GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Makan Siang Bersama



"Apa pria itu gila? Untuk apa aku harus mencari diriku sendiri?" Ujar Nesya dengan geram.


Namun sedetik kemudian, dirinya tersadar. Saat ini dirinya dalam tampilan yang berbeda. Bukan lagi Nesya yang sedang Nicko cari, jadi kemungkinan memang akan sulit untuk menemukan keberadaan nya.


Namun bagaimana supaya dirinya dapat mengelabuhi atasannya itu. Tidak mungkin dirinya akan mengaku bahwa yang atasannya cari itu adalah dirinya.


Nesya juga bertanya-tanya tujuan apa yang membuat Nicko meminta orang untuk mencarinya. Apa pria itu memang serius saat merayunya? Namun rasanya tidak mungkin, karena Nicko sudah memiliki kekasih.


Lalu apa alasan pria itu? Nesya menjadi pusing dibuatnya. Apa yang harus dirinya lakukan saat ini. Namun akhirnya Nesya memilih untuk mengisyaratkan diri saja dengan tertidur, daripada dibuat pusing dengan pekerjaan yang Evan berikan.


...*******...


Keesokan harinya Nesya dan Teira sudah sampai di kantor dengan pakaian rapi, tak jauh beda dengan kemarin. Hanya warna dan gaya pakaian yang dikenakan yang berbeda. Tentu saja, Nesya yang khas dengan gaya culunnya.


Tanpa berlama-lama, mereka memutuskan masuk ke dalam. "Sya, nanti pulangnya aku tak akan agak telat. Jadi pulanglah dulu tak apa." Tutur Teira pada Nesya.


Karena Teira memiliki janji dengan kekasihnya. Mereka akan pergi berkencan hari ini.


"Apa kau lembur?" tanya Nesya yang tidak tahu alasan pasti Teira.


"Tidak, tapi aku akan bertemu dengan kekasihku." Jawab Teira dengan malu-malu.


Nesya tersenyum mendengar dan melihat tingkah temannya itu. "Emm begitu, baiklah. Selama bersenang-senang." Ucap Nesya sebelum mereka berpisah untuk ke ruangan masing-masing.


"So pasti." Jawab Teira dengan terkekeh.


Nesya melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangannya, yang berada tepat di depan ruang CEO. Namun dirinya terkejut, saat melihat rupanya meja kerja yang dirinya gunakan kemarin sudah tak ada di tempat.


Hingga akhirnya kebingungan terjadi saat langkah seseorang membuatnya terkejut.


"Maaf Tuan, meja saya ...?" belum selesai Nesya berucap namun sudah terpotong oleh perkataan atasannya.


"Ruangan mu berpindah ke dalam, bersama ku." Ujar Nicko dengan datar.


Setelah mengucapkan hal itu, Nicko berlalu memasuki ruangannya. Membuat Nesya kebingungan, tak cukup berani untuk mengikuti pria itu. Namun tak urung akhirnya dirinya pun ikut memasuki ruangan atasannya itu.


"Bagaimana tugas yang ku berikan?" Sebuah pertanyaan dengan anda tegas tampak terdengar, kala Nesya telah memasuki ruangan atasannya.


"Saya masih mempertimbangkan nya Tuan. Karena Saya tak cukup memiliki kemampuan untuk mencari seseorang." Tutur Nesya dengan jujur.


"Baiklah, aku berikan waktu sampai besok. Untuk kau memikirkan nya." Titah Nicko


"Baiklah." Jawab Nesya.


Nesya mendudukkan dirinya di meja kerjanya. Dari tempatnya duduk, dapat Ia lihat wajah serius Nicko yang tampak lebih tampan. Namun dirinya segera tersadar, mengapa dirinya seolah terpesona dengan atasannya itu.


Nesya tampak sibuk dengan pemikirannya sendiri. Masih banyak pertanyaan yang bersarang di otaknya. Tentang rasa penasaranku mengapa Nicko begitu ingin menemukan keberadaan dirinya.


"Fokus, nanti akan aku tanyakan saat ada waktu." Gumam Nesya pelan, supaya Nicko tak dapat mendengar.


Akhirnya Nesya dapat fokus dengan pekerjaan. Supaya segera selesai dan dapat segera menanyakan pertanyaan itu di waktu luang.


Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Nicko tampak bangkit dari posisinya untuk bergegas makan siang di luar. "Kau, ikut denganku." Titahnya pada Nesya yang masih tampak sibuk dengan layar di depannya.


"Baik Tuan." Jawab Nesya segera menyudahi pekerjaannya.


Sebaik mungkin Nesya berperan sebagai pegawai yang sopan dan patuh, demi kesempurnaan karakter barunya. Namun kini dirinya bertanya-tanya Nicko akan mengajaknya kemana, di jam makan siang seperti ini.


"Apakah kita akan bertemu klien Tuan?" tanya Nesya yang merasa penasaran.


Nicko sebenarnya adalah sosok yang hangat, namun tidak dengan orang-orang yang kurang dirinya kenal. Apalagi seorang wanita, karena dirinya juga tak ingin seolah memberi harapan pada mereka.


Nesya terkejut mendengar suara atasannya itu. Benarkah dirinya akan menemani atasannya itu untuk makan siang? Rasanya kurang etik jika pegawai menemani atasan untuk makan siang.


"Apa Nona Karnia tak akan salah paham dengan apa yang akan kita lakukan Tuan?" tanya Nesya saat mereka sudah di dalam mobil.


"Memang apa salahnya dengan makan siang? Bukannya Karnia yang memilihmu, karena tak akan merasa khawatir sedikit pun?" Ujar Nicko yang membuat Nesya membenarkan perkataan atasannya itu.


Wajar saja Nesya selalu lupa, kalau saat ini dirinya tak lagi berpenampilan seperti biasanya. Karena dengan penampilan seperti saa ini, siapapun juga tak akan cemburu jika kekasih mereka pergi bersamanya.


"Tak ada yang salah Tuan." Jawab Nesya dengan patuh.


Selama ini Nicko tak pernah mengajak siapapun pegawai atau sekretarisnya untuk makan siang bersama. Karnia pun juga tak pernah sama sekali. Karena dirinya selalu menolak jika wanita itu mengajaknya.


Namun berbeda dengan kali ini. Nicko ingin mengajak pegawai barunya itu untuk maka siang bersama. Padahal dirinya tipikal orang yang lebih cenderung suka jika makan sendirian dengan tenang.


Nicko seolah selalu ingin mengajak wanita culun didepannya itu untuk selalu berada di sisinya. Entah mengapa, Nicko seolah memiliki sebuah ikatan kuat yang menariknya untuk harus selalu dekat-dekat dengan Nesya.


Mereka telah sampai di sebuah restoran. Nicko memesan ruang VIP supaya lebih tenang. Dengan diikuti Nesya di belakangnya, Nicko berjalan masuk ke ruangan itu.


"Apa kau memiliki kekasih?" tanya Nicko saat mereka tengah menunggu makanan.


Nicko merasa penasaran dengan wanita berpenampilan udik di depannya. Memang benar yang Karnia pikirkan, karena Nesya bukan tipenya sama sekali. Namun secantik apapun wanita di sekitarnya, Nicko juga tak akan terpikat.


Hatinya telah terpaut pada Nesya Nicolas, wanita cantik yang sampai saat ini membuatnya penasaran dengan keberadaannya. Sangat sulit untuk ditemukan.


"Tidak Tuan." Jawab Nesya.


"Hem, sudah kuduga." Tutur Nicko memang telah menduganya.


Karena kebanyakan wanita, jika memiliki kekasih. Mereka akan berpenampilan sebaik dan semenarik mungkin untuk membuat pasangan mereka tetap bertahan untuk mereka. Sedangkan pegawai barunya ini, tak menunjukkan tanda-tanda itu.


"Darimana Karnia bisa bertemu dengan mu?" tanya Nicko padanya.


"Bukan Nona Karnia yang bertemu dengan saya Tuan. Namun sekretaris lama Tuan yang merekomendasikan saya." Jawab Nesya.


"Bisakah kau memakai bahasa non formal saja? Kita tak sedang bekerja." Tegas Nicko meminta.


"Baiklah Tuan." Patuhnya.


"Jangan memanggilku dengan formal." Ingat Nicko lagi.


Daripada atasannya itu banyak permintaan, lebih baik Nesya menurut saja. Lagi pula lelah juga berlagak sopan pada pria menyebalkan itu.


"Baiklah Nicko." Jawab Nesya dengan malas.


Dalam hati, Nesya menggerutu dengan kelakuan atasannya itu. Benar-benar di luar dugaan sekali. Bagaimana jika dirinya saat ini adalah Nesya yang asli, kira-kira apa yang akan pria itu lakukan?


"Tuan ... em Nicko boleh aku bertanya sesuatu?" tanyanya pada Nicko.


"Tanyakanlah." Tutur Nicko


"Mengapa kau begitu ingin menemukan seseorang yang saat ini kau cari?"


Next .......