GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Terungkap?



Setelah menyelesaikan meeting bersama klien, dengan Nesya yang ikut serta. Saat ini Nicko tengah makan malam bersama keluarganya di rumah.


Sejak tadi, Mami tak berhenti menanyakan kabar Nesya. Dan meminta putranya itu untuk membawa wanita yang mami ketahui berstatus sebagai kekasih Nicko.


"Mi, Nesya sedang sibuk untuk saat ini. Lain kali aku akan tanyakan lagi oke." Kilah Nicko yang tak ingin mempertemukan Mami dengan Nesya kembali.


Bukan apa-apa, hanya saja Nicko tak mau keduanya sama-sama berharap dengan hubungan diantara mereka. Meski Nicko merasa senang jika sang Mami menyukai sekretaris nya itu, namun Nicko tak memungkiri.


Bahwa ada wanitanya yang selama ini dirinya cari, yang kelak harusnya lebih dekat dengan Mami. Nicko tak ingin, wanitanya akan merasa cemburu dengan kedekatan sang mami dengan wanita lain.


Ya, seyakin itu Nicko pada Nesya. Seyakin itu pula dirinya akan menjadikan wanita itu sebagai wanitanya. Entah Nesya menerima atau tidak, namun Nicko akan membuat Nesya tak bisa menolak dirinya lagi.


Saat ditengah-tengah perdebatan mereka. Tiba-tiba teriakan keras dari arah pintu depan membuat mereka semua terkejut.


"Kak!!!" Teriak Nathan yang tak tahu tempat.


Membuat mereka yang tengah menikmati makan malam merasa geram. Mami segera mendaratkan tangannya di telinga putra bungsunya itu. Saat Nathan telah berjarak dekat dengannya.


"Aww Mami!?" teriak Nathan untuk yang kedua kalinya. Kali ini teriakan kesakitan, bukan teriakan seperti tadi.


"Lepasin Mi." Keluh Nathan mengiba. "Kak, apa kau tak mau membantu ku? Aku membawa berita gembira tentang wanitamu." Tutur Nathan berujar jujur.


Nicko tak menggubris perkataan adiknya itu. Pria itu justru masih asik makan, tak menghiraukan sama sekali. Nampaknya Nicko telah melupakan sesuatu tentang pencarian wanitanya.


"Berita apa yang kau bawa? Apa tentang Nesya, kekasih kakakmu?" Tanya Mami yang merasa penasaran.


Kenapa putra bungsunya tahu tentang Nesya. Sedangkan Nicko tak ingin dirinya bertemu lagi dengan kekasih putranya itu. Tentu hal itu menjadi tanda tanya di benak Mami, dan tentunya penasaran.


"No Mi, ini wanita yang lain. Bukan wanita yang pernah kakak bawa kesini." Ujar Nathan menjabarkan semuanya.


Nathan menatap sinis ke arah Nicko yang menatap tajam dirinya. Salah sendiri tak membantu dirinya keluar dari jerat sang Mami. Jadi sekarang Nathan membongkar semua sandiwara kakaknya itu.


"Apa maksudmu Nat? Jelaskan Nick!?" Tegas Mami yang merasa semakin dibuat bingung.


"Mi, wanita yang kemarin dibawa Kak Nicko itu bukanlah kekasihnya sungguhan." Jelas Nathan tanpa takut sama sekali.


Dan jawaban Nathan membuat Mami syok bukan main. "Jadi kamu membohongi Mami Nick?" tanya Mami menatap tajam Nicko.


Nicko yang merasa geram pada Nathan, bersumpah akan memberikan pelajaran pada adik bungsunya itu. Berani sekali anak kecil itu membuat dirinya menjadi dapat masalah seperti ini.


"Maaf Mi, Nicko tak bermaksud begitu. Hanya saja memang ada wanita yang Nicko inginkan. Tapi masih dalam tahap pencarian saat ini Mi." Jelas Nicko dengan pelan.


Sang Mami yang mendengar perkataan Nicko, bukannya mereda malah semakin emosi. "Jadi kamu membohongi Mami, lalu mempermainkan Nesya juga Nick?!" Geram Mami yang menatap tajam ke arah Nicko.


"No Mi, Nicko tak mempermainkan Nesya. Nesya memang bersedia untuk membantu Nicko menjalankan rencana ini. Dan Nicko yang memaksa nya Mi. Jadi jangan salahkan Nesya atas sandiwara ini." Jelas Nicko.


Tanpa sadar Nicko membela Nesya. Tak ingin wanita yang menjadi sekretaris nya itu mendapatkan masalah dari Maminya.


Wajah polos dan lugunya, tak mungkin Mami salah menduga. Mami yakin wanita itu bukan wanita yang bisa membohongi orang lain. Mami tak menyalahkan Nesya sama sekali, apalagi Nicko sudah mengakui bahwa Nesya dipaksa oleh dirinya.


"Mami kecewa dengan perbuatan mu Nick. Jika ingin mendapatkan maaf dari Mami, bawalah Nesya ke hadapan Mami secepatnya. Mami merindukan calon menantu Mami itu." Tutur Mami tanpa rasa bersalah sedikitpun. Telah menyebut Nesya seperti itu.


"What!? Mi, tapi Nicko sudah memiliki wanita yang Nicko cintai Mi." Protes Nicko yang nampak tak terima.


"Jika begitu, jangan berharap akan mendapatkan maaf dari Mami." Ujar Mami dengan tegas meninggalkan ruang makan bersama Papi.


Setelah kepergian mereka, Nicko berganti menatap Nathan dengan tajam. "Kau lihat? Apa yang telah kau lakukan?" Tutur Nicko dengan geram.


Nathan menghela nafasnya dengan kasar. Meski ada rasa takut menghadapi sang kakak, namun Nathan berusaha untuk berani. Karena saat ini dirinya tengah memegang kartu as kakaknya, yang tentu saja akan membuat Nicko takluk padanya.


"Eitts apa kakak tak penasaran alasan yang membuat aku berteriak-teriak." Pancing Nathan.


"Aku tak punya waktu mengurusi hal-hal tak penting seperti mu." Ketus Nicko menjawab pertanyaan Nathan.


Meski tadi Nathan sempat mengatakan tengah membawa berita gembira tentang wanitanya. Namun Nicko tak langsung percaya. Karena selama enam bulan terakhir ini, hasil pencarian Nathan tak membuahkan hasil apa-apa.


Hingga membuat Nicko yakin bahwa Nesya memang tak akan bisa ditemukan hanya dengan pencarian secara rahasia seperti ini. Dan Nicko sudah merencanakan untuk menemui kedua orangtua Nesya langsung.


Namun sampai detik ini, dirinya masih belum sempat. Selain jadwal yang sibuk, kedua calon mertuanya itu juga begitu sulit untuk diajak untuk bertemu. Mereka sering bolak-balik keluar negeri, hingga tak memiliki banyak waktu untuk mengadakan pertemuan.


"Baiklah, kalau begitu aku simpan saja hasil penemuan ku tentang wanita yang sedang kakak cari." Tutur Nathan kemudian berlalu pergi.


Mendengar perkataan Nathan yang sepertinya sudah menemukan keberadaan wanitanya. Nicko segera menghentikan gerakan anak lelaki yang merupakan adiknya itu. Dengan menarik kerah belakang baju Nathan, Nicko membalikkan badan Nathan menghadap ke arahnya.


"Jelaskan sekarang!" Tegas Nicko tak ingin berbasa-basi lagi.


"Ck coba sejak tadi. Tak perlu ada drama lagi yang membuat Mami kecewa." Ujar Nathan pelan.


Nicko yang mendengarnya semakin menatap tajam ke arah Nathan.


"Baiklah-baiklah." Ujar Nathan merasa was-was dengan kemarahan kakaknya.


Nathan mulai menjelaskan semuanya kepada Nicko. Dimana keberadaan Nesya dan siapa Nesya.


"Wanita yang sedang kau cari, saat ini berada di sekitar mu Kak. Apa kakak tak menyadari keberadaannya. Padahal begitu dekat bahkan sangat dekat dengan mu Kak." Jelas Nathan yang membuat Nicko mengernyit heran.


"Siapa maksudmu?" Tanya Nicko yang masih tak paham.


Nathan menghela nafas panjang. Memaklumi Nicko yang masih juga tak paham siapa yang dimaksud dirinya.


"Wanita yang kau cari adalah Nesya sekretaris mu."


Next .......