Girls Behavior

Girls Behavior
Ambil Alih



Mereka berdua tiba di ruang rapat. Sekilas memori terlintas di ingatan Cerry. Masih teringat dengan jelas ayah dan dirinya yang mempresentasikan laporan, rencana, anggaran dan lainnya di meja ini.


Senyum bangga ayahnya yang tersungging saat dirinya membuat prestasi atau bibir cemberut saat prospek pemasaran tidak sesuai harapan.


Sekarang ia harus hadir di meja oval yang dikelilingi para pemegang saham lagi. Bukan untuk mengajukan sebuah proposal atau rencana kinerja tapi untuk mendapatkan hak yang seharusnya tidak di dapatkan dari orang yang berperan dalam kematian orang tuanya.


Cerry mengambil kursi di sebelah Ronald. Dia siap untuk hari ini. Suara keributan terdengar dari pintu masuk ruang rapat. Evie masuk dengan wajah masan dan berdiri di depan meja.


"Sebagai pemegang saham terbesar aku menolak untuk diadakan rapat hari ini. Silakan kalian meninggalkan ruang rapat. " Mata Evie berapi - api dalam memberikan sambutannya.


"Tolong kau duduk dengan tenang nona Evie, aku adalah pengacara yang ditunjuk Mr White. Sebelum pembacaan surat warisan kau belum resmi memegang kekayaan keluarga White. "


Cerry, waktunya beraksi.


"Saudara perempuan aku sungguh merindukan mu. Apakah saudara perempuan tidak merindukanku?" Cerry bergerak dramatis sambil mengusap air matanya. Dia langsung memeluk Evie yang menyebabkan gadis itu menegang.


"Omong kosong apa ini! mengapa aku -" Evie tersadar jika semua orang menatap padanya. Pandangan mereka jelas menghakimi dirinya yang bersikap kasar dan sombong.


Tetapi dia bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Jika dia melunak maka pembacaan surat wasiat itu akan terus berlangsung. Dan jika dia menolak maka para pemegang saham yang lain akan mengutuknya, bisa jadi mereka akan menarik sahamnya karena masalah attitude-nya.


'Seandainya Justine di sini. '


Dengan terrpaksa Evie turut memeluk Cerry. Kakak yang sangat ia benci.


"Ah, aku tidak menyadari jika kakak ada di sini. "


"Karena kesalahan pahaman sudah di jernihkan maka aku persilakan Mr Ronald memulai pembacaan surat wasiat.


"Baiklah kita mulai, aku sengaja mengumpulkan para pemegang saham karena Mr White juga memberikan sedikit saham untuk yayasan sosial. "


Cerry dengan tenang melihat video yang diputar Ronald. Dalam video itu Mr White menyebutkan pembagian saham serta properti menjadi dua yaitu atas nama Cerry dan Evie. Sedangkan yayasan yang berada di bawah pengasuhan perusahaan White mendapatkan tanah dan sedikit saham untuk menunjang operasional mereka.


Para pemegang saham yang lain memaklumi secara tidak sadar telah dijadikan saksi oleh Cerry. Dengan demikian kehadirannya tidak akan menjadi hal yang asing dan mendapatkan penolakan. Cerry tidak ingin mendapatkan masalah yang tidak perlu.


Ronald segera menutup rapat sekaligus pembacaan surat wasiat.


"Jadi aku akan mendaftarkan surat wasiat ini ke pengadilan. "


Dari semua orang yang hadir hanya Evie yang menggertakkan giginya. Dia berusaha bersikap tenang meski dalam hatinya ia ingin membunuh Cerry.


Seandainya saja dia tau jika Cerry bisa menjadi duri dalam hidupnya maka ia pasti akan menyingkirkannya pada saat kakaknya dalam kondisi idiot.


Sinclair mengumumkan pada karyawan perusahaan jika Cerry juga merupakan putri dari Mr White. Sebagai salah satu pendiri perusahaan dia turut senang dengan kembalinya Cerry ke perusahaan. Dia masih ingat betapa perfeksionis kinerjanya di perusahaan. Dia bahkan tidak melewatkan hal sepele hanya untuk membuat kinerjanya sempurna.


.


.


.


.


'