Girls Behavior

Girls Behavior
Inside Me



"Ada yang bisa aku bantu tuan?" tanya Cerry.


Dia mendadak mendapat panggilan dari Scott di ruang kerja. Padahal Cerry sedang belajar triks membuat pikiran orang rileks dari internet. Namun semua harus terpotong perintah tuan besar yang kekuasaannya bahkan bisa menembus bumi. Ya begitu seramnya pria itu sampai ia menggunakan Scott dewa neraka.


"Pikiranku kembali suram, aku ingin tertawa," gerutu Scott. Sebenarnya tidak benar-benar suram. Dia hanya ingin melihat celoteh Cerry saja. Bagi Scott tingkah gadis di depannya sangat menghibur. Ada keangkuhan di balik ucapan blak-blakan nya. Namun itu bukan sekedar ucapan karena memang seperti sindiran halus. Padahal tidak satupun yang berani bicara seperti itu.


'Memangnya aku badut yang bisa membuat orang tertawa,' ucap Cerry dalam hati.


"Apa yang anda inginkan?" tanya Cerry.


"Apa lagi, tentu saja buat aku tertawa. Aku meminta mu menjadi perawat dan membayar mahal bukan untuk bersantai."


Cerry mendengus. "Aku bahkan belum anda gaji."


"..."


Scott baru ingat kalau ia belum memberi gaji. Dia pun terkekeh.


"Jika kau bisa membuatku tertawa maka aku akan memberikan gajimu. "


Cerry menggelengkan kepalanya. "Barusan anda tertawa. "Cerry menunjuk bibir Scott yang masih melebar karena terkekeh tadi.


"Ups... Itu tidak dihitung. "


"Baiklah, tapi aku takut kalau anda tidak akan menuruti ku." Cerry benar-benar berpikir kalau pria ini butuh psikolog, bukannya perawat. 'Kenapa ada hal salah sasaran seperti ini.'


"Jangan khawatir. Aku akan menurutimu. "


Cerry menyeringai. Dia menyuruh Scott duduk di depan televisi. Dengan segera dia memutar film komedi dari trio yang sangat terkenal di masa lalu. Dia saja yang menonton puluhan kali masih tertawa terpingkal-pingkal. Apalagi yang baru pertama kali lihat.


'Cuma berhati batu yang tidak tertawa,' batin Cerry.


Anehnya Scott benar-benar tidak tertawa. Cerry mulai curiga dengan otak Scott. 'Astaga, benar-benar berhati batu.'


"Aku bosan Cerry. Kau membuatku menjadi jengah."


Cerry berpikir kalau sudah waktunya untuk merayu Scott. Dia akan memanfaatkan kesempatan ini.


"Baiklah, ayo kita menari."


Cerry menyalakan musik lalu menarik tangan Scott. Surai panjang yang berkibar, wajah cantik dengan mata sayu berbibir seksi. Scott tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Dia tanpa sadar tersenyum lebar dan menyambut tarian Cerry.


Cerry tercengang beberapa saat tapi segera ikut menari. Dia sendiri yang beberapa terakhir ini merasa marah akan Evie dan Justine merasakan pikirannya sedikit rileks saat menari. Namun ia pingsan karena belum makan.


"Cerry!"


Scott panik lalu mengangkat gadis itu ke ranjang kamar Cerry. Dia kemudian berteriak menyuruh John memanggil dokter keluarga. Hanya saja, gerakannya terhenti kala ia mendengar rintihan Cerry.


''Kalian jahat -- kalian pembunuh ibu dan ayah!"


Scott mendengar semua ucapan Cerry ketika tak sadarkan diri. Mata biru gelapnya memandang Cerry penuh anti.


'Apa artinya ini? '


'Pembunuhan? siapa...? Lalu siapa Evie dan Justine yang di maksud Cerry? "


Scott meninggalkan Cerry dan mengambil teleponnya. Rasa penasaran menggelayuti pikiran Scott, instingnya bicara seolah gadisnya memiliki identitas yang tidak biasa.


"Josh, segera selidiki masa lalu Cerry. "


"..."


"Benar, ia gadis yang jadi perawat ku. "


"..."


"Aku ingin lusa sudah siap. "


Di ranjangnya Cerry membuka mata hijau daun. Sudut bibirnya sedikit tertarik karena reaksi Scott sesuai harapan. Tinggal menghubungkan mereka ke dalam sebuah perseturuan menarik sehingga ia bisa menghancurkan Justine dari dalam. Kemudian memberi pelajaran pada adiknya yang cantik.


'Benar, begitu Scott. Langkah awal harus dimulai dengan informasi yang detail tentang diriku. Dengan begini ikatan tak kasat mata terhubung diantara kalian. Aku akan memastikan jika ikatan itu akan menjerat Justine dan Evie hingga sulit bernafas. '


Ternyata saat itu Cerry pura-pura pingsan untuk mengarahkan perhatian Scott pada Evie dan Justine.


.


.


Keesokan harinya, Scott mengambil seorang wanita berumur untuk merawat Cerry. Untuk menghindari konflik ia memecat pelayan wanita yang muda dan memperkerjakan pelayanan tua.


Sebagai playboy ia sangat tau betapa mengerikan kecemburuan seorang wanita. Scott tidak ingin Cerry nya terluka oleh wanita pencemburu itu. Apalagi Scott adalah impian banyak gadis. Sayangnya gadis di depannya seolah tidak perduli dengan pesona Scott.


"Setelah aku mencari tahu tentang dirimu maka kau harus menjelaskan semuanya Cerry. "


Scott bukan orang murah hati, dia membenci kebohongan dan pengkhianatan. Apalagi dilakukan oleh gadis yang bisa menarik perhatiannya.


"Rawat gadis itu." Scott memberi perintah yang singkat pada Lelly.


"Tapi tuan, dia kan cuma perawat. " John takut kalau Cerry yang polos menjadi mainan Scott.


"Aku tidak butuh saranmu John."


John pun menciut. Namun ia sangat takut melihat minat Scott pada perawat itu. Sudah banyak gadis yang menangis karena Scott.


tbc