Girls Behavior

Girls Behavior
Another Side.



Taruhan bodoh.


Taruhan menyebalkan.


"Bagaimana mungkin aku yang menyiapkan semua hal yang seharusnya disiapkan oleh seorang pria! " Cerry meremas botol minuman yang dia pegang. Sesaat kemudian dia harus menyesalinya karena sekarang dia harus mengambilnya untuk acara melamar Scott yang bodoh.


"Tenang Cerry fiuuh aku tidak boleh mengacaukan suasana romantis ini sekarang. Malam ini akan menjadi hari bersejarah dari hidupku hik satu satunya pengantin wanita yang melamar pria nya karena taruhan bodoh Ugh beri aku racun. Aku ingin meracuni Scott bodoh itu... "


'Racun cinta maksudnya. '


Cerry berjalan mondar-mandir mengelilingi balkon penthouse Scott yang terletak di Avenue street. Tempat ini akan menjadi hari bersejarah dalam hidupnya, tetapi ada sedikit perasaan yang tidak nyaman saat ini.


"Scottt jika kau tidak muncul dalam waktu lima menit aku akan membatalkan lamaran ini!! " teriak Cerry dari luar.


Sudah setengah jam Scott berada di kamar. Dia bilang jika ingin mempersiapkan hari terbaik sepanjang hidupnya. Hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang wanita yang akan dilamar sang pria. Sekali lagi, ini semua karena taruhan bodoh itu. π^π


Scott keluar menuju balkon penthouse. Dia nampak seperti kelinci lezat dengan setelah putih yang melekat di tubuhnya. Mendadak Cerry kehilangan minat pada menu makan malam kali ini. Dia menginginkan Scott yang menggantikan posisi makan malam dan berbaring di meja bundar cantik ini. Dengan demikian Cerry bisa menikmati lezatnya rasa Scott saat ini.


"Tenang Sweety, aku siap kau makan setelah acara makan malam ini. "


Jika Scott mengatakan hal itu sebelumnya pasti Cerry akan merona hebat karena malu. Dan tidak untuk malam ini. Cerry sengaja menggoda Scott dengan mulai berpose sensual.


"Apa boleh buat, kau begitu lezat Scott, " ucap Cerry sambil membasahi bibirnya. Cerry membuka shal yang menutupi leher dan gaun tanpa lengannya. Lalu menghadap ke atas menutup mata sambil mengipasi dirinya seolah kepanasan.


"Oh aku jadi sedikit berkeringat karena menunggumu. Fiuhh... "


Pose yang tidak bisa di tolak oleh Scott. Dia berjalan mendekati Cerry yang menggoda.


"Tapi aku kalah taruhan, bagaimanapun aku harus melamarmu untuk menikahimu. "


"Semua bisa dikondisikan."


Scott mengangkat tubuh Cerry dan menciumnya. Lamaran ini adalah momen yang ia inginkan seumur hidup tapi bersama Cerry jauh lebih ia inginkan dari apapun. Baginya Cerry adalah segalanya. Sesuatu yang sangat berharga.


.


.


.


Di sebuah panti asuhan di sudut kota. Seorang gadis terbangun dari mimpinya dan terengah-engah. Sesaat kemudian dia menangis pilu karena penyesalan. Masih teringat jelas mimpinya yang terus berulang-ulang dan menjadi faktor kesembuhannya.


*Evie, hiduplah dengan baik. Kami memaafkanmu sayang. *


Yah, Evie yang mendapatkan mimpi dari orang tuanya langsung tersadar dari kegilaannya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menangis sekeras-kerasnya. Dia menyesali semua perbuatan kejamnya dahulu.


"Kau menangis lagi? " tanya suster yang merawat anak yatim piatu di sini.


"Aku bermimpi lagi. Ayah-ibu oh betapa bodohnya aku... hik semua karena kebodohanku, kakakku menderita juga karena aku. "


"Aku bersyukur kau sudah sadar. Sekarang kau menebusnya dengan merawat anak-anak titipan Tuhan ini. Aku yakin orang tuamu juga akan senang. "


Evie menangkup wajahnya dan kembali tersedu-sedu. Dia sangat menyesal sudah melakukan hal kejam. Sekarang hanya ini yang bisa ia lakukan untuk menebus dosanya.