
Evie tidak membayangkan jika hari ini terjadi padanya. Dia tidak pernah menduga akan dipuja oleh makhluk setampan Scott dan Louis. Mereka adalah legenda daya tarik seksual diantara para sosialita wanita yang menyebalkan itu. Dan dia tidur dengan mereka, hebatnya dia tidak tidur hanya dengan salah satu dari mereka tapi keduanya. Oh Evie tidak akan pernah melupakan kemarin malam. Meskipun dia tidak ingat yang terjadi setelah dia bermain di kasino setidaknya ia yakin jika dia telah tidur dengan mereka berdua.
"Aku belum pernah merasa bersyukur karena kepergian Justine. Jika mereka kembali bersamaku nanti malam maka aku berharap Justine tidak pernah kembali lagi. "
Evie merasa harus membereskan tubuhnya yang lengket bekas percintaan tadi malam. Dia menuju kamar mandi dan tidak sabar untuk memamerkan pengalamannya pada grup sosialitanya.
"Mereka akan mati karena cemburu huh. "
.
.
.
Cerry membuka matanya. Kostum ini benar -benar tidak nyaman dipakai untuk tidur. Tetapi ia harus memakainya karena tidak ingin Justine curiga.
Cerry menoleh ke samping. "Syukurlah dia sudah pergi. "
"Kau sudah bangun? "
Scott muncul dengan aroma sensual yang menakjubkan, Cerry tidak lagi heran karena memang itulah keistimewaan dari pria yang mengklaim dirinya adalah milik pria itu.
Dan Cerry tersenyum.
"Apakah kepergian Justine ada hubungannya denganmu? "
"Tentu saja, aku tidak tahan membayangkan pria lain tidur satu ranjang denganmu. "
"Baiklah, sepertinya aku harus berterimakasih untuk itu. Aku juga takut akan muntah jika melihat dirinya ketika aku bangun tidur. "
Scott menghela nafas, sekali lagi gerakannya terkesan seksi, "Aku ingin segera menghabisinya agar kau bisa terus bersamaku. "
"Hei kita sudah sepakat tentang ini kan. Tunggu aku membalas Evie maka kau bebas melakukan apapun pada Justine. "
"Maka dari itu aku membantu mempercepat pembalasanmu, Cerry. Evie perlahan masuk ke dalam jebakanku. " Scott duduk disamping Cerry. Ia menggerakkan jari-jarinya menyapu kulit Cerry.
Cerry memejamkan matanya menikmati belaian lembut Scott. Dia tidak pernah menduga jika tangan yang sanggup membunuh orang ini bisa begitu lembut.
"Aku menyesal karena membuatmu melakukan hal ini. Andai aku sadar akan perasaanku dahulu maka kau tidak harus melakukan trik sialan ini.
"Tidak, Scott. Inilah yang sebenarnya aku inginkan. Waktu di rumahmu aku begitu putus asa untuk membalas dendam oleh karena itu aku tidak perduli metode yang digunakan asal mereka berdua jatuh. Namun keinginanku sebenarnya adalah agar mereka merasakan penderitaanku dulu. Terutama ...Evie, aku tidak percaya saudara kandungku bisa begitu kejam pada kami. "
"Nantikan malam ini, aku akan memberikan pertunjukan yang bagus padamu. "
Cerry tersenyum, " Bolehkan aku tau pertunjukan apakah itu? "
"Sesuatu yang membuat Evie menggila dan menyebabkan dia kehilangan Justine. Nanti malam adalah malam yang akan menjadi titik balik nasibnya. Jadi balas dendammu akan terwujud. "
"Aku tidak sabar menantikannya."
🐤
Seperti malam sebelumnya, Evie datang ke club untuk bersenang-senang. Lebih tepatnya untuk bertemu dengan kedua pria panas kemarin. Kali ini dia sudah menyiapkan dirinya agar tampil maksimal malam ini.
Dengan percaya diri, Evie menuju lantai dansa. Pakaian berkilau berbentuk bikini dengan renda yang menghiasinya membalut tubuhnya dengan sempurna. Dia mulai memutar pinggulnya dan menghentakkan kakinya di lantai menari sambil memindai kesekeliling club. Dia berharap bisa menemukan dua makhluk panas itu.
Sementara itu, di lantai bawah tanah __tepatnya di ruang kerja Scott sekaligus Louis, Scott masih memangku Cerry di pahanya. Sedangkan Louis menatap tak percaya pada rekannya yang tenggelam dalam dunianya sendiri bersama wanita berambut goldenpink.
"Tidak, Scott memang dalam kondisi gila karena cinta. "
"Lalu bagaimana dengan nasib rencana menjebak Evie?"
"Kita lakukan berdua, biarkan lovebird itu menghasilkan telur. Setidaknya jika mereka berhasil menetaskan telur maka sifat bajingan Scott bisa berkurang. "
Josh mengikuti Louis naik ke lantai atas. Setidaknya dia bisa membuktikan jika dia juga memiliki tubuh yang seksi. Karena selama ini dia terlalu sibuk bekerja mengelola perusahaan Anderson sehingga jarang bersenang-senang.
Ketika mereka tiba di atas, suasana club kembali riuh. Kali ini Louis bersama Scott yang panas tetapi bersama Josh yang berwajah Androgini. Ketika Louis mulai bergerak liar di lantai menari, Josh mengikutinya. Beruntung ia kali ini dia hanya mengenakan kaos kasual putih yang bisa menonjolkan otot-otot bisepnya.
Wajah Androgini, berotot dan seksi. Hal itu adalah magnet bagi wanita di sekitar club yang sudah menggila dari tadi. Mereka berusaha menarik perhatian Josh dan asyik bergerak sendiri. Louis ingin mengumpat melihat Josh yang terlihat berbeda. Louis jadi berpikir untuk mengajak pria ini lagi nantinya. Tentu saja dalam hal berburu wanita.
Di sisi lain, Evie yang sedang menari menangkap pria menggemaskan yang berada di dekat Louis. Dia mengenal pria itu. Waktu itu Justine mengajaknya menyambut Josh di pesta yang dia adakan.
"Wow aku harus mendekati mereka. "
Louis sedari tadi mengamati Evie. Saat gadis itu mendekat ke arahnya__dengan segera ia memberi isyarat pada Josh. "Target mendekat, pasang wajah seseksi mungkin buddy. "
Josh mengangguk, ia mengibaskan rambut pirangnya hingga memercikkan keringat dari rambutnya. Sontak para wanita yang mengelilingi mereka berteriak histeris. Ingin sekali mereka menyelusupkan jari-jarinya ke kepala Josh.
"Boleh aku bergabung? " Evie mendekat dan menggerakkan pinggulnya.
"Oh, kau Evie, Kan? "
"Benar. "
"Wow, aku tidak menyangka kau benar-benar__panas, " puji Josh meski merasa illfeel. Lihat saja penampilannya, Josh bahkan berpikir jika dia adalah penari pool dance striptis panggung sana.
"Hei, aku tersinggung karena tersisihkan di sini, " ujar Luois berpura-pura cemberut.
"Kau tetap favoritku Louis." Evie tersenyum lebar, kehadiran Louis mengingatkan dirinya pada malam panas mereka.
"Hei, aku bosan. Mengapa kita tidak ke kasino?" tawar Louis pada Josh.
"Oh, benar juga," jawan Josh. "Apa kau ikut mencoba adrenalin ke sana? "
"Tentu saja, siapa tahu dengan adanya kalian aku mendapatkan keberuntungan. "
"Itu hebat, ayo kesana. "
Evie bak ratu yang diapit dua pangeran tampan. Dia berjalan sambil menyangkat kepalanya karena merasa bangga karena menjadi objek rasa iri para wanita di klub.
Jauh dari Manhattan, Justine mendapatkan laporan dari asistennya yang menangani perusahaan di Wood dan White. Dia hampir memecahkan gelas karena laporan itu berisi Evie yang menjual beberapa sahamnya. Dan ternyata itu dia gunakan untuk bermain di kasino bersama pria-pria kenalannya.
"Sialan! "
Justine langsung bertindak cepat dengan mengubah saham Evie atas namanya. Dia memalsukan tanda tangan Evie. Beruntung ia memiliki stempel milik Evie. Dengan demikian ia bisa menendang Evie dari perusahaan.
"Awalnya aku ingin menggunakan cara lembut, tapi kelakuan liarmu membuatku muak. "
Justine segera menghubungi kepala keluarga Wood. Dia memerintahkan untuk mengeluarkan barang-barang Evie dari kediamannya.
Tbc
Akhirnya kelar. Senin aku usahakan Up. oiya cek novelku yang satunya donk