
Beberapa menit kemudian Jungkook telah selesai mandi dan menunggu Yeong di dalam kamar dengan tidak sabarnya. Bahkan beberapa kali Jungkook turun kebawah untuk memastikan apakah Yeong sudah selesai mandi atau belum.
Dan saat yang ditunggu tunggu tiba. Kini Yeong telah naik ke lantai dua untuk mengganti bajunya. Betapa terkejut nya dia saat membuka pintu Jungkook sudah ada di depannya.
"Jungkook shi? Kau membuat ku terkejut tau" ucap Yeong dengan nada manja
"Oh ya? Kenapa kau mandi sangat lama?" tanya Jungkook penasaran.
"Benarkah? Menurut ku ini tidak lama...." jawab Yeong seadanya.
"Terserah kau lah" balas Jungkook frustasi.
Jungkook segera mengunci pintu dan menggendong Yeong menuju tempat tidur mereka. Serta segera memberingkan Yeong.
"Jungkook! Apa yang kau lakukan?" tanya Yeong yang masih setengah terkejut dengan perlakuan Jungkook kepadanya.
"Menurutmu, sayang?" balas Jungkook dengan nada genit dan siap menerkam.
"Ha?" Yeong tidak mengerti apa yang di maksut oleh Jungkook.
"Hal yang harusnya di lakukan oleh suami istri, mari kita membuat bayi yang banyaaakkkk agar rumah kita tidak sunyi"
Jawab Jungkook bersemangat.
#maafkan saia, inyong tidak dapat membuat yang anu anunu karna inyong masih suci 🌚. Maafkan yang udah penasaran tapi, I'm so sorry for you. Aku beneran gak bisa buat yang part ini gengs mianhae, ne? Hehehehe#
Setelah melakukan hal itu 🌚 mereka berdua langsung terkulai lemas di atas kasur sambil menatap langit langit kamar mereka yang berwarna putih polos.
"Yeong?" panggil Jungkook yang masih menstabilkan nafasnya.
"Ne? Kenapa Jungkook?" balas Yeong dengan nada sedikit lemas.
"Tidak masalah, tapi bolehkah aku ikut membantu?"
"Tidak sayang, aku tidak mengizinkan mu, kau adalah istri ku, kau harus tetap di rumah untuk mengurus anak kita, nanti aku juga akan meminta Eomma dan appa untuk mengirimkan beberapa pembantu rumah tangga kepercayaan mereka" balas Jungkook panjang lebar.
"Tapi sayang, aku bosan di rumah.... " pinta Yeong manja.
"Maka dari itu sayang, kita harus cepat memiliki anak untuk menemani mu agar kau tidak kesepian" Jawab Jungkook sambil menatap wajah Yeong genit.
"Baiklah, mungkin anak adalah jalan keluar agar aku tidak bosab di rumah" balas Yeong pasrah.
"Kalau begitu, bagaimana jiga kita melakukanya lagi?"
"Hei hei, nanti malam masih ada waktu, jangan terburu buru, apa kau tidak lelah Jeon Jungkook?" tanya Yeong kaget.
"Ya sudahlah jika kau menginginkan nya nanti malam, tapi aku akan menjadi lebih ganas lho di bandingkan saat ini, hehehehe" balas Jungkook menggoda.
"ne, arraseo arraseo, mari kita tidur saja untuk memulihkan energi kita" Yeong pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ne, mari tidur"
Jungkook tertidur sambil memeluk erat tubuh Yeong. Sangat nyaman, sangat hangat, dan sangat harum. Yeong pun membalas pelukan Jungkook dan tertidur bersama dengan keadaan yang masih lelah dan mengembalikan tenaga untuk melanjutkan tugasnya saat malam tiba 🌚.
Jangan lupa untuk like, komen dan tambah ke daftar favorite ya, karna dapat membuat author menjadi bersemangat untuk updet setiap saat nya, dan hargai juga ya setiap kerjakaras semua author yang mencoba untuk menghibur semua orang~~
AND AND AND~~~