
Nicko membawa Nesya melewati kedua sahabat Nesya begitu saja. Nesya menatap heran sekaligus terkejut dengan keberadaan Sidy. Karena Aaron ataupun wanita itu sendiri tak mengatakan apapun bila Sidy juga ikut serta dengan Aaron.
Sementara Sidy menatap Nesya dengan tersenyum jahil dan melambaikan tangan pada wanita yang merupakan sahabat nya itu. Hingga tubuh Nesya dan Nicko tak tampak lagi, barulah mereka kembali duduk di tempat nya.
"Enak sekali menjadi Nesya. Akan dinikahi oleh pria tampan dan posesif seperti itu. Aku tak akan menolak jika diberi yang seperti itu." Tutur Sydi yang merasa heran dengan Nesya. Kok bisa-bisanya sahabat nya itu menolak untuk dinikahi Nicko.
"Kau tak perlu mencari yang jauh-jauh, di depan ini juga ada pria tampan." Ujar Aaron menanggapi.
Sidy hanya membalas perkataan pria itu dengan memasang wajah malas. Dirinya sedang serius malah diajak bercanda terus. Membuat nya malas dengan Aaron.
"Aku akan pulang besok, jika kau tak mau ikut nikmatilah waktu mu di sini sendiri." Ujar Aaron pada Sydi.
"Mengapa cepat sekali? Aku masih ingin menikmati bersenang-senang di sini. Kalau perlu mencari jodohku di sini." Jawab Sidy dengan tersenyum kecil.
Membuat Aaron yang berganti menatap malas. "Kau bisa menikmati waktu mu, dan aku akan pulang terlebih dahulu. Banyak pekerjaan yang telah ku tinggalkan." Ujar Aaron apa adanya.
Sebenarnya tujuan mereka datang ke negara kelahiran Nesya, selain untuk berlibur. Juga untuk melihat kalau kabar sahabat nya itu baik-baik saja. Karena mereka masih khawatir jika Nesya belum bisa move on. Atau bertemu dengan pria yang buruk perangai nya lagi.
Namun setelah melihat bahwa Nesya mendapat kan pria baik-baik dan bertanggung jawab. Mereka akhirnya bisa tenang, dan tak ada alasan lebih lagi untuk tetap menetap di negara kelahiran Nesya.
"Kau tega meninggalkan aku sendiri?" tanya Sidy menatap Aaron dengan wajah iba. Karena pria itu akan selalu luluh jika dirinya melakukan hal itu.
"Huh baiklah, lusa kita akan pulang. Jadi gunakan waktu sehari mu besok dengan sebaik-baiknya." Tegas Aaron pada wanita itu.
Sebenarnya Sidy adalah wanita yang super galak. Bahkan banyak pria tak berani untuk sekedar mendekati dirinya. Namun jika berhubungan dengan Aaron entah mengapa, justru sifat manja dan seolah bergantung yang selalu muncul.
***
Nicko membawa Nesya memasuki mobilnya, kemudian mengajak Nesya untuk pulang ke kediaman Nicholas. Nicko sudah tak ingin menunda lagi kali ini. Nesya harus menjadi milik nya secepatnya.
Setelah sampai di kediaman orang tua Nesya. Nicko segera menggenggam dengan lembut tangan wanita nya itu. Tak ada penolakan yang wanita itu tunjukkan. Karena sejak tadi dirinya sebenarnya merasa was-was dan takut.
Karena sejak tadi Nicko tak mau membuka suara sama sekali. Terkesan acuh padanya, juga wajah pria itu yang nampak sekali menahan rasa marah. Membuat Nesya begitu takut, jangankan mengeluarkan suara. Untuk bernafas saja rasanya agak canggung, takut semakin memancing kemarahan pria itu.
"Masuklah ke kamar mu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada kedua orangtua mu." Titah Nicko berujar tegas.
Nesya pun tak dapat melakukan apapun kecuali hanya menuruti saja apa kata pria itu. Meski penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan, namun Nesya memilih tetap diam di dalam kamar nya.
Daripada diam-diam sendiri dan tak melakukan hal apapun. Nesya memutuskan untuk menghubungi kedua sahabat nya itu. Karena Nesya masih merasa penasaran dengan adanya Sidy yang rupanya turut ikut serta.
"Mengapa kau tak mengabari ku jika ikut?" tanya Nesya setelah mereka saling sapa sebentar. Mereka melakukan panggilan video.
"Aku ingin memberikan kejutan untukmu. Tapi justru kami yang kau buat terkejut." Tutur Sidy di seberang sana.
"Kalian harus mengunjungi rumahku, menginap di sini, dan merasakan masakan Mama ku." Ujar Nesya mengajak sahabat-sahabat nya itu untuk datang ke rumah nya.
"Tentu saja, besok kami akan datang. Dan kau harus menyediakan hidangan yang mewah ..." Ujar Aaron dengan bercanda.
Pembicaraan mereka berlanjut sampai ketiganya merasa lelah dan mengakhiri panggilan video itu. Nesya merasa senang karena kedua sahabat nya besok akan menginap di rumah nya.
Mengingat tentang sahabat nya, Nesya menjadi teringat Teira. Saat ini sahabat satunya itu sedang dilanda kegalauan. Karena kekasih nya pergi meninggalkan dirinya, dengan alasan tak ingin menyakiti hati Teira jika menyiksanya dengan rasa rindu.
Teira bilang, kekasih nya itu akan pindah tempat kerja. Dan pindahnya memang bukan jarak dekat lagi, di negara lain. Tepatnya negara tempat Nesya dulu menimba ilmu bersama dengan teman-teman nya yang lain.
"Apa aku menginap di sana lagi saja? Sahabat ku itu pasti sedang sedih bukan?" tanya Nesya pada dirinya sendiri.
Sementara di ruang tamu
"Jadi lusa kau akan menikahi putri ku?" tanya Tuan Nicholas dengan nada tegas.
"Benar, karena aku tak bisa lagi membiarkan wanita ku didekati pria manapun." Jawab Nicko tak kalah tegas.
Pembicaraan inilah yang akan Nicko katakan pada kedua orangtua Nesya. Pembicaraan Nicko katakan sebagai penting pada Nesya. Nicko tak ingin lagi melepaskan Nesya. Wanita itu terlalu licin ibarat belut jika dilepas sejenak saja.
"Baiklah, aku tunggu kedatangan kedua orangtua mu untuk membicarakan hal ini lebih dalam." Ujar Tuan Nicholas dengan nada ramah.
Dan Nicko mengiyakan perintah itu. Kemungkinan besok satu-satunya waktu yang bisa dirinya gunakan untuk mempertemukan kedua orangtua mereka.
Setelah selesai berbicara dengan Tuan dan Nyonya Nicholas. Nicko meminta izin untuk diperbolehkan berbicara dengan putri mereka, Nesya. Nesya pun bersedia. Hingga mereka berbicara di sebuah taman yang ada di rumah Nesya.
"Mengapa kau menemui mantan kekasih mu?" tanya Nicko dengan berusaha tenang.
"Dia datang sendiri, tak ada yang menemuinya." Jawab Nesya dengan tenang pula.
Nicko mengangguk, mencoba percaya dengan apa yang Nesya sampaikan. "Lalu mengapa kau membiarkan dia menggenggam tanganmu, Girl? Bukankah kau tau, kau adalah milikku." Ujar Nicko dengan suara penuh penekanan.
Nesya terdiam membisu mendengar pertanyaan itu. Bagaimana Nesya akan menjawab nya. Jika dirinya melakukan itu memang sengaja supaya orang suruhan Nicko akan mengirim gambar mereka kepada Nicko. Dan akhirnya membuat pria itu ilfil, dan tak jadi menikahinya dalam waktu dekat ini.
"Aku ...aku hanya kasihan pada nya." Jawab Nesya dengan gugup. Dan itu dapat ditangkap oleh Nicko.
Hingga membuat Nicko berspekulasi hal lain. "Kau masih memiliki perasaan pada nya, Girl?" tanya Nicko dengan menatap Nesya tajam.
Next .......