
Cerry Pov.
Rasanya aku ingin menghilang dari mobil ini. Atmosfer disini terlalu mencekam dan memancing. Bagaimana aku harus bertahan dengan pria yang memancarkan gelombang sensual, dan godaan **** yang hebat ini. Aku bahkan mati-matian menjaga diriku agar tidak menjadi gila.
''Kita akan kemana? " tanyaku. Aku harus memecah kesunyian ini agar tetap fokus dan tidak tergoda untuk melihat sesuatu yang menggembung di balik celana bahan yang dikenakan Scott.
"Bisakan aku menyediakan salah satu penthouse terindah di kota ini untukmu? " tanyanya, " Membiarkanmu tinggal di penthouse milik Justine itu seperti hukuman mati padaku. "
"Sebesar apa kau menginginkan aku pindah dari sana? " aku mulai memancing Scott. Aku menatap matanya yang indah dan berkilat tajam.
"Sebesar aku ingin memasukimu sekarang, "jawabnya dengan aksen seksi yang bisa membuat wanita berlutut untuk dicintai. "Tapi aku tidak akan melakukannya sampai mendapatkan ijinmu. Hanya saja aku membutuhkan air dingin pada akhirnya. "
Aku tertawa, ini menyenangkan ketika mengetahui jika seseorang memiliki keinginan yang sama dengan mu. Dia bahkan tidak ingin menggantikanmu dengan wanita lain yang terbiasa mengerubunginya.
"Bagaimana jika aku mengijinkannya, tapi hanya untuk beberapa menit? "
"Maka aku akan mendorong diriku ke dalam tubuhmu dengan keras hingga kau tidak akan merasakan cukup hanya dengan beberapa menit itu, " dia menjawab dengan mata yang berkobar. Aku merasakan jika gairahnya ikut menginfeksi diriku bersamaan dengan kilau harapan.
Ini membuatku merasa sangat diinginkan.
"Bagaimana jika aku mengijinkan saat ini juga. "
Ucapanku di jawab dengan tindakannya yang dramatis.
"Kau tidak boleh menarik kata-katamu Cerry. "
Scott memerintahkan sopir berhenti di hotel Hy**t. Dia segera check in dan membawaku ke lift hotel menakjubkan itu.
Scott mengunci pintu dan melemparkannya sembarangan. Aku yakin kami akan memiliki kesulitan saat akan chek out nanti.
Melihat tatapan laparnya aku yakin ini tidak akan cukup hanya beberapa menit. Dia mulai menelusuri kulitku dengan jarinya, membelai pelan dan menemukan resleting pada gaunku yang di sempurnakan blazer. Menariknya sekaligus melepaskan blazer baru ini.
"Kau sangat indah Cerry. Tak terhitung berapa kali aku memimpikan hal ini."
"Begitukah? "
"Aku begitu bodoh karena mengecewakanmu, Sayang. Sekarang aku harus menebus kesalahan ku itu. Berpisah denganmu menyakiti ku dengan kejam. "
"Aku menyesal -"
"Shhtt, jangan menyalahkan dirimu. Satu-satunya orang yang bersalah di sini adalah aku. Sekarang biarkan aku mencintamu dengan baik sekarang. "
Tubuhku bergetar. semua ucapannya berhasil mengikis ketakutan yang timbul secara otomatis ketika berada di dekatnya. Berada di dekatnya adalah sesuatu yang membuatku bungung dan tidak tau apa yang aku inginkan.
Langkah terakhir Scott berhasil. Tubuhku sudah telanjang sempurna. Aku harus memejamkan mata untuk merasakan setiap gerakan lidah Scott pada kulitku.
"Ini begitu manis. Aku ingin mencicipi setiap inci tubuhmu. "
Scott berubah menjadi brutal. Kata-kata kotor terlontar dari bibirnya. Dia menggumankan betapa dia menyukai ku dan mengumpat kembali mengatakan padaku jika bercinta denganku adalah hal terindah yang pernah ia rasakan. Anehnya ucapan kotor dan umpatannya mampu membangun hasratku berkali-kali lipat.
"Aku akan memulainya Cerry. Aku tidak akan memberimu waktu untuk beristirahat hingga kau akan terus menjeritan namaku. "
Scott mengangkat kakiku ke pundaknya dan memasukkan benda solit yang sedari tadi ingin bergabung dengan tubuhku dengan keras hingga batas maksimal yang bisa ia masuki. Aku bergetar dan berteriak kencang sekaligus mengumpat.
Scott membuktikan ucapannya. Aku tidak bisa beristirahat tapi aku menyukainya. Beberapa menit sekarang sudah berlalu menjadi beberapa jam. Dan Scott masih belum puas menanankan cairannya padaku.
Baru aku sadari jika dia tidak menggunakan pengaman dan dia juga tidak memberiku pil pencegah kehamilan seperti yang ia lakukan padaku ketika berada di markasnya.
Aku terengah-engah, tersenyum dan puas. Ku lihat matanya bersinar dengan kebahagiaan. Tetapi aku harus merusak itu untuk berita buruk yang terjadi akibat kelalaian kami.
"Scott, kau tidak memakai pengaman. "
"Kau tidak keberatan?"
"Sama sekali tidak. "
"Apakah anak ini tidak menakutimu seperti halnya pria lain yang bisa gila jika wanita yang ia tiduri hamil? "
"Aku hanya menggila jika kau bersikap manis pada **** itu. Aku tidak bisa membiarkan dia menyentuhmu dengan bebas sayang. Ijinkan aku membereskan pria itu untukmu. "
"Tidak sekarang, aku ingin Evie merasakan bagaimana dikhianati dan terlempar keluar dari kemewahan yang selama ini memanjakannya. " Scott membelai bibirku.
"Berjanjilan tubuh ini hanya untukku. "
"Hei, itu tidak adil. Pada saat kau bisa melakukan dengan beberapa wanita, aku harus menjaga tubuhku untukmu?" aku membantah sambil memberikan tatapan menggoda.
"Tidak ada yang lain Cerry. Tidak akan pernah ada. Juniorku telah mengenali pemiliknya. Dia tidak pernah bereaksi untuk wanita lain. "
"Jika kasusnya seperti itu, aku bisa mempertimbangkannya. "
Ternyata sangat menyenangkan menggoda Scott. Ada sisi kekanakan yang belum pernah aku lihat selama ini. Aku bahkan tidak yakin jika pria ini adalah orang yang sama yang menunjukkan dominasinya di markas.
"Berjanjilah Cerry. "
"Baiklah. Aku menyerah, tidak akan ada pria yang menyentuhku selama tidak ada wanita yang mengelilingimu. "
"Deal. " Jawabnya. Kami melanjutkan putaran percintaan panas selanjutnya dengan mengabaikan waktu yang terbuang.
.
.
.
Normal Pov.
Evie berusaha menghubungi Justine yang menghilang entah kemana. Sudah dua hari ini tunangannya tidak menghubungi dirinya.
tut tut tut.
"*Halo? "
*"Demi Tuhan, akhirnya kau menjawab teleponku Justine. Darimana saja kau, di sini telah terjadi bencana dan kau menghilang. Lelucon apa ini Justine? "
"*Apa yang terjadi. Aku tengah meninjau lokasi yang hendak aku ajukan untuk tuan Josh. Aku harus mendapatkan proyek rencana membangun club dan kasino Anderson. "
*"Baik, tapi Cerry telah kembali dan dia sekarang menguasai sebagian saham yang sebelumnya berada dalam kekuasaan ku. Posisiku sekarang tidak menguntungkan Justine. "
"*Sebaiknya kau bersikap tenang, tanpa ada aku di sana, kau jangan membuat masalah. "
*"Baiklah. "
Evie meletakkan teleponnya. Dia agak jengkel dengan sikap Justine yang acuh tak acuh.
"Baiklah, aku akan menunggu Justine kembali untuk menghancurkan Cerry. "
Tbc
Aku ucapkan terimakasih ya. Ternyata playing danger banyak yang berminat.