
Keesokan harinya, Nesya dan Teira sudah bersiap untuk berangkat bersama menggunakan motor Nesya. Nesya juga sudah berpenampilan sesuai dengan sandiwaranya. Tak lupa mengepang rambut, kacamata, dan tempelan bulatan hitam di pipinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Nesya dan Teira sampai di perusahaan tempat mereka bekerja.
Teira segera mengajak Nesya untuk bertemu dengan atasannya, Ceo sekaligus anak pemilik perusahaan ini. Atau yang lebih di kenal dengan Brown Company.
"Permisi Nona, saya sudah membawa pengganti saya. Namanya Nesya, sesuai kiteria yang Nona inginkan." Jelas Tiera pada kekasih atasannya.
Saat ini, atasannya rupanya sedang rapat di ruang meeting. Saat mereka masuk ke dalam ruangan Ceo, justru yang ditemui adalah kekasihnya.
Kekasih atasannya yang bernama, Karnia Feronika itu sedang mengamati Nesya yang tampak menunduk. Nesya melihat seringai tipis di bibirnya, saat dirinya menatap wajah kekasih calon atasannya itu.
"Bagus, dia sesuai kriteria yang saya minta. Dan kau tak akan saya pecat." Tutur Karnia dengan angkuhnya.
"Terima kasih Nona, saya permisi." Ujar Teira yang kemudian keluar meninggalkan Nesya, setelah memberikan bisikan semangat untuk teman barunya itu.
Setelah kepergian Teira, Karnia melihat Nesya dengan tatapan menelisik. Dan Nesya yang ditatap seperti itu, tampak biasa saja. wanita ular modelan begini. Nesya sudah pakam dengan sifat-sifat tak bermutu seperti ini.
"Apa kau pernah bekerja atau memilki pengalaman kerja?" tanya Karnia dengan angkuh, seolah dirinya yang menjadi atasan di sini.
"Maaf sebelumnya, saya di sini bekerja untuk atasan saya. Bukan untuk kekasih nya." Tutur Nesya dengan tegas.
Dari awal Nesya sudah merasa tidak etis. Perusahaan besar mana, yang menerapkan sistem tidak resmi seperti ini. Apalagi wanita itu hanya kekasih, belum jadi istri. Jadi mana mungkin boleh untuk mengambil tindakan seperti itu.
Seenaknya memecat karyawan, kemudian mengganti karyawan hanya karena urusan pribadi. Tak ingin kekasihnya berpaling atau berkhianat darinya. Benar-benar tak masuk akal.
Sontak jawaban Nesya membuat Karnia membulatkan matanya. Jelas saja wanita itu marah butan main, dengan keberanian Nesya yang mengatakan hal itu padanya.
"Kau! Beraninya kau berbicara seperti itu?" Geram Karnia mendekati Nesya.
Saat akan melayangkan sebuah tamparan, niatnya diurungkan kala melihat sang kekasih telah selesai dari urusan rapat. Dia berjalan dan menggandeng mesra lengan kekasihnya itu.
"Sayang, ini sekretaris barumu. Bukankah dia sesuai dengan keinginanku?" tanyanya manja pada kekasihnya yang merupakan ceo itu.
Sementara Nesya, menganga tak percaya melihat pria yang baru saja datang. Pria yang akan menjadi atasannya. Ternyata pria itu yang empat tahun lalu pernah berusaha merayunya. Ini benar-benar gila.
"Untung di tak akan mengenaliku, dengan penampilanku yang berbeda ini." Batin Nesya dalam hati.
Ya, pria yang menjadi atasan Nesya saat ini adalah Nicko Brown. Pria yang dulu sempat mencoba mencari masalah dengannya. Rupanya pria itu sudah memilki kekasih saat waktu itu dengan beraninya mencoba merayu dirinya.
Tentu Nesya mengetahui hubungan mereka yang telah berjalan lima tahun. Siapa lagi sumbernya jika bukan Teira. Namun Teira bilang, anehnya atasannya itu tidak memilki niatan untuk menikahi kekasihnya.
Setelah beberapa saat, Nesya mencoba menguasai dirinya dari rasa terkejutnya. Jangan sampai pria itu menyadari dirinya adalah Nesya, karena sandiwaranya jelas akan gagal.
"TInggalkan kami, pergilah shoping seperti biasanya." Titah Nicko pada kekasihnya.
Tak ada bahasa romantis ataupun nada romantis dari pria itu. Mereka bahkan tak terlihat seperti kekasih menurut Nesya.
Nicko Brown, seorang anak sulung dari keluarga Brown. Nicko merupakan anak pertama dari Regar Brown dan Valencia Brown. Keluarga Brown, merupakan jajaran teratas dari jajaran keturunan kaya lainnya. Salah satunya keluarga Nesya, yang merupakan keturunan Nicolas.
Pria itu tak memiliki perasaan apapun pada wanita itu. Karena hubungan mereka terjalin pun bukan atas kehendaknya, namun karena keinginan ibunya.
Hanya karena Karnia pernah menolong sang mama, membuat mamanya itu langsung menyukai Karnia dan memintanya untuk menjadi menantu. Tentu saja, Nicko menolak dengan tegas.
Hingga Nyonya Brown akhirnya meminta putranya untuk menjalin kasih terlebih dahulu, supaya dapat mengenal Karnia lenih jauh. Dan menumbuhkan perasaan cinta Nicko pada wanita itu.
Namun sampai saat ini, Nicko tetap saja tak bisa mencintai Karnia. Watak materialistis yang Karnia miliki, membuat pria itu yakin bahwa wanita itu hanya ingin hartanya.
Nicko sudah menjelaskan hal itu berkali-kali pada sang mama, namun masih saja Nyonya Brown tidak menggubris perkataan putra sulungnya itu.
Hingga suatu hari, Nicko dipertemukan dengan Nesya. Wanita cantik yang menurutnya sangat menawan, juga tampak seksi di matanya. Meski selama ini Karnia selalu berpakaian terbuka, namun bagi Nicko tetap tak mampu mengalahkan kecantikan dan seksinya Nesya.
Namun sampai saat ini dirinya tak dapat menemukan keberadaan wanita itu. Yang belum lama dirinya ketahui, bahwa wanita yang sedang diincarnya itu merupakan anak dari rekan bisnis ayahnya. Anak seorang Ryan Nicolas.
Nicko sama sekali tak mempermasalahkannya, justru hubungan kekerabatan diantara mereka akan memudahkannya mendapat restu fari kedua orangtuanya dan keluarga Nicolas.
Namun masalahnya di sini, wanita yang Ia ketahui bernama Nesya itu sangat sulit didekati apalagi di rayu. Hingga sampai saat ini, dirinya masih mencari jejak keberadaan wanita incarannya itu.
Setelah Karnia keluar dar ruangannya, Nicko memperhatikan sekretaris barunya dengan datar.
"Mengapa kau bersedia menggantikan posisi sekretaris yang lama?" tanya pria itu dengan datar.
Jika saja dia tahu, wanita di depannya adalah wanita incarannya. Pastilah pria itu tak akan mungkin bersikap datar seperti itu.
"Karena saya membutuhkan pekerjaan Tuan." Jawab Nesya dengan menunduk.
Nesya sangat takut, jika pria di depannya akan mengetahui penyamaran dirinya.
Pria itu menghela nafas kasar. Sebenarnya dirinya sangat lelah menghadapi kelakuan Karnia yang tak masuk akal. Selama lima tahun ini, wanita itu dengan seenaknya mengganti karyawannya bila tak sesuai kriteria yang dia inginkan.
Termasuk sekretarisnya yang sudah berganti selama dua puluh kali dalam lima tahun ini. Padahal yang kemarin saja, baru bekerja beberapa bulan. Tapi wanita itu tanpa tahu malu melakukan hal itu seenaknya.
Nicko tak mampu berbuat apa-apa, karena wanita itu selalu mengadu pada mamanya. Sebelum melakukan pemecatan itu, karenanya sang mama setuju dan mendukung wanita itu berbuat seenaknya.
Jelas NIcko lelah, karena setiap berganti sekretaris harus kembali melakukan kerjasama dengan orang yang terus berganti-ganti. Membuat pekerjaannya terkadang menjadi berantakan, apalagi yang sesuai kriteria Karnia rata-rata tidak kompeten menjadi sekretarisnya.
"Cari tahu detail orang ini, dan temukan keberadaannya." Perintahnya pada Nesya.
Nicko berpikir Nesya sama dengan sekretaris-sekretaris lainnya, yang kurang berkompeten mengerjakan tugas-tugasnya sebagai sekretarisnya.
Hingga dia memberikan pekerjaan yang menurutnya akan mampu Nesya lakukan. Mencari dan menemukan keberadaan seseorang. Padahal sebenarnya dirinya sudah menyuruh orang untuk melakukan.
Namun dirinya ingin saja mengerjai Nesya, demi melupakan kekesalannya pada Karnia yang tak mampu dirinya luapkan. Karena tak ingin membuat sang mama kecewa padanya.
Next .......