
Badan yang sakit tak lagi terasa mengerikan bagi Cerry. Walau seluruh tubuhnya serasa remuk, tak menghentikan Cerry untuk mengayun kakinya ke arah pintu bangsal kamar rumah sakit ia dirawat. Cerry yang mendapati dirinya masih hidup merasa yakin kalau Tuhan memberinya kesempatan untuk menghukum para pendosa itu. Dan ia tidak akan menyia-nyiakan hal ini.
"Bagaimana aku harus keluar dari sini agar tidak dicurigai?' tanya Cerry.
"Ayo berpikir Cerry..." guman Cerry. Dia berjalan tak tentu arah, secara ta tak sengaja ia berhenti di ruang perawat.
"Apa!? harus merawat keluarga Anderson? mana berani aku?"
"Aku juga tidak mau. Para perawat yang pulang dari mansion Anderson sangat trauma tapi mereka tidak berani mengatakan apa penyebab trauma mereka."
Cerry mendengar percakapan dari arah ruang perawat. Hal itu cukup menarik perhatiannya karena nama Anderson disebut dalam percakapan pada perawat di ruangannya. Keluarga yang memiliki kerajaan ekonomi di Manhattan. Dia bahkan kewalahan mempertahankan produk perusahaan White kala perusahaan Anderson juga meluncurkan produk baru.
"Eh ada tanda darurat di kamar nomor 18. Ayo segera ke sana.''
Cerry menyembunyikan diri di balik pintu. Lalu keluar ketika para perawat sudah meninggalkan ruangan mereka. Cerry masuk dan mengambil surat rekomendasi untuk merawat tuan Anderson. Ia memutuskan untuk menyamar menjadi perawat demi mendekati pria itu.
Cerry menulis catatan kalau ia yang akan menggantikan perawat. Kemudian mencuri seragam perawat dan berganti baju. Dengan seragam ini ia tidak akan dicurigai meski keluar dari rumah sakit.
"Tunggu dulu, aku tidak punya uang untuk naik taxi, " gerutu Cerry. Terpaksa ia mengambil uang dari tas perawat. Dia mengambil satu dolar di tiap tas perawat tadi.
"Maafkan aku. Aku terpaksa melakukannya. Kalau aku mendapatkan uangku lagi aku pasti akan membayar double."
Setelah mengatakan itu Cerry berjalan keluar. Wajahnya semakin pucat kala rasa nyeri di tubuhnya tetap terasa. Dia tetap bertahan berjalan kaki keluar rumah sakit karena memikirkan balas dendam semata.
Ketika ia sampai ke depan rumah sakit, suara yang kenali mendadak terdengar. Evie dan Justine nampak masuk dengan terburu-buru.
"Bagaimana ia bisa keluar dari rumah sakit?! bukankah ia masih tidak sadarkan diri..." gerutu Evie.
"Kita harus cepat menangkapnya kembali, sekarang ayo kita menemui pihak rumah sakit. "
Cerry tahu kalau dirinya sudah ketahuan mereka berdua. Jadi dia menghentikan taxi yang lewat. Apalagi sekarang ia melihat kalau para petugas keamanan rumah sakit seolah mencari seseorang.
"Taxi, tolong ke mansion Anderson."
"Kira-kira apa yang harus aku lakukan pada Mr Anderson ya?" tanya Cerry. Dia mulai panik karena tidak tahu apapun tentang keperawatan.
'Sudahlah, itu dipikirkan nanti. Saat ini yang terpenting adalah bersembunyi terlebih dulu.'
"Kita sudah sampai Nona," ucap sopir Taxi itu.
Cerry mengangguk dan membayar. Dia pun keluar dari Taxi.
"Wow."
Cerry serasa akan memasuki kastil Frederikborg. Megah dan luas. Halaman yang dihias tanaman hijau menjadikan kastil itu tidak terlihat menakutkan. Sangat mirip dengan mansion yang ia lihat sekarang.
"Ada perlu apa nona?" salah seorang penjaga pintu pagar mendekati Cerry. Dia adalah salah satu anak buah Scott yang pastinya tidak akan mentoleransi siapapun memasuki teritorial Scott Anderson.
"Aku adalah perawat yang akan ditugaskan untuk merawat keluarga Anderson. "Cerry menunjukkan surat rekomendasi yang ia curi dari ruang perawat.
"Oh, baiklah. Silakan masuk. Aku akan bertemu dengan kepala pelayan di sana."
Cerry mengangguk dan menarik nafas panjang dengan pelan. Langkah pertama berhasil dan untuk selanjutnya ia akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan Anderson di pihaknya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Perkenalkan, aku Josh. Kepala pelayan mansion. Silakan ikut kami ke kamar yang sudah kami siapkan."
John memperkenalkan dirinya dan ia merasa senang karena akhirnya ada perawat yang mau merawat Scott. Sudah banyak perawat yang menolak dan memilih berpindah dari pada merawat Scott. Dia mengherankan sebab Scott memang menghukum siapapun termasuk musuhnya di depan para perawat. Jadi ia meninggalkan trauma berat pada para perawat malang itu.
"Baik."
Walau kaki Cerry masih kaku dan sakit, dia memaksakan diri untuk tersenyum dan bertindak profesional.
"Di sini kamar anda. Silakan istirahat. Aku rasa tuan Anderson tidak akan pulang malam ini, jadi anda bebas hari ini."
Informasi yang sangat disyukuri Cerry jadi ia bisa beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Dia perlu melatih anggota geraknya yang kaku dan serasa tidak nyaman. Tidak sadarkan beberapa hari dan melarikan diri bukanlah kombinasi yang tepat. Seharusnya ia terapi lebih dulu baru berjalan.