Girls Behavior

Girls Behavior
Devil Beside Her.



Lembaran kertas itu mengungkapkan segalanya. Hasil penyelidikan yang dilakukan Josh tertulis secara detail sejarah kehidupan Cerry-nya. Baris-baris di kertas menjabarkan semua informasi yang Scott inginkan.


"Ternyata Cerry bukan perawat. Dia adalah salah satu putri pengusaha White. "


Scott menyilangkan kakinya, tampak sombong dan tak tersentuh menjadi ciri khasnya yang menawan. Sudut bibit acuh tak acuhnya melengkung membentuk seringai mengerikan.


"Kerja bagus. Segera selidiki tentang Justine dan Evie. "


"Baik, lalu bagaimana dengan mereka, Tuan, " Josh menunjuk pada sekumpulan pria terikat dan berlutut di depan Scott. Keadaan mereka lebih mengenaskan dari binatang yang hendak disembelih.


"Seperti biasa, lakukan dengan bersih. "


"Baik. "


Scott melangkah pergi dari ruangan bawah tanah yang terletak di bawah kasino-nya. Tak lama suara tembakan dan jeritan putus asa terdengar di belakang punggung. Ia tidak terlalu perduli, inilah hukum di dunia hitam, menghabisi atau dihabisi.


"Jika dugaanku tidak meleset, aku menginginkan Cerry karena dia seolah tak ternoda oleh hitamnya dunia. "


"Tapi sekarang aku mulai ragu setelah melihat riwayat hidupnya. "


"Cerry, Cerry... Aku tak menyangka jika permohonan pendosa sepertiku bisa terwujud. "


Pikiran Scott menari-nari antara kemungkinan yang satu dengan yang lain. Tindakan terakhir yang ia pikirkan adalah menghubungi Andrian, dokter keluarga yang setia terhadapnya.


.


.


.


Sejak tadi pelayan yang ditunjuk Scott untuk melayaninya bertindak malas. Tak hanya itu dia juga memperlakukan Cerry seperti gadis yang biasa melayani Scott alias wanita malam. Segala umpatan dan hinaan Lelly lemparkan pada Cerry. Jadi Cerry mengambil pisau dan bermain-main dengan pisau itu. Tak lama kemudian dia melempar pisau itu sehingga melewati Lelly tadi sampai membuatnya terkejut dan bergetar.


"Aduh, padahal aku ingin membunuh nyamuk. Kenapa malah tidak kena."


Cerry mengambil pisau buah lainnya. Bersiap membidik ke arah Lelly. Cerry tidak lagi ingin bersikap baik hati pada siapapun yang merendahkannya. Justine dan Evie sudah menjadi contoh bagus agar ia tidak memberi belas kasihan pada orang licik.


"Bibi? kenapa bibi duduk di situ? " dengan wajah polos Cerry bertanya pada Lely yang menggigil ketakutan. Ia nampak telah mengalami semacam trauma hebat.


"Tolong, jangan lempar pisau itu. Aku -aku menyesal nona. " Rintih Lely pada Cerry.


Dia tidak tahu jika yang di hadapannya adalah Cerry Cerry yang memiliki tumpukan dendam yang membara.


''Bibi kenapa takut? apa ada orang jahat di sini...? aku juga hanya ingin melempar nyamuk dengan pisau."


"Jangan khawatir, Bi. Scott sangat kuat, tidak mungkin orang jahat berani padanya. Kalau nyamuk tadi tidak kena pisau pasti peluru tuan Scott bisa.''


"Ah suara mobil tuan Scott! " teriak Cerry. Dia menyambut Scott dengan senyum manis. Tapi bagi Lelly dia adalah iblis berwujud malaikat.


Scott keluar dari mobil berwarna hitam metalik yang menjadi ciri khasnya. Mata tajamnya masih dengan awas dan tajam melihat ke arah anak buahnya yang berjaga di sekitar markas.


"Apa ada sesuatu? "


"Tidak tuan, nona dan nyonya ada di kamar. "


"Hn. "


Scott sedikit ragu namun segera memutuskan untuk masuk ke markas. Tanpa ia duga Cerry mendatanginya dengan wajah tersenyum. Begitu cantik sampai ia merasa silau.


"Kau merindukanku? " goda Cerry


"Sedikit, " jawab Cerry dengan mata berbinar.


"Mungkin sifat tak masuk akal mu." Scott mendengus. Seperti yang ia kira, dia bermulut tajam.


Mereka masuk ke dalam mansion. John juga ikut menyambutnya.


Belum sempat Scott melewati dinding kaca yang memisahkan ruang tengah dengan kolam renang.


Sudut mata Scott menangkap wanita tua yang menyedihkan. Dia meringkuk di sudut ruangan dan bergetar hebat.


Karena merasa aneh, Scott berjalan menghampiri wanita yang baru tadi pagi ia pekerjakan.


"Apa yang kau lakukan di situ? "


Lely langsung mengangkat kepalanya, melihat jika Scott yang berdiri di depannya ia segera menangis, " Tuan saya tidak bisa bekerja di sini lagi. Tolong bawa saya keluar dari sini! "


"Dari tadi ia seperti itu. " Cerry menatap aneh wanita tua yang ketakutan itu.


Lelly yang melihat Cerry diperlakukan hormat oleh Scott tahu kalau ia membuat kesalahan.


Scott mengernyitkan dahinya, dia merasa jika wanita ini seperti menderita ketakutan yang luar biasa. Bukankah dia hanya merawat kelinci mungilnya.


"Pergilah, anak buahku akan mengantarkan mu. "


Scott memberikan tanda agar John masuk.


"Te - terima kasih tuan." Tanpa menoleh ke arah Cerry, Lely berlari menuju pintu keluar markas. Tapi Scott bukan manusia baik hati yang tidak mencurigai sesuatu yang aneh. Ia tidak akan melewatkan pertanda aneh dari Lely. Scott mengirimkan kode pada John untuk memeriksa kondisi markas saat dia tidak ada.


"Jika dia bertindak kurang ajar maka seperti biasa, bereskan dia. "


Tindakannya persis seperti pertama kali ia masuk markasnya. Ia mulai teringat pada dua nama yang disebut Cerry.


Justine dan Evie?


Kebetulan aku menerima undangan dari mereka.


'Seandainya Cerry bertemu dengan dua orang dari masa lalunya, apakah ia akan jujur?'


"Cerry-- kau ingin ikut aku ke pesta?"


"Pesta, apa kau bercanda? kita bukan pasangan."


"Besok aku akan mengajakmu ke pesta keluarga Wood. "


"Makan gratis ya. Baiklah... "


"Bersikap baiklah Cerry, besok kita akan menemui Justine dan Evie. "


Ucapan Scott membuat Cerry memucat. Dia membeku dan menatap Scott seakan tidak percaya.


'Ternyata, ini lebih cepat dari dugaanku, ' batin Scott.


Kedua jarinya menjepit dagu Cerry untuk menglihat matanya.


"Hello Cerry White, senang berkenalan denganmu. "


'****...'


tbc