GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Ketakutan



Keesokan harinya Nesya kembali pada rutinitas sehari-hari nya, bekerja di perusahaan Brown. Dengan wajah cerianya, Nesya sama sekali tak memiliki firasat apapun. Jika penyamaran nya rupanya telah diketahui oleh Nicko, atasannya.


Nesya langsung mendudukkan diri di kursi tempat nya bekerja. Sementara atasannya itu nampak belum datang. Wajar saja atasan, telat pun tak akan ada yang menegur. Namun bila diingat-ingat, Nicko tak pernah telat datang juga sih.


Nesya yang mulai mengecek apa saja yang mesti dikerjakannya, mulai kembali kepikiran dengan sikap Mama nya tadi pagi. Memang Nesya berangkat dari rumah kedua orangtuanya, tentu saja menggunakan motor yang biasa dirinya gunakan.


"Maafin Nesya Ma, sebentar lagi Nesya akan menyelesaikan misi ini. Nesya mau lihat bagaimana ketulusan pria itu pada Nesya." Gumam Nesya pelan.


Ya, setelah mendapatkan kemarahan sang Mama yang memintanya menghentikan penyamaran ini. Nesya mulai berpikir bagaimana cara mengabulkan permintaan sang mama itu.


Nesya juga telah mengakui bahwa dirinya mulai tertarik pada atasannya itu semenjak mereka lebih dekat dan akrab. Perjuangan Nicko yang masih terus mencari nya sampai saat ini, membuat Nesya juga merasa tersentuh.


Nesya berpikir kemungkinan Nicko memang benar-benar ingin memperjuangkan dirinya. Maka dari itu, Nesya memutuskan untuk menguji Nicko. Seberapa serius Nicko dengan dirinya yang asli.


Untuk bagaimana caranya, Nesya masih memikirkan hal itu. Apakah akan dengan memakai penyamarannya ini untuk merayu Nicko. Atau Nesya akan menggunakan wanita lain, mungkin wanita yang mengaku kekasih pria itu.


Saat sibuk dengan pemikirannya, Nesya dikejutkan dengan kehadiran Nicko yang tiba-tiba. "Selamat pagi Tuan." Sapanya dengan sopan.


Nicko tanpa menatap Nesya dengan intens. Di sana terselip senyuman tipis yang tak disadari oleh Nesya. Nesya yang merasa Nicko memandangnya lekat menjadi salah tingkah.


"Mau saya bacakan jadwalnya sekarang Tuan?" tanya Nesya untuk mengalihkan tatapan pria itu.


Nicko menggeleng pelan. "Kosongkan jadwal hari ini, dan kita akan pergi ke Villa keluarga ku." Titah Nicko dengan dingin.


Nesya kembali dibuat heran dengan sikap atasannya itu. Tidak seramah biasanya, dan kini dengan entengnya meminta mengosongkan jadwal. Hal yang belum pernah Nicko lakukan selama dirinya bekerja bersama Nicko.


"Maaf Tuan, apa Tuan akan ada acara penting?" tanya Nesya pada Nicko.


Nesya berpikir mungkin saja akan ada acara yang membuat Nicko memintanya untuk mengosongkan jadwal hari ini secara full.


"Ya, ikuti saja apa yang aku perintahkan." Titah Nicko dengan tegas.


Nicko berusaha menahan senyuman nya, kala melihat kebingungan Nesya pada sikap nya yang sengaja berbeda. Nicko memiliki rencana untuk Nesya hari ini.


Nicko memutuskan untuk tak berusaha atu berpura-pura tak tahu tentang penyamaran wanita pujaannya itu. Nicko tak ingin nanti nya mempermainkan Nesya. Nicko juga bukan tipe orang yang ahli bersandiwara.


"Kenapa dengan pria itu? Padahal aku ingin mengujinya, seberapa besar perasaan nya pada ku. Tapi sikapnya membuat ku menjadi tak berani." batin Nesya dalam hati.


Nesya mengikuti Nicko di belakang pria itu. Sikap dingin dan datarnya sungguh membuat Nesya merasa begitu tertekan. Entahlah, mood Nesya menjadi buruk hari ini karena perubahan sikap Nicko.


"Turunlah." Titah Nicko saat mereka telah sampai di depan Villa Brown.


Nesya yang tengah melamun memikirkan perubahan sikap Nicko tak mendengar perkataan pria itu. Hingga dengan sengaja, Nicko menutup pintu mobil dengan keras. Setelah dirinya keluar dari kendaraan roda empat itu.


Anggap saja sebagai balasan karena selama ini Nesya pura-pura tak mengenal wanita yang sedang dirinya cari. Padahal wanita itu sendiri orangnya. Nicko sekilas merasa dibohongi dan dipermainkan oleh Nesya.


Sementara Nesya yang sedang sibuk memikirkan perubahan sikap Nicko dibuat terkejut dengan suara keras dari pintu yang ditutup oleh Nicko. Nesya menatap ke arah suara yang membuatnya terkejut itu.


Saat tersadar Nicko tak lagi di dalam mobil, Nesya pun segera ikut keluar. Mengikuti atasannya yang tampak mulai memasuki sebuah villa megah yang cukup asri itu. Nesya merasa terkesan dengan desain interior vila itu.


"Masuklah ke dalam dan tunggu aku." Titah Nicko meminta Nesya untuk memasuki sebuah ruangan.


Nesya yang tak mengetahui apa yang ada dalam ruangan itu, dan ruangan apa itu. Menurut saja saat Nicko memintanya untuk masuk ke dalam. Hingga wanita itu terkejut bukan main, kala mendapati rupanya sebuah kamar yang telah dirinya masuki.


Nesya mulai merasa khawatir dan was-was dengan keadaan saat ini. Bukan berpikir merasa percaya diri jika Nicko tertarik untuk berbuat macam-macam padanya. Namun sebagai wanita, dirinya tetap harus waspada bukan.


Nesya berniat untuk keluar dari ruangan kamar itu. Namun aat memegang handle pintu, Nya dikejutkan dengan keberadaan Nicko yang juga tengah membuka pintu. Hingga Nesya yang berniat keluar dari kamar itu merasa terkejut.


Nicko memasuki kamar itu lalu mengunci pintu. Sontak hal itu membuat Nesya merasa semakin khawatir dan gelisah. Tak hanya itu, Nesya merasa ketakutan setengah mati. Takut Nicko akan benar-benar melakukan hal buruk padanya.


"Tu ... Tuan mengapa pintunya dikunci?" tanya Nesya terbata-bata.


Nicko yang ditanya hanya terdiam. Namun tak urung bibirnya menyunggingkan senyum devil pada wanita cantik yang sedang menyamar itu.


"Kita akan bersenang-senang sejenak Girl." Tutur Nicko menatap Nesya dengan lekat.


Nicko memanggil Nesya dengan panggilan yang Ia sematkan pada wanita pujaannya itu. Namun saking takut dan was-was nya Nesya, wanita itu tak menyadari panggilan dari pria itu.


Jika Nesya sadar, pastilah Nesya mencurigai bahwa atasannya itu sudah mengetahui penyamaran dirinya. Namun sayangnya Nesya tak menyadarinya. Wanita itu terlalu takut dan begitu khawatir.


Apalagi setelah mendengar perkataan pria itu yang mengatakan kalimat mengerikan untuk didengar. "Tuan, jangan seperti ini. Membuatku takut." Tutur Nesya memberanikan diri.


Nicko tersenyum smirk mendengar permohonan Nesya, lalu tangannya menarik lengan wanita itu dan dihempaskan tubuh wanitanya itu ke kasur empuk yang ada di sana.


Nicko bergerak menindih tubuh wanita itu dengan gerak cepat. Tentu hal itu membuat Nesya semakin ketakutan. Hingga tubuhnya terasa kaku untuk melakukan perlawanan pada tubuh kekar Nicko.


Nicko mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut pipi wanita itu. "Apa kau masih ingin bersandiwara di depanku Girl?" tanya Nicko dengan suara rendah. Namun itu terasa menakutkan bagi Nesya.


"Ap ...apa maksudmu Tuan?" tanya Nesya tak paham.


"Kau Nesya bukan? wanita ku, wanita yang selama ini aku cari." Jelas Nicko masih mengusap lembut wajah wanitanya.


Deg


Next .......