelah, jan banyak gerak entar jatuh gue yang encok!"
"Iss, pinter sangat kakakku ni ye, kalau jatuh ya gue yang encok!"
"Entar kalau gue ngomong kek gitu kenak semprot lagi bilangnya 'lu doa in gue ye!' intinya ngomong sama lu salah muluk gue!" sewot Iseul sembari memasang wajah sedih.
"Biarin! Bodo! Wle!" balas Tzuyu sambil menjulurkan lidahnya.
•
•
•
"***** lama bener dah, mereka beli es cream ke Mars apa?!" kesal Beomgyu.
"Jangan sebut sebut Mars napa, anjeng!" balas Mirra dengan tidak santai nya.
"Ngapa sih?!" sewot Beomgyu
"Mars nama mantan gue bege!" ucap Mirra dengan kerutan di dahi.
"Apa ya kalian berdua! Ada dua bocil di sini! Malah bahas mantan! Ogeb amat sih!" teriak Soobin dari arah tangga.
"Apa sih lu! Bacot!" jawab Beomgyu dan Mirra bersamaan.
"Emmm, Luhan boleh minta waktu nya bentar nggak?" ucap Luhan yang membuat pandangan semua orang tertuju kepadanya.
"Emmm, anu, Sana ngomong dong!" bisik Luhan tepat di telinga Sana.
"Jadi gini, appa Jungkook sama bunda Yeong bilang kalau kita berdua bakalan ikut ke Indonesia, nanti kalau umur kita udah 15 tahun kita bakalan balik lagi ke Korea" ucap Sana sembari menundukkan kepalanya.
"Why?" balas Victoria dengan nada cuek.
"Emm, kalau itu kita gak tau tapi kata appa, kak Victor dan kak Lavina juga harus ikut, tapi nanti kalau udah usia 15 tahun bakalan di balikin di Korea" sambung Sana dan berusaha menatap kakak-kakak nya satu persatu.
"Gue gak mau" putus Lavina singkat dan berjalan kearah kamarnya.
"Kapan kalian harus ke Indonesia?" tanya Nindya setelah memastikan Lavina masuk ke kamarnya.
"Tiga hari lagi....." jawab Luhan.
"Apa?! 3 hari lagi?! Gue bakalan coba ngomong sama ahjussi Jungkook minta biar kalian nggak pergi secepat itu! Bahkan gak usah pergi sekalian!" ujar Nindya dan langsung menaiki anak tangga dan berlari menuju kamarnya.
Hening, tidak ada satu orang pun yang berusaha untuk membuka percakapan. Semua larut dalam pikiran masing masing, ada rasa tak terima, sedih dan marah yang bergejolak di dalam batin mereka. Sakit mengetahui adik yang paling mereka sayang akan direnggut secara paksa dalam beberapa tahun kedepan.
Sementara itu Nindya di dalam kamarnya berusaha untuk meyakinkan diri sendiri sebelum menghubungi paman nya.
Dadanya sesak, pandangannya mulai kabur dan terbatasi, nafas Nindya kian memburu menahan rasa amarah yang kian memuncak dalam dirinya, matanya berair mengisyaratkan kepadihan yang mendalam. Tanpa ijin dari sang pemilik tubuh sebutir air mata merambat keluar pada ujung matanya. Tetapi ia masih memaksakan jari jari tangannya untuk terus mengetik.
***Annyeonghaseyo semuanya. Jan lupa like dan komen ye.... Woke?
Jadi gimana perasaan kalian saat kalian akan kehilangan adik kalian selama beberapa tahun kedepan?
Biasa aja
Sedih tapi g terlalu
Bodo amat
Seneng
Sedih pwoll
Jadi kalian tipe yang mana nih?
Klimaksnya beberapa eps lagi ya***....