Girls Behavior

Girls Behavior
Pelarian.



Cerry bersemangat menunggu hari ini. Pola hidup Scott berhasil ia amati dan hafalkan hingga di luar kepala. Helaan nafas Cerry terdengar berat. Dia tau apa yang harus ia lakukan saat ia berhasil keluar dari markas terkutuk ini. Langkah pertamanya adalah mereset kembali otaknya agar tidak berharap pada orang lain. Terlebih pada orang asing.


Kini ia mengetahui maksud nasehat ibunya ketika bicara tentang orang asing. Jangan pernah percaya terhadap orang asing.


Pelanggaran kecil dari mampu mengubah hidup ke arah yang tak terduga, meskipun bukan hal yang mengerikan tapi tidak bisa dikatakan baik. Pengalaman tentang Scott mengajari dirinya dengan baik. Tidak ada cara untuk kembali ke awal sebab jalan itu telah di tutup oleh waktu.


Manusia tidak mungkin kembali ke waktu yang diinginkan tapi yang bisa dilakukan hanyalah memperbaikinya.


.


Setelah melihat rombongan Roll Royce menghilang dari pandangan, otak Cerry langsung berputar cepat. Kegagalan dalam melarikan diri dari sini bukanlah rencananya. Pertama-tama ia harus mendapatkan pakaian. Ini wajib, dia tidak mungkin melarikan diri dalam kondisi seperti makhluk pra sejarah. Meskipun para hidung belang diluar sana akan menyukainya, Cerry tidak berniat memuaskan mata lapar mereka.


Baik, langkah kedua mengambil cream kocok yang terdapat di kulkas. Beruntung pelayan di markas ini sudah pulang setelah pekerjaannya selesai. Jadi tidak ada yang akan mengawasinya ketika ia akan mengacaukan lensa CCTV. Sempurna.


Cerry mulai menyemprotkan cream kocok ke lensa camera. Dia perlu membutuhkan jeda untuk bersembunyi tanpa dipantau oleh Scott. Dan langkah terakhir adalah mengambil segala kebutuhannya untuk membalas dendam.


Terakhir, ia mulai bersembunyi. Cerry tau sebentar lagi Scott akan kembali. Oleh karena itu dia harus siap di Aston Martin milik Scott. Sesuai kebiasaan Scott, dia akan memakai mobil ini jika tidak sedang bekerja.


.


.


.


"Scott, kenapa kau menolak teleponku! aku merindukan mu Scott! " Wanita berambut pirang berdada besar itu berteriak untuk menarik perhatian Scott. Dia memiliki keyakinan akan tubuh indahnya yang selalu menjadi favorit Scott. Tapi akhir - akhir ini dia tidak mendapatkan telepon dari Scott dan wanita yang bernama Alice itu tau jika ada yang salah di sini.


"Aku tidak berminat, " jawab Scott acuh tak acuh. Ia tetap melanjutkan langkahnya menuju ruang bawah tanah. Di saat Alice yang berprofesi sebagai model itu mencoba menerobos untuk meraih Scott, cengkraman dari body guard Scott langsung menghentikan niatnya.


"Usir dia dari club. "


"Tidak Scott, jangan lakukan ini! "


Apapun yang terjadi pada Alice tidak akan menarik perhatian pengunjung. Mereka terlalu terbuai dengan aksi DJ di lantai menari. Sedangkan yang lain sudah tenggelam dalam alkohol. Mereka di sini hanya ingin bersenang - senang jadi tidak ada waktu bagi mereka untuk melihat drama murahan itu.


Di ruang bawah tanah Louis sudah menunggu dirinya. Senyum mengejek Louis membuat Scott gatal ingin menyumpal mulut Louis dengan dada wanita. Setidaknya itu mampu menghilangkan senyumnya yang memuakkan.


"Hei, jangan melototiku seperti itu. Aku hanya bersimpati pada wanita yang mulai menggila karena merindukan kejantananmu, Scott. "


"Tutup mulutmu. "


"Baiklah, setidaknya sekarang ini aku tidak memiliki saingan, kenapa? Sebab Scott Anderson telah bertaubat. Demi Tuhan hal itu harus dirayakan oleh kaum pria. "


"...."


Scott mulai mempertanyakan otaknya ketika menjalin pertemanan dengan makhlul pirang di depannya. Bagaimana mungkin dia bisa merasa tidak terancam di depan pria menyebalkan bermata biru.