GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Menyadarkan



Nesya berdecak mendengar perkataan Nicko. Darimana pria itu tahu dengan begitu yakin jika Maminya tak akan berpikiran macam-macam terhadapnya. Sedangkan Karnia saat ini pastilah telah mengadu kepada Mami dan menjelek-jelekkan dirinya.


"Ck apa kau bisa membaca pikiran orang, hingga begitu yakin dengan pemikiranmu itu?!" Ujar Nesya meremehkan perkataan Nicko.


Nesya menjadi begitu ketus dan sinis pada atasannya itu. Karena merasa pria itu terus mengejar-ngejar dirinya, hingga tak mampu membuat Nesya merasakan sedikit saja rasa kehilangan.


"Kau lupa Girl, Mami adalah ibuku. Tentu saja aku paham bagaimana sifatnya." Jawab Nicko dengan begitu yakinnya.


"Ya terserah kau saja." Jawab Nesya dengan malas.


Mereka masih terus melanjutkan perjalanan menuju kediaman orangtua Nicko. Sudah dapat dipastikan saat ini Karnia pasti sudah sampai dan mengadukan semuanya. Seperti apa yang sempat wanita itu katakan tadi.


Dan pemikiran mereka memanglah benar. Karnia tengah mengobrol berdua dengan Mami saat ini. Tak lupa air mata buaya turut serta membantu segala aduannya pada kelakuan Nicko dan Nesya di villa.


"Benarkah?" tanya Mami masih tak percaya.


Padahal sejak tadi Karnia sudah menjelaskan dengan rinci rentetan kejadiannya. Bahkan tak segan wanita itu menambahkan bumbu-bumbu untuk membuat Mami tak menyukai Nesya. Menuduh Nesya yang menggoda Nicko dan lain sebagainya.


Mami tertawa dalam hati kala mendengar aduan dari wanita di depannya itu. Bagaimana tidak, jika Mami sangat mengenal bagaimana sifat Nesya. Juga jangan lupakan jika Mami paham betul siapa Karnia sebenarnya.


"Sepertinya Nicko tak akan melakukan tindakan serendah itu Karnia." Tutur Mami mengelak. Rasanya asyik juga mengerjai Karnia.


"Mami, tapi mereka benar-benar berada di dalam kamar berdua. Lalu apa lagi yang akan mereka lakukan jika bukan hal berbau seperti itu?"Jelas Karnia meyakinkan.


"Sepertinya dirimu paham sekali, apa kamu juga melakukannya dengan Nicko bila berada di kamar berdua?" tanya Mami mencoba menjebak wanita itu.


Tentu saja Karnia paham, karena wanita itu pastilah sering melakukannya dengan kekasih gelapnya itu. Dan bersama Nicko, Mami yakin mereka tak pernah melakukannya. Karena dirinya tahu Nicko tak akan menyentuh wanita dengan sembarangan.


"Ti ..tidak Mi, Nicko tak mungkin mau melakukan hal itu. Jangankan seperti itu, dinner berdua saja Nicko tak pernah mau." Ujar Karnia mengatakan yang sebenarnya.


"Tapi tampaknya kau begitu paham dengan kejadian jika wanita dan pria hanya berdua?" tanya Mami mendesak.


Secara perlahan Mami sebenarnya ingin Karnia mengakui kebenarannya. Mami tak akan membenci wanita itu, jika Karnia mau jujur yang sebenarnya padanya. Namun sepertinya Karnia memang tak ada niatan untuk mengatakan semuanya.


"Bukankah memang begitu Mi, jika ada wanita dan pria di dalam ruangan yang sama?" tanya Karnia masih mengelak.


"Hem bisa saja memang. Namun bisa saja tidak juga, karena bisa jadi mereka hanya melakukan sebuah pekerjaan." Jelas Mami yang membuat Karnia merasa tertohok.


"Tak mungkin Mi, mengapa harus di villa, lalu di dalam kamar pula. Pdahal kantor ada, dan tak harus di dalam kamar bisa ruangan mana pun." Ujar Karnia masih berusaha memprovokasi Mami.


"Bisa di ruangan mana pun terserah mereka bukan? Jadi di dalam kamar pun sepertinya juga bukan masalah jika menyangkut pekerjaan." Ujar Mami masih berusaha melawan perkataan Karnia.


Sebenarnya apa yang Mami ucapkan tak begitu benar. Karena juga tak akan mungkin jika pekerjaan akan dilakukan di dalam kamar. Hanya saja Mami ingin Karnia mengerti bahwa tak sebaiknya wanita itu terlalu mencampuri urusan putranya.


"Sebaiknya kamu jangan lagi muncul di hadapan Nicko." Ujar Mami dengan nada tegas.


Membuat Karnia yang terdiam menjadi merasa terkejut. Apa telinganya tidak salah dengar. Kenapa bukannya mendapatkan dukungan malah mendapat pengusiran seperti ini.


"Maksud Mami?" Tanya Karnia dengan syok.


"Mami dan Nicko tentunya telah mengetahui segala kebusukan mu." Tutur Mami.


"Maksud .. maksud Mami apa Mi? Karnia tak paham." Ujar Karnia menepis kegugupannya.


Rasanya tak mungkin jika Mami dan Nicko telah mengetahui pengkhianatan yang telah dirinya lakukan. Tak mungkin, pasti Mami tengah membahas hal lain saat ini.


"Mami pikir kamu akan jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun melihat kepura-puraan mu seperti ini, Mami menjadi muak Karnia." Jelas Mami penuh penekanan.


Selama ini sepertinya sudah cukup dirinya diam dengan segala kelakukan Karnia yang tampak seperti tak terjadi apa-apa. Dan untuk kali ini, Mami harus mempertegas semuanya.


Supaya Karnia juga cepat mengerti, sehingga Nicko juga bisa secepatnya menjadikan Nesya miliknya tanpa gangguan apapun.


Toh dirinya juga yang membawa Karnia masuk ke dalam kehidupan Nicko. Jadi dirinya pula yang perlu mempertanggung jawabkan semuanya saat ini. Dengan membuat Karnia tak lagi mengganggu hubungan Nicko dan Nesya.


"Mami mengetahui tentang hubungan mu dengan kekasihmu itu. Bukan hanya Mami dan Nicko saja, tapi suamiku dan putra bungsuku juga tahu. Jadi tak ada lagi caramu untuk meyelamatkan diri dari rasa malu itu atas pengkhianatan mu." Jelas Mami menjabarkan.


Karnia membulatkan matanya merasa terkejut bahwa mereka semua mengetahui tentang sisi gelapnya. Benar apa yang Mami katakan, kini dirinya seakan tak lagi ada muka. Begitu merasa malu dengan kelakuannya.


Karnia hanya mampu tertunduk merasa malu telah melakukan hal itu pada keluarga yang begitu baik padanya selama ini.


"It's ok Karnia. Kamu masih akan tetap menjadi putri Mami. Hanya saja jangan pernah ganggu putra Mami lagi. BIarkan Nicko bersama wanita pilihannya. Dan kamu berbahagialah dengan pria pilihanmu." Ujar Mami yang merasa tak tega melihat Karnia.


"Maafkan Karnia Mi, karena tak jujur juga melakukan tindakan rendah seperti itu." Tuturnya merasa bersalah dan menyesal.


Dan Mami mendapati ketulusan dalam ucapan yang Karnia katakan. Meski tahu Karnia begitu sangat sering mendrama, namun kali ini Mami yakin dengan ketulusan wanita itu.


"Mami maafkan, tapi setelah ini kamu jangan lagi melakukan hal yang sama. Meskipun bagaimana pun pasangan kamu tak bisa menghargai kamu, tetap hargai dan jaga hubungan kalian. Jika memang sudah merasa lelah dan tak lagi mampu menghadapinya, maka lepaskan dengan baik-baik. Bukan dengan cara mengkhianati siapa pun." Nasehat Mami pada Karnia.


Mami berucap mengumpamakan hubungan Karnia dan Nicko. Nicko cukup andil serta dalam kesalahan ini, tapi Karnia juga ikut melakukan kesalahan.


"Maafkan Nicko karena tak pernah peduli dan menganggap kamu selama ini, Sayang." Tutur Mami mewakili Nicko.


Karnia mengangguk paham dengan nasehat yang Mami berikan. Juga permintaan maaf itu, Karnia terima dan dirinya mencoba memaafkan Nicko.


Next .......