I Love You All

I Love You All
Akhir? Mungkin~~



Mungkin ini akhir dari kisah pahit mereka, mungkin ini jalan menuju kebahagiaan, mungkin ini awal mereka membangun kehidupan bahagia, mungkin ini takdir yang mereka inginkan, untuk terus bersama hingga akhir maut memisahkan.


Jungkook mempererat pelukan nya kepada Yeong, sebalik nya pun Yeong tak ingin melepaskan Jungkook dari dalam pelukan nya.


Semua terharu melihat sepasang kekasih ini saling melengkapi satu sama lain. Dizna memeluk Jin, Suga memeluk Lea, Aleta memeluk Jimin, Haneul memeluk J-hope. Mereka semua saling berpelukan dan menengis di pelukan pasangan masing masing.


Stop tanya tentang Taehyung, Namjoon, dan juga Daniel! Biarkan para JOMBLO itu menagis dengan nasip mereka tampa seorang pasangan! Mereka jelas jelas punya modal tampang! Tapi mereka menyia nyiakanya, ya sudahlah doakan saja mental mereka kuat melihat beberapa pasang kekasih saling berpelukan mesra.


"Jin~ akan kah kita terus seperti ini saat nanti?,hiks" tanya Dizn di sela sela tangisan nya.


"Kita akan terus seperti ini, walaupun ajal menjemput, kita akan bertemu kembali, tenang lah aku tidak akan meninggalkan mu sayang" jawab Jin menenangkan.


Tangisan Dizna semakin menjadi dan membuat Jin bingung apa ada kesalahan kata yang ia ucapkan sehingga membuat Dizna semakin mengis. Pada akhirnya Jin mempererat pelukanya kepada tubuh mungil Dizna.


Lima belas menit berlalu dan Jungkook mulai melepaskan pelukanya kepada Yeong, begitu pun sebaliknya. Jungkook menatap mata Yeong intens, mata yang sangat indah dan jernih sehingga dapat memantulkan bayangan Jungkook.


"Kenapa kalian membohongi ku?" tanya Jungkook sambil memegang pundak Yeong.


"Sudah, jangan marah, ini semua ideku, kau tidak akan marah kepada ku kan?" balas Yeong dengan imut


*kalau kamu kayak gini gimana aku bisa marah Yun-Yeong?* batin Jungkook.


"Kau tau? Aku hampir gila dengan semua ini! Aku takut kehilangan mu, aku takut kau akan pergi dari ku, aku tak ingin kehilangan mu"


Jungkook mulai menarik Yeong kembali ke dekapan nya.


"Jeon Jungkook, aku juga sangat merindukan mu, sangat amat sangat" balas Yeong.


"Kenapa kau tidak menghubungi ku?" timpal Jungkook.


"Aku takut mengganggu pekerjaan mu"


"Sungguh? Apa kau bercanda? Bagaimana bisa aku lebih mementingkan pekerjaan dari pada kau?!" balas Jungkook kaget dan melepaskan pelukan nya


"Ne, mianhae" jawab Yeong sambil menunduk.


"Ne, arraseo arraseo, aku memaafkan mu. Aku membawa hadiah untuk mu, apa kau mau lihat?" jawab Jungkook memgalihkan pembicaraan.


"Ne? jinjja? Aku mau~~" balas Yeong dengan nada manja yang sangat imut.


"baiklah, tolong bawakan hadiah nya kemari"pinta Jungkook.



"Tidak, kamu harus tetap di sini, biarkan mereka yang buka" jawab Jungkook


"Ahh, Jungkook shii~" dengan mata berbinar berharap agar Jungkook luluh.


"Tidak, kalian tolong buka kan" pinta Jungkook.


"Aish" Yeong pun kesal.



"Ini? Jungkook? Kau?"


Yeong tak kuasa menahan kesenangan nya, ia segera memeluk Jungkook yang di balas dengan hangat oleh nya.


"Kau suka?" tanya Jungkook.


"Kau bercanda? Ini sangat indah!" balas Yeong senada dengan terlepas nya pelukannya dari Jungkook.


"Tak seindah diri mu" balas Jungkook senang.


*bluss, sabar, Yeong tenang, dia mau nikah sama lu, tenang Yeong, kuatkan raga mu untuk menghadapi kelakuan calon suami lu" pikir Yeong dalam hari.


"Hush, entar kesambet lho" Jungkook mengibaskan tangan nya ke depan Yeong.


"Ahhh, Kamsahamnida Jungkook shii" sambil memeluk Jungkook, lagi-


"Kita akan menikah dalam 2 minggu"


"Apa? Dua minggu? Bagaimana dengan penggemar mu? Surat undangan? Agensi mu? Kau jangan bercanda" dahi Yeong berkerut.


"Sayang tenang, aku sudah menyelesaikan semua nya, kau tinggal terima beres, oke?"


"Ne, arraseo" jawab Yeong senang.



#jangan lupa, like, komen dan tambah ke daftar favorite ya guys, Kamsahamnida!!!