Girls Behavior

Girls Behavior
Danger



Woaah Evie tidak pernah bermimpi jika akan seberuntung ini. Dia bahkan tidak berani berkedip karena takut jika dua pria yang mengeluarkan gelombang gairah dan jantan ini menghilang dari depannya.


Evie tau benar siapa mereka. Mereka adalah boss yang membuat para wanita bertekuk lutut untuk mendapatkan cintanya atau sekedar bermain dengan mereka. Dan mereka juga seorang playboy terkenal di antara para sosialis. Kini Evie memaklumi mengapa banyak wanita yang bertekuk lutut pada dua pejantan ini meskipun reputasinya yang buruk.


'Masa bodoh, yang penting aku bersenang -senang dengan mereka berdua.'


Louis menggerakkan lengannya ke atas, bisepnya yang keras dan menggembung terlihat seperti pahatan seniman terbaik. Badannya yang memiliki bentuk V tegas di tambah keringat yang mengalir mencetak ototnya lebih jelas dan berkilau. Benar-benar membuat air liur menetes.


Pria itu bergerak lincah dan macho. Evie tidak pernah mengira jika pria yang memiliki postur tubuh berotot dan kekar bisa bergerak mengikuti dentuman musik. Cara Louis yang mengibaskan rambut pirangnya keatas, tatapan mata birunya yang tajam. Itu adalah gambaran nyata pria seksi dan Evie benar-benar terangsang.


Evie semakin bergerak gila, pinggulnya ia putar erotis untuk mengimbangi dua alfa yang mengelilinginya. Ketika dia melihat Scott. Tubuhnya seolah kehilangan kendali. Pria itu adalah candu dalam bentuk manusia. Meskipun hanya tertutup kemeja putih yang kancingnya terbuka dan lengan baju yang digulung hingga siku, feromon yang ia keluarkan bukan hal yang bisa ditanggung wanita manapun.


'Oh aku akan mati dengan bahagia, ' batin Evie.


"Scott, nona ini sepertinya butuh teman, apa aku benar nona? " Louis bertanya dan masih menari.


"Aku tidak yakin, Louis. Mungkin dia menunggu teman disini."


"Ah tidak -tidak. A-aku butuh teman em maksudku aku butuh kalian. Terserah kalian yang mengartikan teman yang kalian maksud itu seperti apa. " Evie langsung mengangguk membenarkan ucapan Louis. Dia tidak bisa kehilangan pria-pria panas ini begitu saja.


"Kami pria berbahaya nona, kami membutuhkan wanita yang suka menantang bahaya, " ucap Louis.


'Demi Tuhan bisakan pria pirang ini tidak menatapku dengan matanya yang ingin memakanku. Jujur, bagian bawahku sudah basah. ' Evie hampir gila ketika Louis mulai mendekat ke arahnya lalu menghimpitnya ke arah Scott. Kondisinya kini terjepit diantara Louis dan Scott.


"Aku juga suka hal berbahaya. Aku bukan wanita jinak tampan. " Evie sudah hilang kendali. Dia mulai menunjukkan sikap genitnya pada pria - pria tampan ini.


"Benarkah? "


Oh Evie siap mati. Aroma maskulin dari Scott ketika membisikkan kata-kata padanya membuatnya pusing. Dia butuh pelepasan sekarang.


"Ya, " jawab Evie yakin.


"Baiklah, ikut kami. "


Louis dan Scott berhenti menari. Mereka turun dari lantai dan memberikan kode pada Evie.


Undangan dari mereka berdua di sambut antusias oleh Evie. Evie bersumpah rela mempertaruhkan apapun demi mendapatkan malam yang panas dengan mereka berdua.


Scott menggiring Evie ke arah kasino mereka. Tempat itu ramai dan terlihat mewah.


"Kau masih bisa berbalik dan pergi dari sini. Sudah kubilang kami hanya mencari wanita yang menantang bahaya. "


Evie sebenarnya penasaran dengan permainan di kasino. Terutama pada penampilan pria yang terlihat mewah dan wanita yang berkelas tersebar di meja kasino.


Awalnya dia ragu, tapi sentuhan dari Louis dan Scott yang membelai kepalanya sekali lagi membuatnya hilang akal.


"Tentu aku bermain. "


Mereka berdua akhirnya menggiring Evie dalam permainan judi di kasino.


.


.


'Bahkan nenek yang memiliki cucu akan lupa pada umurnya jika dihadapkan dengan kalian berdua. Apalagi wanita bodoh seperti Evie. '


"Sudah waktunya membuat Justine meninggalkan Cerry. Atau aku akan berakhir jika pria itu menyentuh Cerry. "


.


.


.


Justine terbangun ketika mendengar suara berisik dari telepon genggamnya. Dia melihat jika Josh mengirimkan pesan yang menyebalkan.


*Mengapa para pekerja yang seharusnya memulai untuk bekerja melakukan mogok.


*"Oh sial, " guman Justine. Padahal dia ingin mengulang malam panas ini beberapa jam lagi sebelum pagi. Sayangnya bunyi pesan singkat ini menghancurkan rencananya.


Justine melihat tangannya yang merah karena borgol tadi malam. Dia tersenyum dan melihat Cerry tidur disampingnya dan masih menggunakan kostum seksi itu.


"Sayang sekali aku harus segera ke lokasi. proyek, Cerry. Tetapi setelah aku selesai mengurus proyek itu, giliranku yang mengikatmu dengan borgol. "


Justine terpaksa melawan rasa ngantuknya dan keluar dari penthouse. Sungguh dia tidak rela meninggalkan wanita yang telah menjadi objek fantasinya selama ini.


.


.


.


Evie menderita kekalahan yang cukup besar. Tetapi egonya masih tidak menunjukkan jika dia sangat marah. Itu berkat Louis dan Scott yang menghimpitnya ketika bermain.


"Sudah cukup untuk hari ini, Cantik. Kita harus bermain ke permainan yang lebih berbahaya lagi. " Scott memberi Evie martini lagi. Kali ini ada roffies yang di campur di dalamnya. Dan tidak menunggu waktu yang lama, gadis itu sudah dalam keadaan mabuk berat.


"Kau menginginkan dia? " tanya Scott pada Louis.


"Tidak, dia bukan seleraku. Kau saja. "


Scott mendengus, dia mengintrusikan salah satu anak buahnya untuk mendekat.


"Dia milikmu. "


Pria besar dan kekar itu mengangguk. Dia segera membawa Evie ke dalam kamar yang biasa di pakai pengunjung di sini.


Evie yang dalam keadaan tidak sadar menjerit menikmati pelayanan dari anak buah Scott.


"Yah begitu. Terus.... "


Dalam kondisi tidak sadarnya dia mengira jika telah tidur dengan Louis dan Scott.


Tbc


Aduh sumpah aku super sibuk dan hampir ga da waktu. Jadi maaf klo telat upnya