Girls Behavior

Girls Behavior
Lolos.



Sesuai dugaannya, Scott pasti datang. Suara mesin dari mobil yang ia tumpangi menunjukkan kedatangan Scott. Suara mesin mobil berhenti, sesaat kemudian langkah laki beberapa orang yang turun dari mobil terdengar berisik.


"Kalian tunggu di sini! "


Cerry terkejut dengan suara dingin dari pria yang sering menidurinya. Dia tidak mengira jika bariton seksi yang memanjakannya saat bercinta kini seperti mengeluarkan ancaman yang mengerikan.


"Baik. "


Scott segera masuk ke dalam bangunan utama. Langkahnya langsung menuju ke kamar Cerry__ yang berada di lantai satu__ tepat di samping kamarnya.


"Cerry, " panggil Scott pelang.


"Cerry! " Suaranya semakin keras ketika suara yang ia harapkan tidak kunjung menyauti panggilannya.


Prank!


Brak!


Bukan lagi suara teriakan yang terdengar, kali ini pecahan benda -benda ikut terdengar mengimbangi raungan marah Scott.


"Kerahkan semua anak buah di kota ini, cari Cerry secepatnya! ""


Kemarahan yang meluap mengikis ketampanan dan aura sensual yang dimiliki Scott. Semua di gantikan dengan ekspresi membunuh seperti hades yang menjelma di tubuh Scott.


Josh yang kebetulan ingin membahas perkembangan proyek sangat terkejut dengan kondisi mengerikan Scott. Sudah lama ia tidak melihat bos-nya ini mengeluarkan pandangan mematikan.


Sebagai orang yang mengenal baik Scott, ia tau betul bagaimana menghadapi kemarahan Scott.


"Kita ikut mencarinya, Tuan. "


Scott yang kalut dan marah tidak menjawab saran Josh. Langkahnya tetap tenang dan masuk ke Aston Martin.


'Sesuai dugaan, ' batin Cerry.


Suara deru mobil menandakan kemenangan Cerry atas keberhasilan rencananya. Sesaat lagi ia harus mengucapkan salam perpisahan pada perjara mewah itu.


Pria tampan, seks, barang bermerek, mereka semua bukanlah akhir yang ingin di raih Cerry. Hanya dendam yang ia inginkan. Jika saja Scott mau memberikan janji manis untuk membantunya maka Cerry bersumpah ia akan mengikuti Scott seperti anak burung yang baru menetas.


.


.


.


Mobil berhenti, Cerry tinggal menunggu suara pintu mobil di banting sebagai tanda seseorang keluar dari Aston yang seksi itu.


Yah, tinggal selangkah lagi. Demi Tuhan ini membuat frustrasi.


Dan akhirnya, suara yang ia nantikan telah terdengar. Cerry yakin jika perasaannya saat ini sama akan sama dengan perasaan ketika ia mendengar berita kehancuran Justine.


Perlahan ia membuka bagasi mobil yang sialan mewah ini. Untungnya ia sempat mengotak-atik mobil ini agar ia tidak terjebak dan terkunci di sini.


Setelah mengintip sebentar lalu memastikan semua aman, Cerry membuka bagasi itu dan segera melarikan diri.


Rupanya Scott berhenti di sebuah Club malam yang cukup terkenal. Dulu ia sering bersenang -senang di The Press Club bersama teman-temannya. Dugaan sementara yang terbesit adalah Scott memilik club ini.


Bagus sekali, semua terasa sempurna jika berbicara dalam hal menyudutkannya. Jika ia tidak bersembunyi dengan benar maka pria pemilik club yang rata-rata memiliki koneksi dunia bawah tanah akan menemukannya secepat ia menenggak wine.


Cerry tergesa-gesa memanggil taxi. Ia tahu jika hanya kendaraan ini yang bisa dengan cepat membawanya menjauh dari Club dan Scott.


Di dalam Taxi, Cerry mengamati pemandangan luar jendela. Kereta bawah tanah adalah tujuan selanjutnya. Dengan begini Scott tidak akan menemukannya dengan mudah.


"Apa itu kau cerry? "