
Pagi pun telah tiba. Yeong dan Namjoon telah sampai di New Zealand dengan pesawat pribadi Namjoon. Mungkin bukan pagi, tapi lebih tepat nya dini hari. Jam 3 mereka telah sampai di ruman Namjoon yang berada di New Zealand. Rumah Namjoon sudah tidak perlu di ragukan lagi seberapa luas nya. Bayangkan saja di rumah tersebut terdapat 1 buah pesawat, 2 buah jets, dan 4 mobil yang tertata rapi. Rumah tersebut bernuansa Eropa dengan dua pilar tinggi yang menjulang ke atas. Memiliki cat berwarna abu-abu, putih, dan hitam yang sangat membuat rumah tersebut elegan .
Dengan lihai Namjoon menggendong Yeong turun dari pesawat menuju suatu kamar dari rumah mewah nan besar tersebut. Kamar tersebut tertata rapi dengan dinding berwarna abu abu putih yang sangat tampak elegan. Kamar tersebut bukan lah kamar tamu, namun itu kamar tempat orang special. Seperti Yeong contoh nya 😁.
Yeong baru terbangun di pagi hari nya. Dan seberapa terkejut nya dia saat diri nya berada dalam tempat yang sama sekali tidak ia ketahui. Yeong pun memutuskan untuk keluar dari kamar epic tersebut. Dalam perjalanan menjelajahi rumah tersebut tiba tiba ia melihat sosok seorang pria di meja makan yang duduk membelakangi nya. Yeong kenal betul dengan bentuk tubuh tersebut. Yeong segera memanggil nya.
Yeong : Namjoon!
Namjoon yang merasa namanya telah di panggil segera membalik kan badan tegap nya
Namjoon : nee, Yeong! Kemari.....!
Yeong pun langsung mendekati Namjoon yang duduk sambil menikmati dua lembar roti serta olesan selai coklat di atas roti tersebut.
Namjoon : apa kau lapar?, apa kau mau roti juga?, mau gue buatin?
Tanpa menghiraukan kata perut nya yang tengah keroncongan ia segera bertanya kepada Namjoon.
Yeong : oke, gue laper, cuman tunggu gue ada pertanyaan buat lu, kita barada di mana sekarang?
Namjoon dengan santai nya menjawab pertanyaan yang Yeong lontar kan kepada dirinya dengan cengir kuda.
Namjoon : oh, kita di New Zealand 😁
Dengan kata kata Namjoon seperti itu Yeong pun langsung berdiri tak lupa dengan menggebrak meja di depanya yang tak bersalah.
Yeong : HAH? Sumpah lu, gila gila gila! Ngapain kita ke New Zealand bambang?!
Namjoon : jalan jalan.... 😁
Yeong : tapi.... EH?! Mana hp gue?!
Menyodorkan kotak hp kepada Yeong
Yeong : lu udah liat kan pesan terahir email gue, mangkanya lu jadi kayak gini
Yeong mengucap kata kata tersebut dengan suara yang pilu dan meneteskan beberapa butir air mata. Namjoon pun langsung memeluk nya. Ia terluka saat melihat Yeong menangis.
Namjoon : udah ya..... hal kayak gitu gak usah di inget lagi.....? Kan ada gue sekarang!
Yeong : Kamsahamnida, Namjoon
Namjoon : mulai dari sekarang dan beberapa tahun kedepan kita tinggal di sini ya?
Yeong : nee, arraseo......
Sedangkan di sisi lain Jungkook baru terbangun di apartemen Haneul. Namun Haneul sudah pergi bekerja. Jungkook terkejut saat melihat keadaan nya yang sedang bertelanjang dada, namun karna ia mabuk kemarin malam kemudian ia berfikir bahwa Haneul sengaja melepas nya karna pakaian tersebut terkana muntahan nya.
Ia segera menelepon seseorang dan meminta nya untuk mengantarkan baju. Tak membutuhkan waktu lama baju tersebut telah sampai. Jungkook langsung mandi dan bergegas pergi dari apartemen Haneul. Ia langsung menuju rumah Yeong untuk mencari nya namun apa? Hasil nya nihil. Rumah tersebut kosong. Dengan berat hati Jungkook meningggal kan rumah tersebut dan kembali ke rumahnya sendiri.
Jungkook sama sekali tak tahu apa yang di lakukan Haneul. Jungkook sama sekali tak tahu apa kah Yeong akan pulang ke rumah tersebut. Jungkook sama sekali tak tahu..... Itu semua karna kecerobohanya sendiri