
Seperti yang John ucapkan, Scott muncul di mansion. Dia tetap tampil suram, tanpa senyum dan angkuh. Namun ada yang berbeda, kali ini arogansinya seperti tertutup sesuatu. Matanya yang biasanya tajam meredup entah karena apa.
Walau menyadari hal tersebut, John tidak berani bertanya. Dia tidak cukup bodoh mencampuri urusan yang diluar pekerjaannya. Yang perlu ia laporkan hanyalah segala sesuatu yang terjadi di rumah ini.
''Tuan, perawat anda sudah datang. Jika anda membutuhkan sesuatu, saya akan memanggilnya, " lapor John. Postur tubuhnya tegak dan sempurna. Dia sangat menjaga sikapnya di depan siapapun. Itu bentuk sikap profesional yang selalu ia junjung.
"Baiklah, suruh dia ke sini."
...
Cerry merasa lebih baik setelah beberapa latihan yang ia lakukan. Sistem geraknya tidak lagi kaku dan kaku saat digerakkan. Dia pun bisa tersenyum. Beruntung ia tidak mengalami cidera parah saat mobil yang ia kendari tenggelam.
Permisi nona, tuan Anderson menunggu anda di ruangannya.
"Akhirnya aku akan melakukan pekerjaan yang seumur hidup tak pernah kulakukan," guman Cerry. Dia mulai memakai seragam nurse. Beruntung ia kemarin mendapatkan piyama dari kepala pelayan jadi ia tidak memakai seragam untuk tidur.
"Baik saya akan datang."
Cerry mengikuti langkah kaki John. Dia menyusuri lorong yang di apit pilar dan jendela bertembok bercat artistik. Warna pastel yang hangat menjadikan lorong ini enak untuk dilewati. Hanya saja Cerry tahu kalau di depannya adalah jalan keluar masalah yang saat ini ia hadapi. Bagaimana pun juga ia harus mendekati Scott Anderson agar selamat dari buruan Justine dan Evie.
"Permisi tuan, nona perawat sudah datang. "
Scott menoleh, lalu mendapatkan sosok perawat yang ia rasa tidak seperti perawat pada umumnya. Apalagi warna pirang dan pink yang mewarnai rambutnya.
"Apa kau benar-benar perawat?" tanya Scott.
Cerry tersenyum. "Apa anda terkejut karena ada perawat secantik saya?" tanya Cerry.
Scott terbiasa berhubungan dengan banyak orang salah satunya memiliki sifat over confident atau narsis. Dan gadis yang ada di depannya seperti perpaduan antara narsis dan over percaya diri.
"Tuan, aku tahu kalau aku cantik tapi tidak perlu menatapku seperti itu. Aku kan jadi malu." Yah, Cerry saat ini sedang menarik perhatian Scott. Dia tidak mungkin tampil lemah di saat ingin menarik perhatian orang di depannya. Yang bisa ia lakukan adalah sok jual mahal tapi juga menggoda. Dia ingin main tarik ulur dengan Scott.
"Sebagai seorang perawat, kau sungguh tidak sopan," cela Scott. Hanya saja ia merasa tertarik untuk melihat apa yang akan gadis di depannya lakukan.
'Masa bodoh, aku kan bukan perawat,' batin Cerry.
"Tuan, aku sangat sopan. Datang setelah mendapat ijin dari anda lalu tidak menyerang anda adalah hal yang paling sopan yang aku lakukan sekarang."
Scott agak bingung dengan ucapan Cerry. "Apa maksudmu."
"Lihat saja dirimu. Apa anda tidak mempunyai kaca? anda sangat tampan dan bisa membuat wanita manapun gila. Jadi aku masih mengendalikan diriku adalah bentuk kesopanan terbaik yang aku berikan."
"Apa kau tidak mendengar gosip perawat yang pulang dari sini?" tanya Scott. Dia menunggu jawaban perawatnya.
Cerry mengangguk. "Ya, anda sangat tampan. Mereka selalu bilang kalau anda sangat tampan dan itu sama sekali tidak salah."
"Hahaha ya ampun. Apa kau sedang merayuku?"
"Kenapa aku harus merayu anda? Aku hanya bicara jujur. Lagi pula kenapa aku merayu anda, anda bukan selera saya."
Alis Scott menekuk, agak shok dengan pernyataan itu. Padahal dia adalah impian banyak gadis di luar sana.
"Kau yakin kalau aku bukan seleramu? Banyak gadis di luar sana yang mencoba merayuku."
"Tapi aku bukan gadis di luar sana. Aku ada di dalam mansion anda Sir."
Baiklah, Scott sangat menyukai cara bicara gadis ini. Dia menghibur dengan caranya sendiri.
"Sekarang aku ingin tahu seberapa berguna dirimu. Akhir -akhir ini aku merasa ada yang kosong di diriku. Aku merasa hampa. Padahal aku ada di club, tapi aku justru merasa jauh dari kesenangan. "
Cerry ingin menjitak kepala Scott. Sudah sangat jelas kalau pria ini butuh psikolog, bukanya perawat. Kenapa ada orang aneh seperti ini yang hidup.
'Kamu pasti kebanyakan dosa. '
"Tuan, lebih baik anda refresing. Aku rasa anda sedang jenuh dengan aktifitas anda yang monoton."
"Benar juga."
Cerry melanjutkan ucapannya. "Kalau begitu anda mandi air hangat. Saya akan menyiapkan lilin aroma terapi agar pikiran anda rileks. Lalu anda butuh pijitan di punggung. "
"Kau yakin akan berhasil?" tanya Scott.
"Kita bisa mencobanya. "
Scott pun menurut. Walau apa yang gadis itu katakan seperti mandi spa tapi ia tidak keberatan. Dia pun menuruti Cerry seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
Tbc.
Maaf ya semua bab akan aku rombak agar aman.