
Tidak, Morron bukanlah gambaran dirinya. Luois merasa Morron lebih beruntung karena dia mempunyai seseorang yang memberi dia perhatian seperti pria ini. Keadaan Louis lebih mengerikan daripada kondisi Morron. Dia bukan hanya dipaksa untuk bertahan hidup di antara konflik antar kelompok namun dia juga dipaksa harus survive dari permusuhan dari saudaranya sendiri demi menjadi ketua kelompok Black tiger yang terkenal di Italia.
Louis harus hidup di antara kecurigaan dan amarah. Dia muak dengan semua ketegangan yang ada di hidupnya. Tidak ada ketenangan atau seseorang yang mampu memberikan ketenangan, setidaknya kata-kata penenang untuk meredakan gejolak jiwanya yang hampir pecah karena tatapan kebencian yang selalu mengarah padanya.
Demi menghindar dari konflik keluarga, Louis meninggalkan Italia dan bertemu dengan Scott di black market. Mata mereka mengeluarkan hasrat yang sama, ambisi yang sama dan kegilaan yang sama. Diantara perang geng bawah tanah mereka berdua bekerja sama membereskan sisa-sisa kelompok yang bertahan hidup.
Louis yang sendirian, malang dan terancam akhirnya mendapatkan hal yang disebut rumah dan sahabat. Meski dirinya tetap berada dalam dunia hitam setidaknya dia tidak sendirian. Ada teman dan sahabat yang melindunginya, sama seperti dirinya yang akan melindungi Scott.
Di tempat Scott ia menemukan kebahagiaan, kesenangan, tantangan dan kebebasan. Louis menghabiskan waktu senggang bersenang-senang dengan wanita. Dia menjawab tantangan dengan membereskan musuh Scott. Dirinya tidak segan membela Scott dengan berbagai cara. Mungkin cuma itu yang ia miliki sekarang. Hal yang satu-satunya ingin ia pertahankan selain persahabatan Scott dan Josh.
Sedangkan yang Louis lihat pada diri Morron, wanita itu hanyalah kucing liar yang mencari tangan untuk mengelusnya. Dia nampak menyedihkan dibalik sikap arogan yang ia tunjukkan. Dan tangan yang ingin ia dapatkan adalah milik Scott yang sudah tertarik dengan wanita lain. Jadi Louis ingin melihat sejauh apa Morron beraksi dalam menarik perhatian Scott.
.
.
Cerry pov.
"Cerry, " panggil Scott dengan nada serak dan seksinya. Aku merinding saat suara itu terdengar sangat dekat di telingaku. Bibir dan nafasnya yang hangat seperti tidak pernah bosan untuk dilihat. Aku harus mengkasihani mataku yang terus menjadi korban pesona Scott.
'Tidak bisakah seseorang membuat pil anti terpesona pria tampan. Karena jujur saja, di dunia ini hanya wanita yang agak miring yang tidak terpesona oleh pria tampan dan aku termasuk dalam asosiasi ikemen itu. '
"Scott~ apa kau yakin bisa melakukannya... "
"Tenang saja aku sudah beberapa kali menangani kaki keseleo... "
"Tapi aku takut."
"Jadi biarkan tanganku bekerja dengan baik."
Cerry menutup matanya takut dengan pijatan yang pria ini lakukan.
"Scott pelan-pelan aw tidak... oh ini __"
"Kyaa. "
Kletek
"Hah lega, tidak kusangka kau jago dalam memijat ya, sekarang bahuku tidak sakit lagi, " puji Cerry.
"Padahal tadi ada yang memohon untuk berhenti. "
"Itu karena memang agak sakit. Tetapi sekarang sudah lega, leher dan pundakku tidak lagi tegang. "
Cerry mengambil teh hijau dari meja, ia menghirup aromanya sekilas dan meminumnya sedikit demi sedikit.
Scott mendudukkan dirinya di sebelah Cerry, ia meletakkan surat kabar yang berisi tentang Justine.
Mata hijau Cerry membaca judul surat kabar yang tercetak dengan tebal.
"Jadi dia sekarang bangkrut? "
"Benar, " jawab Scott acuh tak acuh. "Sekarang dia tinggal di kawasan kumuh bersama keluarga Wood. Mereka menjadikan dia budak keluarga karena membuat perusahaannya bangkrut. "
"Huh?"
"Keluarga Wood sangat kejam meskipun terhadap darah dagingnya, mereka menghukum Justine dengan cara terburuk." Cerry bahkan tidak membayangkan kehidupan Justine setelah itu.
"Wow, sekejam itu? "tanya Cerry, "Akhir yang tidak pernah aku pikirkan untuknya. Aku hanya mengira dia akan jadi gelandang saja. "
"Kau ingin menemuinya? " tanya Scott.
"Sama sekali tidak. Aku tidak ingin berhubungan dengan pria itu lagi. Aku lebih suka menghabiskan waktu bersama mu dan teman -temanku yang baru."
Scott tersenyum lembut lalu mencium kening Cerry lembut. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelum bertemu dengan Cerry.