Girls Behavior

Girls Behavior
Blacknife



Ada yang salah pada tempatku berbaring saat ini. Aku biasanya tertidur di ranjang yang hangat, lembut dan harum. Lalu ada sepasang tangan yang memelukku dari arah belakang. Tangan yang ku kagumi karena kehangatan dan rasa kekar yang dapat kurasakan di balik kulitku. Mereka mampu memberiku rasa aman walaupun aku tidak bisa melihat pemiliknya karena aku tau benar jika mereka adalah milik Scott.


Kondisi yang berbeda ini mengkhawatirkan. Bisa terlihat jika waktu yang akan kulalui sebentar lagi terlihat tidak menyenangkan. Mungkin sangat buruk. Terlebih kondisiku kulitku menyentuh lantai dingin, kepalaku terkulai di atasnya. Aku pun tau jika aku berada dalam kondisi tidak menguntungkan, lebih tepatnya diculik. Penculik yang aku rasa tau siapa dalangnya.


Brak...


Akh.


Hmmp!


Suara berisik apa ini...?


Perlahan ku buka mataku, aku ingin tau apa yang terjadi, mengapa ada suara teriakan di sekitarku.


"Kau tidak boleh melakukan hal ini, Justine! Aku yang mendapatkan dia terlebih dahulu. "


Ya Tuhan ini... .Aku tau ini suara Morron. Jadi dia yang menculikku, kenapa? Tidak bukan itu pertanyaannya sebab aku yakin alasannya berkaitan dengan Scott. Tapi pertanyaan yang tepat sekarang adalah mengapa samar-samar mataku melihat dirinya duduk terikat di kursi. Bukankah dia yang menculikku?


"Terima kasih banyak karena melakukannya. Jadi pekerjaanku bertambah ringan berkat dirimu. "


"Kau brengsek, jalang berxxx kecil sama seperti harga dirimu yang kecil! "


Plak!


Oh aku paham, awalnya Morron menculikku. Tetapi Justine mengambil alih aku dan menyandera Morron. Dan sekarang dia ketakutan karena sikap psikopat Justine yang menakutkan.


"Ucapkan lagi dan kau mungkin tidak akan memiliki lidah lagi, " tantang Justine yang aku tau langsung menghentikan teriakan Morron.


Justine...


Pria ini tidak jera. Mungkin aku tidak memberinya cukup pelajaran yang menyakitkan sehingga ia berani menculikku. Bearti tidak ada yang bisa hidup di langit yang sama antara aku dan dia.


"Apa yang akan kau lakukan padaku! " teriakan Morron terdengar mengerikan. Ada getaran frustrasi dan ketakutan di dalam suaranya.


"Tidak! "


"Hahaha aku bisa membalas dendam pada pria tua bangka itu padamu hahaha! "


"Kyaa berhenti! Sialan! "


Normal Pov.


Cerry segera bangun dari tempatnya tergeletak. Beruntung mereka tidak mengikatnya . Dia menolong Morron yang pakaiannya dirobek Justine. Dia berusaha menendang Justine yang sayangnya perbuatannya disadari pria itu. Justine menangkap kaki Cerry dan meninju wajahnya sehingga Cerry membentur tembok dan kembali pingsan. Penyelamatan yang sia-sia.


Justine kembali merobek baju Morron, gadis itu berusaha menghindar tapi sia-sia karena dirinya terikat. Dengan sedikit tenaga Justine menekan Morron.


"Kyaa! "


"Wow masih virgin, aku sangat beruntung hahaha. "


Morron terus menjerit dan meminta tolong. Dia sangat menyesal karena mencoba menculik Cerry dan mengancamnya agar menjauhi Scott. Padahal gadis itu tadi ingin menongnya. Seandainya saja dia tidak membuat bodoh maka dia tidak akan berakhir seperti ini.


"Berhenti, lepaskan aku! "


Tapi Justine tidak menulikan pendengarannya. Dia ingin menikmati kesenangan sebelum dirinya mati. Dengan mengambil jalan ini Justine tau ia telah menggali kuburnya sendiri. Blacknife maupun Josh bukanlah orang yang bisa bersikap lunak. Setidaknya dia bisa bersenang-senang, membunuh Cerry dan bunuh diri. Jadi, seandainya dia matipun ia tidak memiliki penyesalan. Dia tidak ingin menjadi pria menyedihkan yang harus bertahan hidup di bawah ketiak pria tua itu.


.


.


.


Di ruang kerja Markas geng Blacknife, Scott, Josh dan Louis mendobrak pintu bercat warna mengkilap itu. Mike yang sedang bersantai sambil menghitung uangnya sangat terkejut dengan orang yang secara kurang ajar masuk ke ruang kerjanya.


"Kurang ajar! siapa ka--u... Scott ada apa ini? " Mike terkejut dengan kedatangan Scott yang menunjukkan sikap membunuh dan dingin. Belum pernah dia datang dengan cara kasar seperti ini sebelumnya. Biasanya dia datang dengan sikap tenang dan bersahabat. Dari sini dia tau jika ada yang tidak beres.


Oleh karena itu, Mike harus berhati-hati jangan sampai menyinggung perasaan Scott. Pria di depannya adalah legenda bahkan para tetua geng yakuza di sini takut dengannya.


"Di mana Justine dan Morron? " tanya Scott langsung.


"Mereka? tentu saja mereka di rumah, hey apa sebenarnya yang terjadi. Aku sungguh yakin jika kita tidak saling mengganggu area kekuasaan? "


"Morron telah menculik kekasihku. Aku menganggapmu sebagai orang yang aku hargai sedari kecil oleh karena itu aku langsung bertanya padamu, " desis Scott. Dia mendekat pada Mike dan memberikan rekaman yang berhasil ditangkap CCTV.


"Sebaiknya cepat, sebab jika anak buahku menemukan mereka terlebih dahulu maka aku tidak menjamin keselamatan Morron. "


Mike memucat. Dengan cepat ia memutar telepon dan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menemukan Morron.


"Cari walaupun ke lubang semut! "


"Gunakan haker untuk menulusuri jejak Morron! "


Mike sibuk memerintahkan anak buahnya lewat telepon. Dia tidak menyangka akan mendapatkan masalah berupa Scott yang marah. Yang terburuk itu akibat ulah Morron. Lain kali dia tidak akan memanjakan gadis itu lagi.


"Satu lagi, Justine adalah musuh lama Cerry. Kau membiarkan dia membawa anak buahmu dan sekarang menghilang entah kemana. Aku yakin dia juga ikut berperan."


Glek.


Justine... Astaga.


Mike menelan ludah kasar. Dia memang menyetujui permintaan Justine untuk meminjam anak buahnya. Dia bilang ingin membereskan orang yang membuatnya kesal.


'Sial, seharusnya aku menyelidiki latar belakang Justine. '


"Aku sungguh tidak tau tentang itu, Nak. "


"Sebaiknya kau berdoa. Celakanya Cerry maka akan menjadi kehancuran Blacknife. "


Tidak ada lagi senyum ramah seperti saat Scott masih kecil. Pria ini seperti singa yang terluka __sangat berbahaya.


.


.


.


Satu jam mereka menunggu kabar. Akhirnya salah satu anak buah Mike menemukan rekannya berjaga di depan bangunan tua di tengah hutan.


"Ayo berangkat! "


Kabat ini membuat Scott dan lainnya mengikuti langkah Mike. Mereka harus tiba tepat waktu agar tidak terlambat. Kecemburuan wanita dan pria yang memiliki dendam kusumat pada Cerry adalah hal terburuk yang pernah dekat dengan Cerry.


.


.


.


Mereka tiba di tempat penyekapan. Bangunan tua tempat persembunyian Morron benar-benar tak terawat. Dindingnya retak di sana sini, debu, sarang laba-laba dan kayu lapuk berserakan di sana sini.


Scott dan rombongan berhasil masuk, ketika anak buah yang dibawa Morron dan Justine melihat bos mereka yang datang dalam keadaan marah__mereka segera berlari ketakutan.


Mike, Louis, Josh dan Scott melihat pemandangan menyedihkan di sana. Morron tergeletak pingsan dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Pakaiannya bahkan robek dan tidak bisa menutupi tubuhnya dengan sempurna. Lalu Justine saat ini masih meninju wajah Cerry yang tidak sadarkan diri.


"Kurang ajar! " Scott berteriak dan menembakkan pistolnya ke tangan Justine.


"Agghhr! "


Justine terhuyung-huyung jatuh dengan rasa sakit. Dia terkejut dengan kedatangan mereka. Karena terlalu asik menghajar Cerry dia sampai tidak menyadari kedatangan mereka.


Scott segera mendatangi Cerry. Dia meringis melihat wajah gadisnya memar dan bengkak. Rambutnya terpotong tak karuan.


"Aku akan membuatmu hidup seperti di neraka! "


Scott membawa tubuh Cerry yang pingsan ke mobil. Louis dan Josh menangani Justine yang ketakutan.


Mike, pria tua itu melepas jasnya dan menutupi tubuh putrinya yang menyedihkan.


"Aku titipkan Justine pada kalian. Aku tidak ingin dia mati dengan mudah. "


"Serahkan pada kami. " Louis menjanjikan hal itu pada Justine. Dia sangat menyesal tidak membunuh Justine dulu. Kini dua wanita hebat telah terluka karena rasa belas kasihannya.


Tbc