I Love You All

I Love You All
Pangeran kecil



Saat ini di dalam kamar berdinding putih yang di pisahkan oleh skat ada dua orang perempuan yang sedang berusaha untuk melahirkan anak buah hati tercintanya.


Saat ini pula telah berkumpul banyak sekali orang yang tengah berdoa untuk kelancaran dua orang tersebut.


Keringat Namjoon dan Jungkook meluncur dengan sangat deras nya. Kedua Tangan mereka di satu kan untuk meminta doa kepada sang pencipta. Mata mereka terpejam agar lebih hikmat dalam memberikan doa. Wajah mereka penuh dengan kecemasan. Jantung yang berdetak dengan kencangnya membuat nafas mereka kian memburu.


Empat jam berselang dengan perasaan campur aduk, telinga semua orang mendengar suara pintu terbuka, perawat telah keluar dengan wajah yang sumringah dan senyuman yang mengembang.


Tampa perawat tersebut berkata sedikitpun mereka semua dapat mengetahui bahwa oprasi tersebut telah berjalan dengan lancar. Suara tangisan bayi menggema di dalam ruangan hingga menembus keluar.


Semua orang tampak lega dan memelukkan diri satu sama lain, sedangkan Namjoon dan Jungkook telah berlari masuk kedalam kamar dengan senang.


Sangat lucu batin Namjoon dan Jungkook.


Wajah mereka sangat gembira melihat kedua bayi tampan tersebut dalam dekapan ibunya masing masing. Segera Jungkook menghampiri Yeong dan Namjoon menghampiri Natasya dengan hati senang tak karuan.


"Chagi, selamat kau telah menjadi seorang ibu. Lihat anak ini sangat kyot seperti ku kan?" tanya Jungkook sambil mengangkat jagoan kecilnya.


Sedangkan Yeong hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya tersebut dengan senyuman mengembang.


"Hati hati, dia masih sangat lemah, jangan sampai kau mematahkan leher pangeran kecilku atau akan kupotong anu mu"


"Anu apa? Jangan dong entar kita gak bisa buat dedek, kan kasian jagoan kecil kita" balas Jungkook polos.


"Chagi, jangan banyak gerak dong~ udah tau jaitannya belum kering, kamu gak papa kan?" sambar Jungkook dengan ekspresi khawatir.


"Ne ne, arraseo, Nama apa yang akan kau berikan kepadanya?" ucap Yeong mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar! Aha! Aku aku belum tau, chagi" balas Jungkook polos.


"Eoh? Arraseo nanti kita akan memikirkan nya bersama sama, oke?" jawab Yeong.


"Ne! Ne! Arraseo!, hyung siapa nama anakmu?" tanya Jungkook penasaran dan mulai membuka tirai yang dijadikan skat mereka berdua.


Jadi gini get, bukanya mereka gak punya uang buat nyewa dua kamar, tapi ini permintaan dari Yeong sama Natasya biar mereka gak tegang waktu lahiran, dan lagi mereka ngalahirinya sama waktunya.


"Ne? Aku belum memutuskan namanya" balas Namjoon kikuk.


"baiklah kita sama, maafkan kami, eoh? Kami terlalu gugup untuk memikirkan sebuah nama tadi" ucap Jungkook sambil memandang Yeong dan Natasya bergantian.


"Aku tau itu, tak masalah, toh kita berdua tak bisa marah kepada kalian" balas Natasya sambil tersenyum manis dan mengelus jagoan kecilnya.


Natasya tak membiarkan Namjoon untuk menggendong jagoan kecilnya karena ia takut jika nanti ada suara yang terdengar kretek, ya! Dia takut Namjoon akan membuat kejadian tak terduga kepada putra manisnya. Lain hal nya dengan Jungkook yang sudah mahir dalam latihannya.


Karena sebelum mereka melahirkan Jungkook mendatangan seorang guru untuk mengajari mereka berdua menggendong dengan benar, dan berahir kepala mainan bayi yang di pegang Namjoon copot entah kemana.