Girls Behavior

Girls Behavior
Bonus Chapter



Scott Pov.


Luar biasa.


Aku hanya bisa terdiam di sini sambil tersenyum. Aku yakin Tuhan begitu menyayangiku sehingga Dia memberiku seorang gadis yang mengalihkan diriku dari perbuatan brengsek penggemar Vagin* wanita.


Waktu itu memang menjadi titik balik dari hidupku yang berantakan ke arah suara indah dan diterangi lampu cinta. Aku memang merasa konyol ketika pertama kali memanfaatkan pengalaman seksual pada gadis yang memiliki keterbelakangan. Mungkin hanya penderita pedhofil yang melakukan hal yang aku perbuat. Tetapi tidak, ketertarikan itu nyata karena memang aku digariskan untuk bertemu Cerry. Menjadi pelindung dan menata hidupku menjadi lebih baik.


Dia wanita cerdas pertama yang menarik perhatianku. Kemunculannya memang mengejutkan. Tidak pernah kuduga jika jiwa sebenarnya dari tubuh rapuh yang cantik itu adalah wanita cerdas yang menghabiskan waktunya membantu ayahnya mengelola perusahaan. Dia juga wanita pertama yang ingin lari dariku dan melakukan transaksi denganku. Padahal selama hidupku aku hanya tau para wanita selalu menginginkanku.


Dia wanita pertama yang membuatku cemburu, marah dan mengalah. Aku merasa ingin menaklukannya justru aku yang bertekuk lutut padanya.


Dendamnya membuatnya lebih hidup. Ambisinya membiusku dalam pesona yang luar biasa. Setiap hal yang dia miliki telah membuatku jatuh cinta.


Dan sekarang aku menikmati peranku sebagai suami siaga yang menantikan kehadiran buah hatiku.


"Scott, hik aku... aku. " Lihatlah betapa menggemaskan dirinya saat merajuk.


"Ada apa Sweety? "


Sudah lama aku tidak memanggilnya Sweety. Dia seperti menghilang tanpa jejak. Menurut dokter psikolog, Sweety adalah pelarian Cerry dari kenyataan. Karena itu ketika Cerry menyukai keadaannya sekarang maka dia tidak akan muncul lagi.


Aku tidak tau harus sedih atau bahagia.


"Lihatlah, aku tidak bisa merajut kaos kaki untuk bayi kita, oh mengapa aku tidak berguna. "


"Sayang, kau bisa membeli ratusan kaos kaki rajut untuk bayi kita. "Lihatlah betapa bijaknya aku saat ini.


"Ternyata kau juga sama dengan mereka. Mereka bilang untuk membeli, kalian meremehkan kemampuanku huh. "


Oh Tuhan apa lagi ini. Mengapa niat baikku berubah menjadi bumerang dan membuatnya kesal.


"Itu, bukan begitu maksudku sayang. "


"Lalu apa, aku membencimu. "


Aku merasa disambar petir saat dia mengucapkan kata itu. Baru kali ini dia bilang membenciku hanya karena kaos kaki rajut.


Sabar ini hormon kehamilan penyebabnya... Sabar sabar...


"Aku mencintaimu, itu tidak berubah. " Apalagi jika kau tidak menyentuh benang bodoh yang mempengaruhi emosimu.


"Seratus persen."


Set.


Dia menyodorkan benang itu padaku. Lalu dengan mata membesar seperti kucing hilang dia menatapku.


"Kau saja yang merajut kaos kaki anak kita. "


"Ta-tapi. "


"Kau tidak menyayangi kami~?"


Hik


Astaga, mata itu, wajah memerah dan ekspresi menyedihkan yang ia tunjukkan. Mengapa dia menyiksaku dengan ekspresi mematikan itu!


Terpaksa aku menghabiskan waktu belajar menyulam kaos kaki bayi seharian.


'Sabar. '


'Sabar. '


'Sabar.'


Aku hanya melantunkan mantra agar bisa tetap sabar menghadapi hormon ibu hamil.


Sedangkan kedua orang yang mengaku temanku sedang bersembunyi dari balik dinding dan diam-diam menertawakan kesialanku. Aku tau mereka sudah datang dari tadi tetapi tidak mau menolongku.


Aku bersumpah jika mereka mengalami yang aku rasakan sekarang maka aku akan merekam dan menyebarluaskan ke media sosial.


Pasti akan menjadi pembalasan yang menyenangkan. Sedangkan istriku, dia tidak akan pernah aku lepaskan dari ranjang. Aku butuh pelampiasan setelah mengalami fase bersabar.


Sedangkan untuk bayiku, aku mencintaimu.


Tbc.


Hei guys coba di cek ya... Ceritaku sudah aku setor tinggal di up ma MGToon. Judulnya My Fake Husband