
Scott telungkup di kasur yang berbahan anti air. Dia memejamkan mata menikmati segala hal yag disiapkan oleh Cerry. Tak sia-sia ia mengijinkan gadis ini keluar bersama John untuk membeli segala hal yang Cerry butuhkan. Ternyata hasilnya sangat luar biasa.
"Tuan, aku akan memijitmu. "
Cerry sebenarnya tak pandai memijat. Dia hanya mengingat terapis spa yang biasa memijatnya dulu. Sayangnya otot bahu pria ini terlalu keras.
'Ini manusia apa batu.'
Cerry menyerah. Tangannya tidak mungkin menekan otot keras Scott yang seperti batu. Dia pun naik dan memijit punggung Scott seperti pijat tradisional Jepang yaitu menggunakan kakinya.
"Hei kenapa kau melihatku dengan kaki?" tanya Scott.
"Otot anda sangat keras. Tanganku tak sanggup memijatnya.
"Oh."
Scott tidak keberatan sama sekali. Ototnya yang tegang serasa rileks. Dia bahkan tertidur karena otot punggung, leher dan kakinya menjadi rileks. Cerry pun pergi dari ruangan khusus ini dan menuju kamarnya.
"Nona," sapa John.
Cerry tersenyum. Dia menenangkan John kalau Scott hanya tidur.
"Pikirannya sedang galau. Jadi rileksasi membuatnya tidur. Hal itu juga menghindarkan tuan Scott dari insomia."
"Syukurlah. Belum pernah aku melihat tuan Scott seperti itu. "
Cerry mengangguk, ia pamit karena butuh istirahat juga. "Aku akan ke kamar. Apa ada piyama lagi."
John tersenyum ramah. "Jangan khawatir, saya sudah menyiapkan pakaian untuk anda. Pakaian seragam perawat anda juga sudah saya siapkan."
"Terima kasih."
Di ruang spa pria yang memiliki ketampanan Adonis itu mulai memikirkan sesuatu. Dia berpikir tentang Cerry yang tinggal dengannya. Berharap kalau gadis itu memang gadis yang baik.
"Sebenarnya siapa sebenarnya Cerry? " Semua tipu daya di dunia gelap dan bisnis tidak lagi menjadi hal asing bagi Scott. Entah itu untuk uang atau untuk menjatuhkan lawan. Jadi ia tidak akan heran jika Cerry juga melakukan hal serupa. Jadi ia masih memutuskan untuk tidak mempercayai Cerry.
"Tidak, aku tidak boleh lengah sedikitpun. Berhati- hati jauh lebih baik dari pada aku menyesal di kemudian hari. "
Itu adalah prinsip yang dia jaga dari dulu. Semua harus diwaspadai. Inilah salah satu prinsip yang membuatnya bertahan hingga kini. Musuhnya selalu mengintai dimanapun ia berada. Menurunkan kewaspadaan sama halnya dengan meminta kematian.
"Baguslah kalau kau ternyata memang bukan mata - mata dari lawanku. Jika sampai kau adalah mata - mata maka aku tidak akan tinggal diam dan kau akan mendapatkan hukuman yang menyakitkan."
Scott mendapati Cerry yang tertidur. Dia tetap disana untuk mengawasi Cerry sambil memeriksa laporan dari Louis. Dia tidak ingin meninggalkan kamar ini agar tahu reaksi seperti apa yang akan Cerry berikan. Namun ia juga harus memeriksa file, terpaksa ia pergi dari gadis yang membuatnya bertanya-tanya.
"Akan lebih baik kalau aku menyelidiki Cerry terlebih dulu. Mungkin musuhku juga ikut terlibat?" Walau ia berterima kasih pada Cerry yang mampu membuatnya rileks tapi ia harus menyelidiki siapa gadis ini lebih dulu sebelum percaya seratus persen.
Paranoid sudah menjadi bagian dari hidup Scott. Di dunia yang terang dan gelap tidak boleh ada kata lengah. Sehingga tidak mengherankan jika ada sifat paranoid. Ada banyak pengkhianatan demi uang. Ada banyak musuh yang juga mengincar.
Tok.
Tok.
"Tuan, ini laporan dari tuan Louis dan John."
Anak buahnya menyodorkan laporan itu. Akan tetapi dia melihat anak buahnya membawa cemilan. Itu membuatnya penasaran. Jadi ia bertanya.
"Apa itu?" Tanya Scott.
John agak ragu untuk menjawab pertanyaan Scott. Tapi ia tidak bisa membiarkan gadis kecil itu kelaparan.
"Saya membawa kudapan untuk Nona. Saya takut dia belum makan, tadi dia belum sarapan saat anda panggil."
Scott melihat ke arah jam, dan baru sadar jika sudah lewat jam makan siang. Dia jadi merasa bersalah membuat gadis ini bekerja tanpa memberi makan lebih dulu.
"Kau boleh menaruhnya di sana. Satu lagi, pesankan koki untuk masak makanan yang layak untuk Cerry."
"Baik tuan."
Scott melanjutkan memeriksa laporan yang baru datang. Semakin lama dia semakin jengkel karena jumlah laporan tidak berkurang. Para pelayan datang dan memberinya berkas tanpa henti. Akhirnya ia harus menyelesaikan semua ini di kamar ini.
"Di mana Louis saat aku butuhkan. Semua ini bisa membuatku darah tinggi."
Scott tidak menyukai berkas yang berisi tulisan. Dia biasa menyerahkan semuanya pada John dan Louis. Namun memang ada yang tidak bisa diserahkan pada mereka berdua, salah satunya adalah transfer dana ke proyek ataupun ke penjual bahan baku industri. Atau pasokan untuk klub malam yang ia miliki. Semua pemasok minuman berkelas memiliki harga tersendiri dan mereka berkompensi untuk memberi harga paling murah tanpa merugi. Dan hanya Scott yang memiliki hak memilih siapa yang akan menjadi supliernya.
"Ini akan memakan waktu yang lama."
Selain itu, ada banyak tugas yang menunggunya. Dia juga memberi pemeriksaan kesehatan pada karyawannya. Dia memang rutin melakukan pemeriksaan agar karyawannya sehat. Tidak hanya di club dan kasino miliknya, dia juga memberi fasilitas kesehatan gratis di tiap perusahaan miliknya. Dan memang itu adalah tugas yang tidak mudah, akan tetapi ia rela melakukannya.
tbc