Girls Behavior

Girls Behavior
Bad.



Cerry Pov.


Jika ada yang bertanya, sejak kapan aku bermatamorfosis menjadi wanita penuh dendam dan tidak tau malu. Maka jawabannya adalah sejak aku kehilangan semua harga diriku di tangan pria yang menghancurkan harapan terakhirku.


Kini aku tidak akan ragu lagi dalam mengambil semua resiko untuk mewujudkan ambisiku selama ini. Baik, sebut aku gila. Dendam ini memang sudah memakan jiwa murniku, Aku menggila karenanya. Bayangan kematian orang tuaku seperti cakar tajam yang mengoyak setiap aku bernafas. Aku bahkan rela melompat ke dalam api agar dendamku terbalas.


Sepertinya aku sedikit memahami kenapa Cerry lain muncul dalam tubuhku. Aku yakin jika dia adalah bentuk lain dari kebaikanku yang tidak ada pada diriku. Dia seperti cahaya dan aku adalah kegelapan.


Justine membawaku ke sebuah penthouse di salah satu Avenue Street. Tatapan panasnya mampu membakar tubuhku. Tapi ia tidak menyadari jika dia telah berada dalam bidikan panas seseorang yang sedang berada di dalam Aston Martin di ujung gang sana.


Aku bersumpah jika Scott tidak mencegah Justine bersama dengan gairahnya yang menyala maka aku tidak ragu untuk terbakar bersamanya.


Cerry Pov End.


Normal Pov.


Cerry memandang bangunan kaca, cantik dan berjajar di antara gedung lainnya. Sangat jelas jika Justine tidak hanya ingin sekedar berbicara.


"Aku rasa tadi kau bilang kita hanya akan berbicara, tapi aku tidak pernah mengira jika berbicara yang kau maksud harus berada di penthouses, " ucap Carry cemberut.


Sikap kesalnya terlihat seperti undangan bagi Justine. Pria itu tau hanya dengan lirikan mata hijaunya, pria berdarah panas sepertinya mudah di taklukan oleh tipe seperti Cerry. Sikapnya yang acuh tak acuh namun terkadang menggemaskan membuat pria-pria putus asa.


"Aku hanya memikirkanmu, dari yang kulihat sepertinya kau membutuhkan sesuatu lebih dari sekedar berbicara. "


Dan tatapan Justine jatuh pada tas ransel yang berada di pelukan Cerry.


"Bukan bearti aku harus tinggal di penthouse ini, kau bisa membuatku berada dalam masalah besar. " Cerry menarik nafasnya dan tersenyum sendu, "Jelas kau tau maksudku. "


Ia meraih tangan Cerry dan menciumnya. Aroma segar yang menyenangkan menggelitik hidungnya. Wajah Cerry memerah, hanya ia yang tau penyebab warna merah di pipinya karena rasa jijik dan marah. Sedangkan pria yang dikuasai hormon di depannya mengira jika Cerry merona karena malu.


Segera ia memeluk pinggang Cerry menuju lift VIP yang membawa mereka ke lantai tiga puluh lima.


Di ujung gang sana, Scott sudah benar -benar di bakar amarah.


"Bajingan itu berani menyentuh Cerry ku! "


"Josh, buat dia meninggalkan Cerry sekarang juga! "


Sudah Josh duga, bosnya yang baik ini tidak akan berhenti bertindak seenaknya.


'Lihat hasil sifat tsundere mu, rasakan akibatnya, ' batin Josh. Tentu dia tidak cukup bodoh untuk menyuarakan isi hatinya. Meskipun terkadang pria seperti Scott perlu disadarkan dengan sedikit kejujuran tapi mengena.


.


.


.


Justine mendorong Cerry ke sofa besar berlapis beludru. Dia segera duduk dan tatapannya masih membakar tubuh Cerry.


"Dengar Justine, aku telah mengalami hari-hari yang buruk dan aku tidak ingin semuanya bertambah buruk karena sikap permusuhan dari adiku, " Cerry kembali menyuarakan penolakannya.


Tbc