
"What?!! Kau bercanda Nath?" Ujar Nicko yang tentu saja merasa tak percaya dengan perkataan Nathan.
Nesya yang dirinya cari dengan Nesya yang menjadi sekretarisnya, mereka sangat berbeda jauh sekali meski nama mereka yang sama. Hingga Nicko tak bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh Nathan sama sekali.
"Ck jika kakak tak percaya terserah. Selamat kehilangan wanita yang kakak cintai." Ujar Nathan berlalu pergi meninggalkan kakak nya itu.
Nathan merasa kesal karena Nicko tak percaya dengan perkataannya. Seolah menyepelekan kemampuannya dalam mencari informasi seseorang.
"Kau itu seperti anak perawan saja, mudah sekali marah." Tutur Nicko yang merasa belum puas dengan informasi dari Nathan. "Lanjutkan informasi lainnya." Lanjut Nicko.
Nathan kembali membuka semua hasil temuannya, data-data lengkap tentang Nesya. "Dia sengaja melakukan penyamaran untuk mencari seseorang yang tulus mau menerima nya apa adanya. Tidak dari wajah cantiknya, kekayaan keluarganya, ataupun karena ketenaran."
"Mengapa dia harus melakukan hal itu? Bukankah itu hanya membuang-buang waktu dengan menyamar seperti itu?" tanya Nicko yang masih belum menyangka wanita yang disukainya ternyata berada di sekitarnya selama ini.
"Ck itu haknya untuk melakukan semu itu. Mengapa kakak yang jadi tak suka. Lagipula bukan tanpa alasan dia melakukannya. Terauma masa lalunya yang membuat nya akhirnya memutuskan untuk melakukan penyamaran." Jelas Nathan lagi.
"Trauma masa lalu?" tanya Nicko tampak penasaran. Ia baru tahu fakta tentang Nesya, sekretaris sekaligus wanita incaran nya.
"Ya, dia pernah memiliki kekasih yang rupanya hanya memanfaatkan segala kekayaan keluarganya untuk membuatnya sama terkenalnya dengan keluarga wanitamu. Bisa dibilang dia pansos, untuk istilah zaman sekarang." Jelas Nathan lagi mengatakan semua informasi yang dirinya dapatkan.
Meski umunya yang masih cukup muda. Namun kemampuan meretas Nathan tak lagi bisa diragukan. Nathan begitu jeli dan lihai dalam menemukan informasi tersembunyi mungkin.
Setelah mendengarkan banyak penjelasan dan informasi yang disampaikan oleh Nathan. Kini Nicko tampak mulai memikirkan segala rencananya untuk mendapatkan Nesya.
Wajar saja, selama ini dirinya merasa berbeda bila dekat dengan Nesya sang sekretaris. Rupanya dia orang yang sama dengan wanita yang sedang dirinya cari.
"Akhirnya aku menemukanmu, Girl. Kau tak lagi bisa bersembunyi dariku. Dan yes, Mami pasti akan langsung setuju jika Nesya yang akan menjadi menantunya." Ujar Nicko dengan tersenyum devil.
"Lalu sekarang, apa aku harus berpura-pura tak tahu atau ku bongkar saja penyamarannya di depanku?" gumam Nicko berusaha berpikir apa yang harus dirinya lakukan.
Hingga akhirnya Nicko mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya sendiri. "That right. Tunggu aku, Girl." Gumamnya tersenyum tipis.
Setelahnya, Nicko bergegas ke kamar sang mami. Ia menjelaskan semuanya kepada Maminya supaya tak lagi marah padanya. Meski awalnya kecewa, namun mami mencoba menerima setelah mendengar semua penjelasan dari Nicko.
Apalagi calon menantunya tetap orang yang sama. "Jika begitu cepat bawa Nesya sebagai anggota keluarga ini." Tegas Mami kepada putra nya itu.
"Mi, tak semudah itu. Nicko akan tetapi berusaha, namun tak bisa secepatnya. Karena Nicko juga harus membuat Nesya supaya jatuh cinta dengan ku dulu." Jelas Nicko mengutarakan rencananya.
Nicko memang berencana untuk membuat Nesya jatuh hati padanya. Supaya wanita itu tak lagi bisa menolak dirinya seperti waktu itu. Saat dirinya mengajak berkenalan dan dengan sombongnya Nesya menolak dirinya.
...***...
"Sayang, sudah cukup penyamaran kamu. Mama gak mau pisah lagi sama kamu sayang." Keluh Mama mengutarakan isi hatinya pada sang putri.
"Kamu gak sayang sama Mama. Masih banyak cari lain lagi Sayang untuk mencari pria tulus. Biar nanti Papa sama Mama yang carikan supaya dapat yang baik dan tulus." Kekeh Mama tetap memaksa.
Nesya terus berusaha untuk merayu sang mama supaya bersedia mengizinkan dirinya untuk tetap melakukan misi ini. Karena Nesya juga tak mau perjuangan nya selama ini hanya akan sia-sia saja.
Namun meskipun berusaha, sang mama masih saja sulit untuk dirayu. Hingga terjadilah mama mengadu pada papa. "Pa, lihat Nesya. Mama udah larang untuk melanjutkan penyamaran, tapi anak kamu itu sulit sekali di ajak bicara." Keluhnya pada sang suami.
Papa menghembuskan nafas pelan, mengerti kegundahan istirnya yang tak bisa jauh-jauh dari putri mereka. Namun Papa juga memaklumi usaha Nesya untuk mengindari kejadian buruk dimasa lalu.
"Ma, biarkan Nesya melakukan apa yang dia inginkan. Kita sebagai orangtua cukup mendukung saja bukan?. Nesya pasti tahu mana yang baik dan buruk. Lagipula, Mama masih punya Papa jadi biarkan Nesya melakukan keinginannya Ma. Nanti kalau sudah dapat, kita juga yang bahagia. Akan segera memiliki cucu." Jelas Papa dengan terkekeh pelan.
Mama yang mendengar penuturan sang suami merasa tak terima. Mengapa mereka seolah kompak sekali, sepertinya mereka sudah berkomplot. Membuat Mama merasa kesal dan geram.
"Terserah kalian, udah gak ada yang sayang sama Mama." Ketus Mama berlalu pergi masuk ke dalam kamar.
"Ma!" panggil Papa berteriak. Namun istirnya tampak tak menggubris.
"Huh Mama marah, bisa-bisa Papa tidur di luar" Keluhnya pada Nesya.
"Maaf Pa, tapi sekali-kali gak papa kayaknya." Ujar Nesya dengan tertawa.
Rasanya lucu sekali melihat kedua orangtuanya sedang bertengkar kecil begitu. Karena Nesya tahu pertengkaran tadi bukanlah pertengkaran sebenarnya. Hanya saling merajuk saja.
Nesya kembali masuk ke dalam kamarnya setelah sang Papa tampak duluan menyusul sang Mama ke kamar. Nesya merebahkan dirinya di kasur empuknya dengan nyaman.
Sudah dua hari dirinya berada di rumah kedua orangtuanya. Dan selama itu, dirinya menikmati waktu bersama mama dan papanya dengan perasaan bahagia. Hingga besok waktunya dirinya akan kembali pada rutinitas sebelumnya.
Nesya harus kembali melakukan misinya dalam penyamaran menjadi seorang geeky girl. Hingga saat ini Nesya belum menemukan pria tulus yang bisa mencintai dirinya tanpa embel-embel apapun.
Hingga ingatannya tertuju pada si boss, siapa lagi jika bukan Nicko. Nesya sepertinya mulai menyadari perasaannya tertariknya ini akan semakin bertambah besar dan tumbuh menjadi benih-benih cinta. Jika tak segera dimusnahkan.
"Apa mungkin jika Nicko memiliki perasaan yang sama seperti yang ku rasakan?" gumam Nesya bertanya pada dirinya sendiri.
Namun Nesya segera menampik pemikiran itu. Karena Nesya tahu Nicko selama ini sedang mencari dirinya versi yang asli.
"Jika Nicko sedang mencariku, berarti sebenarnya kami sama-sama menyukai saat ini?" gumamnya. "Hm tapi dia menyukai Nesya yang asli bukan yang sekarang." Tutur Nesya kembali.
Nesya menjadi bingung sendiri dengan jalan hidupnya yang terasa rumit gara-gara kelakuannya sendiri.
Next .......