GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Pernikahan & Kebahagiaan



Keesokan harinya, semua orang tengah sibuk mempersiapkan diri masing-masing untuk acara pernikahan Nesya dan Nicko tepat pada hari ini. Kedua mempelai pun juga sedang dipoles supaya terlihat fresh dan menawan.


Pesta pernikahan Nicko dan Nesya itu diadakan di salah satu gedung milik keluarga Brown. Tak begitu banyak tamu yang diundang. Hanya rekan-rekan yang memang berhubungan dekat dan keluarga dekat saja. Karena ini keinginan Nesya sendiri, yang belum terlalu ingin untuk publish.


"Apa nanti kau juga ingin acara seperti ini saat menikah?" tanya Justin kepada Teira, sembari menatap keseluruhan dekorasi yang tampak indah dan mewah di sana.


Teira yang mendengar pertanyaan dari kekasih nya itu menggeleng pelan. Dirinya memang tak menginginkan pesta semegah ini, pasti akan menghabiskan dan membuang banyak uang.


"Aku hanya ingin pernikahan yang sederhana, karena yang terpenting untuk ku adalah makna di dalam nya." Tutur Teira berujar dengan bijak.


"Benarkah? Aku justru ingin yang megah seperti ini." Ujar Sidy yang tiba-tiba muncul di antara mereka. Dan disusul Aaron di belakang nya.


"Kenapa?" tanya Justin.


"Karena pernikahan sekali dalam seumur hidup, maka aku ingin merayakan nya dan membuat kesan yang begitu indah. Benarkan Aaron?" tanya Sidy meminta dukungan dari pria itu.


"Ya, kita juga harus membuat kenangan yang sulit dilupakan bukan." Ujar Aaron menimpali.


Namun Teira masih tetap pada prinsipnya. Karena kesan dan kenangan itu bukan terletak pada megah atau meriah nya pernikahan menurut nya. Tapi terletak pada kesan dan makna yang membekas di hati kita.


Sementara Justin tak memiliki pendapat apapun terkait pernikahan. Pria itu selalu dengan santai menanggapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan nya. Tak perduli makna ataupun prinsip sekalipun. Hanya terfokus pada melakukan hal penting baginya, dan meninggalkan yang tidak bermanfaat.


Nicko dan Nesya telah duduk berdampingan dan siap akan diresmikan menjadi pasangan suami istri. Mereka semua tampak hikmat menikmati segala proses menuju resmi nya hubungan mereka di mata hukum maupun agama.


SAH


Setelah kalimat itu terdengar menggema di telinga mereka yang hadir di sana. Terucap lah kalimat syukur dari bibir mereka yang memang merasa bersyukur akhirnya kedua pasangan itu telah resmi menjadi suami istri.


"Selamat atas pernikahan kalian, semoga kami cepat menyusul" Ujar Justin dan Teira mengucapkan selamat pada sahabatnya itu.


Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat dari sahabat Nesya yang dua nya lagi. "Selamat atas kerja kerasmu, nekad kabur lalu pulang. Akhirnya kalian menikah juga." Tutur Aaron bercanda, mengingat keras kepalanya Nesya membuat mereka tertawa.


Sidy dan Teira memeluk Nesya dengan erat, mereka saling meneteskan air mata merasa sedih. Nesya tak lagi bisa bebas diajak liburan sesuka hati. Karena wanita itu kini telah memiliki kehidupan bersama suami nya.


Sementara Aaron dan Justin yang juga ingin memeluk, mengurungkan niat kala Nicko memberikan tatapan tajam yang mampu membungkam mereka.


Sebelumnya mereka sudah saling berpelukan dengan kedua orangtua Nesya maupun orangtua Nicko. Lalu dilanjutkan keluarga yang lain, kemudian kerabat juga rekan bisnis. Dan para sahabat Nesya itu memilih urutan terakhir supaya lebih leluasa katanya.


"Selamat menempuh lembaran baru." Ucap mereka serempak sebelum berlalu untuk menikmati hidangan yang tersedia di sana.


"Siap untuk malam ini?" tanya Nicko berbisik tepat di telinga Nesya.


Membuat semburat merah di pipi Nesya yang putih bersih.


***


"Pada akhirnya pria yang aku cari dan ku tunggu adalah kau." Tutur Nesya berujar pada suaminya itu.


"Memang kau mencari pria seperti apa, Sayang?" tanya Nicko yang nampak penasaran.


"Tak banyak, hanya pria yang mau menerima ku apa adanya. Bukan karena ketertarikan rupa semata atau harta. Aku merasa trauma dengan apa yang dilakukan oleh pria di masa laluku." Jelas Nesya yang masih mengingat apa yang pernah Vero lakukan padanya.


"Tentu saja aku menerima mu tanpa alasan apapun. Tapi bohong sekali jika aku tak tertarik dengan kecantikan yang kau miliki. Namun bukan itu inti penting yang membuat ku jatuh cinta." Ujar Nicko saling bertatapan dengan istrinya itu.


"Lalu karena apa?" tanya Nesya penasaran.


"Karena itu kau, segala sikap dan tindakan mu terhadap ku. Entahlah memberikan ku jatuh cinta seketika. Jika bukan kau pada saat itu yang ku temui, meski dalam tubuh dan wajah yang sama. Kemungkinan aku tak akan kayuh cinta pada mu." Ujar Nicko menjelaskan.


Nesya menggelengkan pelan, merasa apa yang Nicko katakan adalah kebohongan belaka. Apa mungkin bisa seperti itu. Karena Nesya tak begitu yakin dengan hal-hal seperti itu. Tapi baiklah, kita hargai seorang Nicko.


"Baiklah. Kalau aku jatuh cinta padamu karena sifat tegas mu, wibawa mu, dan perjuangan mu dalam menunggu dan menanti ku. Lebih dari itu mungkin benar seperti yang kau katakan. Aku jatuh cinta pada dirimu." Ujar Nesya menimpali.


"Nesya!" Teriakan seseorang itu menganggu keasikan pasangan itu yang tampak saling merayu. Dan hanya decakan yang keluar dari kedua bibir pasangan itu. Merasa kesal pastinya karena merasa terganggu.


Dan muncullah keempat manusia yang akan mengganggu waktu mereka. Sebenarnya Nicko sudah menolak untuk berada di negara yang sama dengan sahabat sahabat Nesya.


Namun Nesya yang kekeh dan memilih tetap ingin bersama-sama sahabat nya. Sebelum mereka benar benar berpisah karena harus kembali ke negara masing-masing.


"Apa kami mengganggu kalian?" tanya Sidy dengan tanpa dosa. Dan hanya dijawabi tatapan malas oleh kedua pengantin baru itu.


"Ada apa kalian kesini?" tanya Nesya.


"Tentu saja mengajak kalian jalan-jalan. Banyak tempat-tempat yang menanti kedatangan kita. Ayolah jangan asik bermesraan saja di dalam ruangan. Akan lebih menantang jika di alam terbuka." Ujar Justin dengan perkataan vulgarnya.


Memang cocok sekali dengan Teira yang suka berpikiran mesum. Wajar saja mereka saling jatuh cinta. Karena ternyata mereka masih satu spesies.


Dan saran dari Justin itu membuat Nicko merasa tertarik. Benar juga, di alam terbuka memang lebih menantang. Hingga akhirnya pria itu bersedia untuk ikut sahabat sahabat Nesya keluar untuk menikmati pemandangan di luar.


***


Tiga bulan berlalu


Nesya tengah duduk terdiam di dalam kamar mandi. Menunggu hasil testpack yang baru saja dirinya gunakan. Hingga selang beberapa menit akhirnya hasil itu keluar. Ekspresi nya belum bisa ditebak.


Namun saat keluar dari pintu, Nicko sudah menyambutnya dengan senyuman manis dan tampannya. "Bagaimana Sayang?" tanya Nicko yang penasaran.


Nesya menatap Nicko lekat kemudian menunjukkan hasilnya dengan tersenyum manis. Tertera di sana garis dua. Nicko segera membawa istrinya itu untuk masuk dalam pelukannya. Tampak mereka saling meneteskan air mata dalam pelukan itu.


Kebahagiaan mereka terasa lengkap setelah segala perjuangan dalam hidup yang mereka hadapi. Merasa sakit, kecewa, dan patah hati.


Namun semuanya kini tergantikan dengan kebahagiaan yang tak terhenti tiada tara. Hanya perlu bersyukur dalam setiap prosesnya. Dan bersabar dalam setiap peluh perjuangan nya.


...-TAMAT-...