
Di kamar sebelah Scott melototi Cerry melangkahkan kakinya yang berbalut sepatu boot berhak tinggi ke arah Scott. Matanya dengan jelas menunjukkan jika dia sangat cemburu melihat pakaian cat women dan topeng yang sialan seksi itu. Siapapun penjahitnya, dia telah bekerja dengan baik dan pantas untuk dihargai.
Itu adalah apa yang dipikirkan Scott sekarang, tetapi tidak untuk menit berikutnya. Scott lebih suka jika Cerry berada di kamarnya dan melepas kostum itu. Dan hanya menyisakan sepatu boot cantik yang ia kenakan. Banyak posisi yang tampak seksi ketika seorang wanita memakai sepatu berhak tinggi itu dan Scott tidak sabar mempraktekannya.
"Berhenti melototiku Scott, semua berjalan dengan baik. "
"Benar, tapi tidak untukku. Aku sangat kesal hingga butuh samsak sekarang. "
Cerry mengangkat bahunya, "Apa yang salah, rencanaku sempurna? "
Scott menarik Cerry yang berdiri tidak jauh darinya. Tangan kekarnya entah bagaimana mampu membuatnya duduk di pangkuan Scott.
"Aku membenci mata Justine yang beruntung karena bisa melihatmu seperti ini. Penampilan ini seharusnya hanya aku yang boleh melihatnya. Rasanya aku tidak bisa berdamai dengan rasa cemburuku. "
'Scott dan rasa cemburunya. Sangat menyebalkan. '
"Apa kau cemburu?" tanya Cerry. Memang wajar kalau ia cemburu tapi ia sama sekali tidak melakukan hal yang dramatis.
"Bagaimana aku tidak cemburu?" gerutu Scott..."
"Aku kan tidak bersama Justine. Ada gadis lain yang menggantikan ku. Jadi apa yang membuatmu cemburu."
Scott tidak bisa menjelaskan. Mungkin sifat prosesifnya yang berlebihan yang membuat ia cemburuan.
"Aku hanya cemburu itu saja. "
Cerry terkekeh. Dia merasa tindakan Scott sangat imut. Dia cemberut tapi berwajah dingin. Paduan ekspresi yang tidak biasa.
"Hei kau bisa mengirim dia pergi ke tempat yang jauh dengan alasan bisnis. Dan kita akan menyelesaikan rencana dengan cepat."
Cerry tidak sabar menantikan kehancuran Justine. Pria kejam itu sudah waktunya mendapatkan hukuman. Demi harta ia sanggup menipu semua keluarganya.
"Pada saat ia mendapatkan hukumannya, apa yang akan kau lakukan?'' tanya Scott.
"Tidak ada. Aku merasa lega dan mendapatkan pria yang aku cintai. Jadi apa lagi yang aku inginkan. Aku sungguh bersyukur bertemu dengan mu."
"Demikian pula denganku. Andai saja aku tahu eksistensimu sejak dulu maka aku pasti akan mencarimu. "
Cerry terkikik. Dia merasa tersanjung dengan ucapan manis Scott. Dia sungguh tidak mengira kalau pria yang dulu keras kepala dan kejam bisa menjadi semanis ini. Baginya ini keajaiban.
"Apa kau tidak memeriksa keadaan gadis yang kau sewa?" tanya Scott.
"Tidak perlu. Dia pasti sudah sangat profesional. "
Scott diam-diam merasa kasihan pada Justine. Entah apa yang ia lakukan kalau tahu jika wanita yang bersamanya hanyalah gadis yang menggantikan Cerry.
'Itu bukan urusanku. Yang terpenting Cerry aman bersamaku.'
Ya Scott tidak akan membiarkan Justine mendekat pada Cerry. Dia akan mengirim pria itu pergi secepatnya ke wilayah yang lain. Jadi Cerry bisa tenang. Setelah rencananya berhasil, ia akan menikahi Cerry.
Mendadak wajah Scott menjadi merah. Dia tidak menyangka akan memikirkan tentang pernikahan. Namun jika melihat Cerry, ia tidak sanggup untuk tidak mengikat gadis itu dalam hubungan yang legal. Dia tidak mau Cerry diambil pria lain.