I Love You All

I Love You All
Mereka harta ku!



Nindya POV


"ARGH! AHH! I HATE YOU! ARGHHH! SHIT!" maki ku dengan keras.


Entahlah aku sudah tidak perduli dengan semua barangku, aku tau ini semua mahal, tapi tak semahal ke empat adikku. Aku benci mereka semua.... Termasuk diriku sendiri karena tak berhasil mempertahankan mereka.


Beomgyu POV


"Kak Beomgyu, kak Nindya marah ya? Sana takut. Soalnya kan selama ini kak Nindya jarang banget marah. Kata bunda kalau orang yang jarang marah itu lebih menakutkan kalau marah, dari pada orang yang sering marah marah. Itu kayak kak Yeonjun" ujar Sana dengan raut wajah yang tak dapat di jelaskan.


"apa sih lu, bawa-bawa nama gue! Ngefans lu sama gue?" jawab Yeonjun sewot.


"Udah lah kalian tuh.... Berantem ter–"


"ARGH! AHH! I HATE YOU! ARGHHH! SHIT!"


Terdengar suara makian Nindya dari atas sana. Jantungku berdetak dengan kencang. Jika saja ini tidak darurat aku yakin, saat ini kakiku sudah melemas dan tak dapat di gerakkan. Tapi tidak sekarang, kakiku seakan mendapat dorongan untuk berlari menyusuri tangga dan sampai di depan kamar Nindya.


Sial! Pintunya di kunci! Umpat ku.


"kenapa?! Pintunya di kunci?! Dobrak! Bantu gue anjing!" amuk Yeonjun yang saat ini berada tepat di sebelahku.


BRAK BRAK BRAK!


Mataku membulat sempurna, bagaimana bisa kamar yang senantiasa bersih dan rapih kini berubah tak beraturan seperti ini?


Kulihat Nindya terus menghancurkan semua barang miliknya. Yeonjun seakan tak percaya dengan ini semua dan hanya berdiri di depan pintu. Sana dan Luhan terlalu takut untuk menginjakkan kakinya di kamar yang sangat berantakan ini.


"Nindya! Please stop! Berhenti Nindya!" teriakku sembari mendekat kearah Nindya dengan kondisi tak terkontrol.


"JANGAN KEMARI! JANGAN MENDEKAT KEMARI! AKU TAK INGIN MENYAKITI MU! ARGH!!" balas Nindya dengan teriakan frustasi.


Aku berusaha untuk menulikan telingaku dan berjalan mendekat kearahnya. Aku sungguh takut saat ini, tetapi aku lebih lebih takut kepada kondisi Nindya dari pada kondisi badanku sendiri. Jarang sekali ku lihat seorang Nindya mengeluarkan emosinya. Perempuan yang selama ini tenang dalam segala situasi dapat berubah begitu menyeramkan saat mulai menampakkan emosinya.


"JANGAN MENDEKATTT! AKU BILANG JANGAN MENDEKAT! AKU BISA MENYAKITI MU! BEOMGYU BERHENTI!! hiks" Teriaknya sembari mengacak acak rambutnya frustasi.


"SAKITI AKU! SAKITI AKU JIKA ITU MAU MU! AKU DAPAT MENERIMA SEMUANYA! TAPI BERHENTI LAH MENGHANCURKAN KAMAR DAN DIRIMU SENDIRI!"


"Aku tidak ingin menyakiti mu..... Pergi dari kamarku.... Hiks hiks, kumohon.... " pinta Nindya dengan sisa tenaga yang ia miliki.


Aku mendekat kearah Nindya dan memeluk tubuhnya yang bergetar dengan erat. Sangat erat. Tubuhnya bergetar hebat menahan tangis yang hendak meledak. Nindya tak membalas pelukanku tapi biarlah, mungkin baru sekarang ia benar benar mengeluarkan seluruh emosinya. Perlahan ku rasakan emosi Nindya mulai mereda, getaran tubuhnya tak sehebat tadi, nafasnya mulai teratur. Oh sungguh lengan bajuku sebelah kiri basah total dengan seluruh air matanya dan ingus miliknya(?).


"Udah nangisnya? Udah marahnya? Ingus lu nempel semua nih di baju gue! Naik dulu yuk ke atas kasur, soalnya yang bersih sekarang tinggal kasur lu doang" ujar Beomgyu sambil berusaha menyelipkan beberapa humor di dalamnya.


"Iya, tapi kaki gue lemes banget, bentar ya" balas Nindya dengan suara serak akibat terlalu banyak berteriak dan menangis.


"Udah gue gendong aja, oke?" Beomgyu segera menggendong tubuh Nindya dan menaruhnya perlahan di atas kasur berwarna coklat soft tersebut.



*kondisi kamar Nindya sebelum terkena angin kelaknatan*.


ANNYEONGHASEYO SEMUANYA! AUTHOR NYA LAGI BIKIN NOPEL BARU NIH! JUDULNYA "I HATE YOU, MY IDOL"


PEMERANNYA ADALAH...... MEMBER BTS!!


JADI DI NOPEL ITU BTS MASIH MUDA GET! MASIH KYUTI KYUTI GITU! MASIH SMA!


WAJIB BACA BIAR MAKIN RECEH DAN TINGKAT HALUNYA NAIK! NANTI KITA AKAN MERASAKAN KESENGSARAAN FANGIRL MISQUIN YANG INGIN MEMBELI ALBUM 'MAP OF THE SEOUL 7' ULULU~


*Lebay gak sih ini menurut kalian? Emosinya berlebihan gak sih? Menurut aing sendiri sih ini terlalu berlebihan. Tapi gimana dong, eps kali ini yang bikin bukan aing, tapi sepupu aing, because iang tak punya ide.


Eps lanjutannya insyaallah aing yang buat, oke? Jan hujadd*.



*Senyum get!


1


2


3


Crikk. Ngek*!