
Kepergian Scott dari penthouse Cerry mengembalikan atmosfer yang semula menegangkan. Cerry harus menarik nafasnya panjang-panjang untuk mengatur masuknya oksigen ke paru-paru. Ia yakin jika terjadi sedikit gangguan pada fungsi pada organ pernafasannya karena kehadiran Scott tadi.
"Itu nyaris sekali, " bisik Cerry pada dirinya sendiri, " yakinlah aku tidak membencimu Scott, tak akan pernah bisa. Tetapi yang kubutuhkan adalah menjauh darimu untuk sementara waktu. Aku membutuhkan waktu menata kembali harga diriku yang sudah aku hancurkan dengan buruk."
Dengan susah payah Cerry menyeret kakinya ke kamar penthouse milik Justine. Dia butuh mandi. Mandi yang sangat lama. Ia berharap air hangat sedikit merilekskan emosi dan tubuhnya.
.
.
.
Mansion White.
Suara pecahan benda pecah belah terdengar dari kamar Evie. Baru saja ia mendapatkan telepon yang menyampaikan berita terburuk yang belum pernah ia dengar seumur hidupnya.
Bagaimana bisa Ronald menghubungiku karena membahas masalah kepemilikan saham. Seharusnya semua saham keluarga White jatuh pun padaku.
Sebuah dugaan melintas di otak Evie, ''Jangan-jangan si bodoh itu yang ingin mengklaim saham perusahaan White. Benar, aku harus menyelidiki siapa yang ingin mengungkit kepemilikan saham itu. "
"Telepon telepon oh, benar juga. Aku harus menelpon Mr. Sinclair. "
Evie sangat frustasi. Lebih tepatnya panik. Sebelumnya tidak ada yang mengungkit masalah warisan dan kepemilikan saham. Itu membuatnya menjadi sosialita terkenal di negeri ini. Dia terlanjur menikmati segala popularitas sekaligus kemewahan ini.
Jika sampai warisannya terbagi maka ia tidak bisa lagi sekuat dulu. Evie tidak bisa menerima hal itu begitu saja. Semua kemewahan ini harus tetap menjadi miliknya.
Drrt drrt...
"Hallo Mr, Sinclair sangat kebetulan sekali. Aku ingin... Tunggu, apa?!"
"...."
"Besok diadakan rapat pemegang saham? "
"...."
"Siapa yang mengadakan rapat tanpa seiijinku? "
"...."
Telepon terlepas dan jatuh dari tangan Evie. Ada ketakutan pada ekspresi wajah Evie.
Nona Cerry yang mengadakan rapat itu nona.
.
.
.
Di sisi lain, Scott duduk di Aston Martin dengan sedikit linglung. Josh hampir yakin jika pria di sebelahnya dalam kondisi mengkhawatirkan. Hal mengkhawatirkan di sini adalah mengenai kejiwaan sang boss tiran. Jika dalam sepuluh menit Josh tidak menemukan kondisi Scott telah membaik, ia bersumpah akan menyeret Scott ke psikolog.
'Pasti ia telah mendapatkan goncangan pada spikisnya, ' batin Josh.
'Tapi hal apa yang mampu membuat seseorang yang menguasai dunia bawah mendapatkan shock seperti ini? '
'Tidak mungkin kekerasan berdarah mampu membuatnya Shock, dia bahkan menyaksikan adegan berdarah dengan senyum lebar. '
Pikiran Josh melantur hingga hal yang tidak masuk akal. Sampai sebuah suara dari Scott menghapus dugaannya yang aneh.
"Josh, mengapa hatiku sakit karena Cerry menolak kembali bersamaku? " tanya Scott, "rasanya sebagian tubuhku hilang dan aku merasa hampa, " lanjutnya.
Ucapan Scott membuat Josh seperti tersambar petir. Mulutnya mengaga lebar karena tidak percaya pada pendengarannya.
'Benarkah boss dingin seperti setan ini jatuh cinta...?'
'Ini kejadian langka, aku harus merayakan hal ini pada Louis.'
"Sepertinya kau telah jatuh cinta, Tuan. "
Scott membeku, dia tidak pernah mengira jika jawaban dari Josh adalah hal tabu yang tidak boleh ia langgar. Dia akui jika bermain dengan para wanita adalah hobinya. Namun semuanya hanya sekedar untuk emisi mani sebagai kebutuhan biologis manusia. Tidak ada perasaan khusus saat bermain. Dia yakin jika prinsipnya masih dipegang pada saat bersama dengan Cerry.
Josh ingin menepuk jidadnya, mengapa pria jenius sepertinya tidak mampu menyadari perasaannya sendiri. Ah, tentu saja tidak aneh. Bukankah seseorang akan menjadi bodoh di hadapan cinta.
"Setauku jika seseorang merasakan rindu yang menggebu ketika berpisah dengan orang tertentu, merasa marah dan sedih tanpa alasan, juga bersikap posesif pada lawan jenis yang mendekati pujaannya maka itu di namakan cinta. "
Josh masih melihat Scott linglung. Terpaksa Josh memberi contoh ekstrim pada Scott untuk menyadarkan hatinya.
"Tolong jawab pertanyaanku, apa yang kau rasakan jika wanita yang menarik minatmu dicium pria lain. Lalu menariknya ke ranjang dan-"
Klik
"Lanjutkan maka kepalamu akan meledak di sini, " ucap Scott dengan mata penuh peringatan. Glock silver berukiran antik menempel di kepala Josh. Josh langsung mengangkat tangannya seperti orang menyerah.
"Hei, ini hanya perumpamaan. Jika kau tidak sanggup membayangkan maka sudah bisa dipastikan jika kau telah jatuh cinta! "
Josh kesal dengan pria bodoh ini, niat baiknya menjadi bumerang yang merugikan.
"Kau juga manusia, hatimu tidak bisa menghindar jika sudah menemukan wanita yang menarik perhatian dan hidupmu! "
Scott memasukkan kembali Glocknya. Alisnya berkedut memikirkan kemungkinan yang di ucapkan Josh.
' Hidupnya berada dalam bahaya jika musuhku tau jika Cerry memiliki kedekatan khusus padaku. '
' Ck ini merepotkan. '
"Lanjutkan rencana semula, yang terpenting saat ini jauhkan Justine dari kota ini. Berikan bantuan pada Cerry secara diam-diam, " perintah Scott.
"Aku tidak ingin dia mengalami kesulitan. Bersihkan semua hambaannya. "
Josh menghela nafas lega, akhirnya bosnya kembali normal. Dia percaya bosnya akan lebih membutuhkannya dari pada sebelumnya.
'Masalah tentang cinta adalah hal yang rumit. Aku dulu bahkan berbuat bodoh hanya demi menaklukan hati Emmie, istriku. '
"Semua sudah dilaksanakan dengan baik. Ronald mulai bergerak, pengacara yang di tunjuk Mr White selama hidupnya cukup profesional. Dia orang yang cerdik sekaligus berdedikasi pada pekerjaannya. "
"Bagus. "
.
.
.
Cerry lebih dari siap untuk memberikan salam pada adiknya di perusahaan. Memberikan sedikit sapaan manis untuk menandakan jika dia siap membuatnya hidup seolah berada dalam neraka.
Ketika sepatu Guccinya menginjak lantai pintu masuk White Ltd. Sebuah perasaan sentimental menyentil hatinya. Sebelum neraka hidupnya dimulai, dia menghabiskan waktu bersama mendiang ayahnya menyusun program kerja untuk menguatkan akar perusahaan White hingga bisa bertahan di dalam persaingan dunia bisnis. Segala upaya ia kerahkan bersama sang ayah hingga mereka rela lembur hingga larut malam.
Di saat semua gadis sepantarannya masih bersenang -senang mencari lawan jenis untuk mendapatkan pengalaman seksual yang luar biasa. Cerry justru berkutat dengan berbagai domumen di lokasi proyek untuk survei ataupun mencari bahan baku industri.
Dan ketika perusahaan telah stabil adik manjanya menginginkan mengambil alih semuanya. Gadis bodoh itu bahkan tidak tau jebakan yang disiapkan Justine untuk menguasai perusahaan.
'Huh jangan bermimpi.'
"Nona Cerry, aku sudah menunggu anda, " Ronald, sang pengacara menyambut Cerry di depan pintu lobi perusahaan. Cerry mengamati pengacara kepercayaan mendiang ayahnya. Pria bersetalah rapi di depannya nampak cerdas dan bersinar. Kacamata berbingkai emas seolah mengatakan 'aku bisa menyudutkanmu hingga di neraka. '
"Senang bertemu dengan mu Mr Roland. "
"Tidak nona, bekerja atas di bawah Mr. Scott merupakan keberuntungan ku. Yakinlah kita akan memberikan nona Evie pukulan yang cukup menyenangkan. "
" Aku tidak sabar menantikannya. "
Mereka berdua melangkah penuh percaya diri ke dalam perusahaan. Sudah saatnya memukul bokong gadis nakal yang dimanfaatkan seperti kerbau bodoh.
'Ini awal penderitaan mu Evie. '
Tbc.
Bagi siapa pesan Pdf Playing danger senin dah siap. Klo berminat ntar wa ke 081333516916, cukup ganti biaya warnet ko. murah banget.