
Cerry pov.
Sudah saatnya aku menunjukkan diriku pada Justine. Berniat memberikan dirinya kejutan yang menyenangkan. Membuatnya menyesal dan melemparkannya dirinya ke jalanan. Ha, Sempurna.
Aku sudah sangat siap menyambut hari ini. Bisa dibilang aku menunggu hari ini di setiap detik yang aku lewati. Mengabaikan rasa gatal karena tidak tahan untuk melemparkan tatapan sinis pada kehancurannya.
Pada saat Scott mengatakan jika Louis berhasil mendapatkan saham Evie maka secara otomatis perusahaan White tidak ada hubungannya dengan Justine. Hal itu membuatku tenang. Memang sudah waktunya para penjahat itu mendapatkan hukumannya.
Tinggal satu langkah terakhir yang Scott ambil dan Justine benar-benar tamat.
Scott, priaku memang berbahaya. Pria itu mendapatkan saham sekaligus uang dalam satu tembakan. Tetapi disitulah pesona yang sesungguhnya. Dia tampak seperti harimau yang bersembunyi di kegelapan, begitu eksotis dan menakjubkan.
Di pantai ini, dia memutuskan untuk memberiku ketenangan dari segala konflik yang bernaung pada diriku. Memang aku akui jika satu-satunya yang kacau disini adalah aku dan dendamku. Kurasa Scott ingin menghapus semua dan membiarkan aku menjadi diriku yang dulu...
Cerry Pov End.
"Dadddyyyy...!?
Suara dan logat yang sudah lama tidak pernah Scott dengar. Sweety telah mengambil kembali tubuh Cerry. Scott yakin jika Cerry merasa lega dan ingin beristirahat sejenak untuk menghapus segala kebencian yang tersisa pada dirinya.
"Apa yang kau lakukan Sweety? "
"Aku membuat istana. Istana yang cantik, ini adalah tempat pangeran yang akan mengajakku tinggal. "
"Kau ingin bersama pangeran karena ia membawamu ke istana? "
"Benar. "
"Kenapa tidak bersamaku, aku juga bisa membuatkan istana untukmu. Tidak hanya satu tapi banyak istana. "
Cerry terdiam sejenak, lalu mengamati penampilan Scott dari bawah ke atas.
"Daddy terlalu tua buatku. "
Ucapan Cerry menyentuh titik sakit Scott. Dia segera meninggalkan gadis itu di tepi pantai hanya untuk bercermin di kaca.
"A~aku belum tua, " ucap Scott sambil cemberut. Dia mengambil telepon dan berusaha menelpon Josh dan Louis.
Namun mereka berdua tidak menjawab teleponnya. Scott mengulang kembali panggilan telepon dan tetap saja mesin penjawab yang bersuara.
"Bla bla ucapkan pesanmu setelah kau mendengar bunyi beep... "
"Josh segera carikan aku produk perawatan anti aging yang terbaik. Tut. "
.
.
.
Di sisi lain, Josh dan Louis merutuki nasibnya yang terikat oleh wanita gila di depan mereka. Sekarang mereka harus menyaksikan kegilaan wanita seksi berambut bronette ini. Bahkan sampai sekarang mereka masih bingung bagaimana bisa dua orang yang memiliki pengetahuan di bidang bisnis dan dunia hitam bisa terperangkap dalam rencana licik Morron.
Flash back.
Kemarin malam saat mereka berdua sedang asik di lantai menari, Morron mendekati mereka berdua. Wanita itu dengan penuh percaya diri menempel dan akhirnya meraba pinggang mereka dengan minimi. Sontak Louis dan Josh membeku.
"Ikuti aku tampan, "ucap Morron seksi. "Eit jangan pernah memberi isyarat pada anak buah kalian arau peluruku akan menembus jantung kalian. "
Josh dan Louis mengumpat dan terpaksa mengikutan langkah Morron. Mereka dibawa ke hotel club yang menyediakan tempat bagi pasangan one night stand.
Flash back off.
Normal pov.
"Apa yang ingin kau lakukan Morron?" Louis mendesis karena jengkel. Dia sulit menerima situasi dimana ia tengah berada dalam kendali wanita. 'Ini memalukan! ' batin Louis.