
Kau ingin tahu rasanya penyakit apa yang ada di tubuh Yeong?
#FLASHBACK on
Dulu pada saat masih menginjak bangku sekolah dasar Yeong adalah seseorang yang sangat pandai, namun orang tua Yeong menuntut nya untuk melakukan lebih baik dari pada itu, dengan segala upaya Yeong berusaha yang terbaik, Marcel pun memberikan dukungan nya kepada Yeong.
Setelah Yeong berusaha yang terbaik, dia berhasil masuk di SMP paling bergengsi di Indonesia, tapi orang tua Yeong tidak puas akan hal itu dan membuat Yeong merasa semua nya hanya sia sia. Mereka terlalu memaksa dan membuat Yeong merasa Stres yang amat sangat bahkan ia pernah terkena Penyakit Alzheimer.
Penyakit tersebut menyerang otak dan membuat orang tersebut tidak memiliki daya tarik untuk hidup, menurun nya daya ingatan serta kemampuan bicara yang menurun. Bahkan Yeong berusaha bunuh diri di usia yang masih muda yaitu 12 tahun!. Bayangkan seberapa tertekan nya anak seusia tersebut bahkan sampai hendak melakukan aksi bunuh diri?!.
Dokter sangat prihatin dengan kondisi Yeong. Di saat semua anak seusia tersebut mengalami masa yang indah tapi Yeong harus mengalami hal yang cukup membuat semua orang miris. Tidak salah untuk meminta lebih, tapi ingat anak kecil tetap lah anak kecil! Mereka butuh pilihan bukan tekanan yang membuat stres dan menghancurkan hidup nya.
Dokter menyarankan agar orang tua Yeong tidak terlalu memaksa kehendak Yeong dan membuat nya bahagia, bahkan dokter pernah memohon untuk memberi kan masa anak anak yang layak untuk seusia Yeong, dokter pun yang tidak memiliki hubungan darah bahkan merasa kasihan bahkan sampai memohon! Tapi kenapa orang tua Yeong tidak?!
Orang tua Yeong merasa menyesal dengan seluruh paksaan dan tekanan yang telah mereka berikan kepada Yeong dan mereka berjanji tidak akan membuat Yeong merasa tertekan atau stres untuk yang kedua kalinya serta memberi kan kebahagiaan untuk Yeong.
Kejadian tersebut terulang lagi untuk yang kedua kalinya dan bahkan kini kondisi Yeong lebih parah. Yeong di wajib kan untuk menjalani rawat inap untuk memulihkan psikis Yeong yang terguncang cukup parah. Dokter keluar dari IGD dan meminta keluarga Yeong mengurus administrasi Yeong, sedangkan Jungkook menemani Yeong di dalam ruangan UGD.
"Yeong.... are you okay?" tanya Jungkook kepada Yeong.
Yeong tak menjawab bahkan pandangan matanya menatap kosong ke arah depan seakan tidak menyadari bahwa orang yang sangat ia cintai berada di samping nya.
"Yeong.... are you okay?" tanya Jungkook ulang. Dan lagi lagi Yeong hanya diam dalam lamunan yang menghanyutkan.
Jungkook merasa kasihan kepada kekasih nya tersebut dan langsung memeluk Yeong erat. Hati Jungkook merasa kan sakit setelah Yeong hanya diam saja dan bahkan tidak menyambut balik pelukan Jungkook. Tapi Jungkook berusaha mengerti karna saat ini Yeong mengalami guncangan psikis yang cukup berat.
Tak terasa Jungkook memeluk Yeong cukup lama dan tampa sadar mata Jungkook mengeluarkan cairan bening yang semakin deras setiap saat. Jungkook berusaha menghapus nya berulang ulang, namun apa daya cairan tersebut menolak untuk berhenti dan berjalan terus ke pipi Jungkook dan membuat sebagian kecil baju yang Yeong kenakan mau tidak mau harus basah karna cairan bening yang melimpah ruah tampa dapat di bendung tersebut, sedangkan Yeong hanya tetap berdiam diri seakan tidak ada orang sama sekali.