Girls Behavior

Girls Behavior
Suck.



Cerry tau jika malam ini akan menjadi malam yang panjang baginya. Seorang Scott yang berada dalam mode mendominasi dunia bukanlah hal yang bisa dijinakkan atau di tolak. Percayalah jika Cerry melakukan dua hal sakral tadi maka Scott akan berubah dari mode mendominasi menjadi mode masokistis.


Jadi, BDSM akan menjadi satu-satunya pilihan Scott untuk menghukum Cerry. Itu bencana, meski di sisi lain Cerry agak menyukai, sekali lagi di tekankan di sini agak menyukai bukan menyukai BDSM, ia tidak ingin berubah menjadi masokis.


Breeet


Pakaian yang malang, satu lagi kegemaran Scott yang diketahui Cerry. Pria ini sangat tidak ramah pada pakaiannya. Bahkan Cerry curiga jika sebenarnya Scott menaruh dendam dengan baju-baju yang ia pakai. Sebab, tak sekalipun ia melihat bajunya berakhir baik di tangan Scott yang dalam kondisi ON. Beruntung Scott tidak pernah lupa membelikan dia baju lain yang nantinya akan bernasib sama dengan pendahulunya.


Ya Cerry harus bersyukur akan hal itu, bayangan ia tanpa busana berjalan-jalan di markas bukanlah yang enak untuk dibayangkan.


"Oh Cerry, lanjutkan itu."


Scott menyukai pemandangan ketika bibir mungil Cerry mulai memanjakan dirinya. Gadis ini sudah belajar dengan baik cara agar membuatnya senang. Oleh karena itu dia bisa melupakan hal lain.


"Gadis pintar. "


Ini sungguh spesial, bukan bearti ia tidak pernah mendapatkan sensasi seperti ini sebelumnya. Tapi rasa nikmat yang di barengi dengan jantungnya yang terus berdetak kencang, baru kali ini ia alami. Suatu penghinaan jika harus membandingkan yang ia lakukan bersama Cerry dengan bersama wanita-wanita yang hanya ingin bersenang-senang. Dia bahkan tidak ingat nama satupun dari mereka.


Moment bersama gadis ini seolah hal sakral. Scott harus menyisihkan pikirannya untuk mengingat dan meresapi setiap gerakan yang dilakukan Cerry. Pujian luar biasa terlalu kecil untuk menggambarkan kepuasannya.


Sekarang giliran tangan ahli Scott melakukan pekerjaannya. Em, bisa juga di sebut lidah ahli Scott atau keduanya. Anggap saja demikian. Sebab sepanjang gerakan tangan Scott yang berkeliaran, lidah Scott ikut aktif menjelajahi kulit Cerry.


Cerry bergetar, ia bersiap menerima gelombang klimaks. Scott sangat ahli dalam membuat mereka berada di puncak. Tentu saja pengalaman dan jam terbang yang ia pegang mempermudahnya mendapatkan keahlian itu.


Sunggun Cerry berharap bisa membencinya. Tapi itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin seorang gadis bisa membenci pria yang merupakan perwujudan dari ekstasi. Tidak ada. Sayangnya ekstasi itu harus segera ia tepis, bukan karena Cerry membencinya namun lebih karena ia tidak boleh terlena.


Tujuan utamanya bukan berakhir di sini dan membiarkan orang yang menyakiti orang tuanya hidup tenang diluar sana. Tanpa adanya bantuan dari Scott maka Cerry tidak lagi memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di sini.


Oleh karena itu, ia harus secepatnya pergi dari sini.


.


.


"Daddy, itu geli. "


Scott mengenali nada suara ini. Woah, sepertinya sang sweety kembali menggantikan peran Cerry. Suara manis, jernih seperti aliran air membangkitkan kembali sesuatu yang tertidur setelah mengalami puncaknya.


Bayangan meniduri Sweety - nya yang memancarkan sorot mata polos tanpa dosa dengan cepat membuatnya mengeras. Ia sangat suka sensasi ini.


"Cerry sayang, kau datang? apa kau ingin makan sesuatu? "


Tidak bisa diragukan lagi, pasti Cerry akan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Scott. Ia masih mengingat Kata-kata Ken dengan baik yaitu tidak boleh menolak tawaran Scott.


"Baiklah, kau boleh meminta apa yang kau inginkan, tetapi panggil aku terlebih dahulu, panggil aku Daddy. "


"Daddy! "


"Terus panggil aku, Sweety. Panggil Daddy dengan keras! "


Cerry melakukannya. Ia menjerit dengan keras dan berusaha mengabaikan segala hal yang daddy-nya lakukan. Meskipun ia bingung, Cerry tidak berani membantah. Cerry sebenarnya tidak suka segala tindakan daddy-nya.. Dia lebih suka sosis daddy-nya berada di atas pemanggangan barbieque. Sebab dia benar-benar lapar dan menginginkan sosis panggang.


.


.


.


Hari berganti, kicauan dan suara hutan membangunkan jiwa Cerry yang asli dari tidurnya.


"Rupanya Cerry yang satunya telah mengambil tubuh ini kemarin. "


Cerry bangun dari ranjang, ia tidak perlu repot -repot mengenakan pakaian. Ada hal yang harus ia yakinkan agar dapat melarikan diri dari sini.


Cerry bergegas menuju jendela kamar, ia berlari seolah hidupnya akan berakhir jika tidak segera sampai di sana. Helaan nafas lega keluar dari mulutnya. Uap Oksigen terlihat samar-samar pada pagi yang suhunya turun sehingga lebih dingin dari kemarin.


'Sudah kuduga. Scott memiliki kebiasaan yang membentuk pola tersendiri. Ini bisa dimanfaatkan agar bisa lari dari sini. '


Senyum kemenangan tercetak di bibir Cerry. Sinar harapan untuk meninggalkan tempat ini sedang menyala.


Langkah yang ia ambil setelah itu adalah memperhatikan setiap sudut ruangan. Berkat permainan sembunyi - sembunyi yang berakhir dengan hukuman BDSM, Cerry yakin jika ada CCTV yang terpasang.


'Ucapkan halo pada kebebasan mu Cerry dan ucapkan selamat tinggal pada pria berxxx besar yang menyebalkan. '


Tbc.