Girls Behavior

Girls Behavior
Another Love Story.



Ketika waktu berjalan, kadang manusia bahkan tidak sadar jika melewatinya dengan sia-sia. Sama halnya dengan Louis, dia akhir - akhir ini lebih suka mengurus proyek pemerintah yang dimenangkan oleh perusahaan Anderson dan sesuai keputusan Scott, tender ini dikerjakan dengan cara berkolaborasi agar White inc. kembali stabil.


Josh mengetahui jika ada yang mengganggu Louis. Sudah seminggu ini pria pirang itu terpaku pada telepon genggamnya. Dia seperti mengharapkan telepon dari seseorang dan Josh yakin jika seseorang yang diharapkan oleh Louis adalah wanita yang istimewa.


"Sudah lama aku tidak melihat kerumunan wanita mengelilingimu, Louis. Apa kau sudah bertobat? "


Louis, "..."


'Dia kembali melamun, ' batin Josh.


Dari mejanya Scott juga memperhatikan penampilan Louis yang sering melamun. Menurut pengalamannya hanya ada satu alasan yang bisa membuat pria brengsek seperti Louis terdiam seolah tanpa nyawa. Oleh karena itu Scott ingin membuktikan teorinya.


"Siapa wanita itu? " tanya Scott.


"Morron, "jawab Louis spontan. Beberapa detik kemudian dia terkejut karena keceplosan bicara. Dia menatap kedua sahabatnya dan hanya mendapatkan sorot mata menggoda dari mereka berdua.


'Sial. ' Louis merutuki mulutnya.


Scott dan Josh menyeringai saat mengetahui kebenaran yang dipendam oleh Louis. Akhirnya mata mereka akan bebas dari sekumpulan wanita yang berkerumun dan hanya menginginkan kejantanan.


"Apa? aku hanya asal bicara, " sanggah Louis.


"Hei, aku tidak bilang apapun. " Josh berpura-pura membaca file.


Tetapi Scott bukan type yang melepaskan kesenangan untuk menggoda Louis. Sudah lama ia ingin balas dendam karena dulu sering diolok-olok Louis.


"Emosimu tidak stabil. Aku akan memesan beberapa wanita untukmu, aku yakin mereka akan kembali mendinginkan otakmu, " ujar Scott. Dia bersumpah jika Louis saat ini ingin sekali menembak kepalanya. Tetapi dia pura-pura acuh tak acuh. Scott mengambil telepon dan memencet tombol untuk menghubungi para wanita yang siap tempur dengan Louis.


"Hentikan Scott, ini tidak lucu! "


"Apanya yang lucu? " tanya Scott dengan muka serius dan demi Tuhan Louis ingin sekali menonjok wajah serius yang sok polos ini.


"Baiklah baiklah aku menyerah. Okey aku saat ini tidak berminat dengan wanita lain kecuali Morron. Dia mencuri duniaku, ketenanganku dan gairahku... Apa kalian puas! " ucap Louis menggebu-gebu. Dia bisa gila memiliki teman yang menyebalkan seperti ini.


.


.


.


Di sisi lain, hubungan Cerry dan Morron menjadi erat setelah kejadian itu. Morron menyesal dan meminta maaf pada Cerry. Terlebih ketika dia melihat Cerry berusaha menolongnya ketika dia diperkosa Justine. Dari sini dia tau jika Cerry gadis yang baik.


Morron sering mengunjungi Cerry dan ikut merawat luka-lukanya. Wajah Cerry memang sudah mulai sembuh, tinggal beberapa lebam yang belum memudar. Rambut golden pink panjang kesukaannya juga dirapikan sebatas bahu.


Seperti hari sebelumnya, Morron mengunjungi Cerry. Gadis itu selalu bertanya-tanya tentang Louis pada Cerry. Apapun yang di ceritakan oleh Cerry maka Morron akan menghafalnya di luar kepala.


"Jadi aku rasa Louis pria yang liar tapi cerdas. Dia mampu mengatasi krisis di White inc dengan ide briliannya. "


"Lalu apa tipe kesukaan Louis? " tanya Morron.


Cerry berkedip, dia tau jika wanita ini menaruh hati pada Louis. Jadi dia tidak mungkin bilang kebenaran padanya.


'Asalkan wanita itu memiliki lubang, Louis tidak keberatan menidurinya, ' batin Cerry.


"Ku rasa dia suka gadis yang tampil apa adanya. "


'Benar, sangat apa adanya alias telanjang. Dia pasti sangat menyukai gadis seperti itu, ' batin Cerry.


"Lalu? " tanya Morron dengan mata berbinar.


"Mungkin cerdas dan pandai menempatkan diri. "


'Terlebih cerdas dalam memberikan *** di manapun dia berada.'


"Kau jatuh cinta pada Louis? " tanya Cerry. Dia tidak ingin bersikap bodoh pada Morron.


"A-aku... " gagap Morron.


"Ikut aku..." Cerry menarik tangan Morron. Sebelumnya dia mengirim pesan pada Scott untuk melakukan sesuatu.


**Buat Louis mengakui perasaannya pada Morron sepuluh menit dari sekarang. Aku membawa Morron ke kantormu.


Massage send**...


Mereka tiba di pintu kantor Scott setelah melewati lift bawah tanah. Sebelum mereka berdua masuk, Cerry dan Morron mendengar teriakan Louis dari dalam kantor.


*'Baiklah baiklah aku menyerah. Okey aku saat ini tidak berminat dengan wanita lain kecuali Morron. Dia mencuri duniaku, ketenanganku dan gairahku... Apa kalian puas! " *


Morron segera mematung mendengar ucapan Louis. Cerry membuka pintu diam-diam dan hanya mendapatkan Scott dan Josh yang bertos ria, sedangkan Louis memucat melihat Morron yang memerah.


Karena malu, Morron berbalik dan melarikan diri dari sana. Rupanya Louis masih shok. Tendangan di bokongnya yang dilakukan oleh Josh berhasil menyadarkan pria pirang itu.


"Cepat kejar!! " teriak Josh, Scott dan Cerry.


"Oh sial, " umpat Louis. Dia segera mengejar Morron yang masih belum jauh.


"Pasangan yang menggemaskan, " cetus Cerry. Dia merangsek maju dan mendudukkan bokongnya pada Scott. Sedangkan Scott dengan senang hati melingkarkan tangannya pada pinggang Cerry.


"Aku sebaiknya pergi. " Josh meninggalkan mereka berdua, dia tidak ingin menjadi roda ketiga love bird itu.


"Jadi, menurutmu apa yang akan dilakukan Louis? " tanya Cerry.


"Dia pasti berhasil membawa Morron ke Limo dan bercinta di sana, " jawab Scott.


"Tidak mungkin, ku rasa dia akan lebih sopan. Pasti Louis membawa Morron ke hotel. "


"Berani bertaruh? "


"Apa taruhannya? "


"Jika aku menang kau harus menikahiku, " ucap Scott.


Cerry menaikkan alisnya, " Jika aku menang? "


"Aku yang akan menikahimu. "


' Itu sama saja. ' Cerry membatin dan cemberut.


"Ku rasa taruhannya menarik. Aku ikut. "


****


"*Kau di mana Louis? *"


"Limo dan bisakah kau tidak mengganggu...!? "


"*Okey, *" jawab Scott dari pesawat telepon.


Dari situ dimulailah lamaran yang menyedihkan dan tidak romantis ala Scott. Cerry harus mendesah karena terjebak oleh Scott.


"Aku menang Nyonya Anderson. "


Tbc