Girls Behavior

Girls Behavior
Bonus Chapter 4



"Aaaaaagghhh. "


"Mengapa kau menghamiliku Scott. Ini sakit sekali. Aw! "


Scott hanya diam membeku melihat Cerry kesakitan saat menghadapi pembukaan kelahiran bayinya.


"Maafkan aku lain kali kau boleh menghamiliku. Maksudku itu, aku..."


'Dasar bodoh, ' batin Josh, Louis, Morron dan Konnan.


"Dokter, lakukan sesuatu. Istriku kesakitan! " Scott memberikan tatapan spikopat pada dokter dan para perawat. Bahkan Louis dan Josh mati-matian menyembunyikan senjata Scott. Mereka takut Scott bunuh diri karena tidak tahan dengan teriakan Cerry atau meledakkan Rumah Sakitnya karena frustrasi.


"Kita bisa melakukan operasi, " saran dokter.


"Tidak! aku ingin melahirkan dengan normal, " tolak Cerry.


"Kalian keluarkan, aku hanya ingin Scott yang berada di sini. " Cerry memerintah seolah bos besar mengintrusikan pada anak buahnya.


Hal itu dimanfaatkan oleh Josh dan Louis untuk menggoda Scott.


"Aku akan menyiapkan pemakamanmu, jangan khawatir, " bisik Louis.


Sedangkan Josh dia hanya memberikan gerakan memotong leher.


Morron memandangnya iba. "Ada kata-kata terakhir? "


Sedangkan Konnan menepuk pundaknya. "Selamat berjuang. "


Pintu kamar Cerry tertutup. Itu bagaikan amesti bagi Dokter dan sahabat Scott. Mereka sudah cukup menjadi korban kekejaman Scott yang panik.


Sebut saja Louis, Scott menyuruhnya untuk membawa berbagai botol wine di ruangan Cerry. Kemudian Scott menyuruh Louis memanggil bartender. Dia terus melakukannya sampai sepuluh kali karena Scott tidak menyukai racikan mereka. Mereka bahkan curiga jika yang melahirkan adalah Scott bukannya Cerry.


Kemudian Josh. Nasib malang juga tidak lepas dari Josh. Pria itu harus rela digigit Cerry yang ingin menggigit Scott namun pria itu di kamar mandi.


"Leganya... "


Glontang plakkk duaggh...


Akh sakit Sayang.


Glek.


Mereka bertempat memucat mendengar suara mengerikan dari kamar Cerry. Mereka membayangkan bagaimana Cerry menyiksa Scott dengan brutal. Bisa jadi Scott hanya tinggal nama saja ketika Cerry siap melahirkan.


"Bayi yang tampan, lihat wajahnya yang imut dan rambut hitamnya. "


"Dia memiliki mata Cerry. "


"Kuharap dia tidak gila seperti ayahnya. "


"Benar, kasihan sekali kau nak memiliki ayah seperti dia. "


"Hei, kalian--"


Oeek Oeek...


Syutt..


Cerry buru - buru menenangkan bayinya. Dia menyusui anaknya yang baru lahir itu. Sayangnya bayi itu seolah merasakan tatapan iri dari ayahnya yang juga menginginkan asi nya. Setiap kali Scott mendekat pada Cerry, bayi Ethan selalu menangis.


Hal ini kontan menjadi bahan ejekan Josh dan Louis. Mereka tidak akan melewatkan kesenangan membully Scott. Terlebih Scott tidak berani marah jika dihadapan Cerry.


"Seorang bayi memang tau jika ayahnya adalah **** yang beruntung. " Louis menyeletuk.


"Benar, bahkan disaat seperti ini dia menginginkan asi mu Enthan. Beri dia pelajaran jagoan. "


Cerry terkekeh melihat mereka bertiga. Mereka memang keluarganya saat ini. "Hentikan tatapan cemburumu Scott, anakmu lebih membutuhkannya. "


"Bisakah kalian diam. Aku hanya ingin melihatnya minum Asi. Bukan lainnya. "


Cerry, Josh dan Louis hanya mendesah. Orang buta pun tau jika Scott saat ini sangat cemburu dengan bayinya. Louis bahkan sudah melihat daftar susu formula yang dibuat Scott untuk bayinya.


'Aku tidak akan menjadi ayah yang buruk seperti Scott. '


'Dasar gila. Baru kali ini aku melihat ayah yang iri melihat bayinya meminum Asi istrinya. '


'Sahabatku memang tidak bisa diselamatkan otak mesumnya. '


"Pergilah Scott, " ucap mereka bertiga serentak.


Scott terpaksa keluar karena tatapan tajam ketiga orang itu.


"Louis, Josh kalian pengkhianat."


End