
"Jadi yang menghubungi mu tadi adalah sepupu mu?" Tanya Sidy nampak penasaran dengan orang yang memanggil honey pada Aaron.
"Hm, why?" tanya Aaron tak mengerti.
"Tidak. Hanya saja aku berpikir kekasihmu, karena aku sempat mendengar nya memanggilmu honey." Ujar Sidy dengan apa adanya.
Aaron tersenyum jail pada wanita di sampingnya itu. Saat ini mereka memang tengah duduk berdampingan di dalam pesawat. Sementara Nesya bersama Teira. Dan Justin berada di belakang mereka.
"Kau cemburu?" tanya Aaron menatap lekat Sidy.
"Enak saja, memang kau siapa harus aku cemburui." Ujar Sidy dengan ketus.
Wanita itu tampak salah tingkah dengan pertanyaan yang Aaron lontarkan. Apa yang sebenarnya dirinya rasakan sih, apa benar cemburu seperti yang Nesya dan Aaron katakan.
Sementara Nesya tampak terdiam melamun, pikirannya penuh akan prasangka-prasangka negatif yang dirinya takutkan. Bagaimana nanti cara dirinya untuk mempertahankan Nicko di sisinya. Jika saat ini pria itu saja sudah berpaling pada hati yang lain.
Kini Nesya menyesali keputusan nya yang nekad kabur. Harusnya cara yang dirinya pakai untuk menggagalkan pernikahan dadakan itu tak sampai kabur jauh begini. Sekarang dirinya sendiri yang kelabakan karena Nicko memilih orang lain.
Nesya merasa kesal dan geram sebenarnya pada Nicko yang begitu mudahnya berpaling. Namun dirinya menyadari juga salah di sini. Karena nekad kabur begitu lama lagi Pria manapun mungkin akan menyerah.
Namun mengingat Nicko yang katanya menunggu dirinya sampai bertahun-tahun. Nesya merasa seharusnya tak semudah itu bagi Nicko untuk berpaling dari dirinya. Apa perkataan cinta pria itu memang selama ini hanya omong kosong belaka.
Rasanya Nesya ingin membunuh wanita yang ingin merebut Nicko darinya. Kalau perlu Nicko sekalian, supaya pria itu tak bisa lagi dimiliki orang lain. Nesya semakin frustasi dengan segala pemikiran pemikiran nya.
Hingga tak terasa waktu berlalu, akhirnya mereka berlima sampai ke tanah air. Nesya dan keempat temannya segera menuju kediaman Nicholas. Karena mereka akan menginap di sana. Sebab waktu itu tak jadi karena rencana kabur Nesya.
Nesya juga sudah memberitahu kepulangan nya pada kedua orangtua nya. Mereka merasa senang dengan keputusan Nesya yang akhirnya memilih untuk pulang.
Namun mereka sama sekali tak membahas tentang Nicko Sedikitpun. Justru membuat Nesya mejadi semakin khawatir ketakutannya benar terjadi. Sedangkal itukah perasaan Nicko padanya.
"Mama, Papa." Ujar Nesya kemudian memeluk keduanya. Nesya menangis di pelukan kedua orangtua nya itu.
Dan mereka sebagai orangtua mengerti apa yang membuat putri mereka seperti ini. Mereka masih tetap memilih untuk tutup mulut tentang kebenaran nya. Supaya Nesya dapat belajar dan berusaha menyelesaikan masalah nya sendiri.
"Kalian istirahat di kamar ya." Ujar Mama kepada sahabat-sahabat Nesya.
Mama pahama pasti mereka merasa lelah dan tentu saja letih. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam tentu saja menguras tenaga dan energi.
Sementara Mama dan Papa membawa Nesya untuk berbicara serius di ruang kerja Papa. Mereka akan membiarkan putri nya itu berusaha sendiri kali ini. Karena semua kekacauan ini memang Nesya yang menciptakan.
"Apa semua kabar dan berita itu benar Pa, Ma?" tanya Nesya setelah mereka duduk di tempat masing-masing.
Papa dan Mama saling pandang mendengar pertanyaan dari putri nya. Hingga Papa memutuskan untuk menjawab pertanyaan putri nya itu.
"Benar tidaknya, hanya bisa kamu ketahui kalau sudah bertemu langsung dengan Nicko, Sya." Ujar Papa dengan tenang.
"Jadi kabar itu belum tentu benar, maksud Papa?" tanya Nesya tampak berbinar. Tampak Nesya menemukan secercah harapan pada perasaan nya.
Dan jawaban itu membuat Nesya seketika lemas kembali. Rupanya berita itu belum tentu salah juga. Nesya menjadi khawatir dan takut lagi pada kemungkinan yang akan terjadi.
"Sayang, sebaiknya kamu temui Nicko dan meminta maaf pada nya. Sepertinya dia benar benar kecewa setelah kepergian kamu ke LN." Tutur Mama memberikan saran pada putrinya itu.
Nesya berpikir sejenak, sebenarnya mungkin sebaiknya hal itu yang seharusnya Nesya lakukan. Namun gengsi nya begitu tinggi, membuat Nesya ragu untuk melakukan nya.
"Kau mungkin akan kehilangan Nicko selamanya, Sya. Jika tak mengakui kesalahan mu dan tetap pada egomu." Tutur Papa kemudian beranjak dari hadapan Nesya bersama Mama. Diakhiri dengan usapan lembut di pucuk kepala putrinya itu.
"Dan istirahatlah, Sayang. Kamu pasti lelah." Ujar Mama menimpali.
Nesya masih duduk diam di sana. Memikirkan apa yang harus dirinya lakukan besok. Apa harus menuruti perkataan kedua orangtua nya? Nesya benar benar merasa bingung.
***
Sementara di kediaman Brown, Nicko sedang berhadapan dengan kedua orangtua nya juga kedua saudara nya. Mereka hanya tengah berkumpul bersama saja untuk menguatkan rasa kebersamaan mereka.
"Wanita mu sudah kembali, apa kau tak ingin kembali menangkapnya?" tanya Nathan dengan mulut lemesnya.
"Ya, apa kau tak ingin melakukan sesuatu padanya?" Tanya Noah yang ikut menimpali perkataan adik nya itu.
"Ck bisakah kalian diam. Aku hanya ingin sedang menguji nya. Dan rencanaku berhasil. Dia masuk dalam perangkap ku." Ucap Nicko dengan menyeringai.
Sebenarnya semua berita yang sedang booming memang benar ada nya. Namun sejati nya bukan dirinya yang dekat dengan Stella Willian, melainkan Noah. Dan acara yang diadakan kemarin juga sekaligus acara pertunangan mereka.
Dan Nicko sengaja meminta berita yang dimunculkan menyorot pada video dirinya, karena untuk memancing kepulangan Nesya.
Sudah sebulan lamanya Nicko memberikan kebebasan pada Nesya. Sudah waktunya wanita nya itu pulang dan kembali dalam pelukan nya.
Maka dari itu Nicko membuat jebakan itu supaya Nesya segera pulang. Dan kalaupun Nesya tak terpengaruh oleh jebakan itu, maka Nicko sendiri yang akan menyusul wanita nya itu untuk dibawa pulang.
Sebenarnya untuk melihat pula bagaimana perasaan Nesya padanya. Kalaupun rupanya tak ada atau belum ada rasa untuk dirinya. Nicko tak perduli asalkan Nesya tetap menjadi miliknya. Nicko tak akan pernah melepaskan Nesya sekejap pun.
Dan kini wanita nya pulang dengan jebakan itu. Berarti Nesya memang sudah memiliki perasaan padanya. Mengetahui fakta itu membuat Nicko merasa senang sekaligus bahagia.
"Apa Mami sudah selesai mempersiapkan semuanya?" tanya Nicko pada Maminya.
"Tentu saja, Mami selalu bisa diandalkan." Jawab Mami dengan pongahnya.
Sementara Tuan Brown hanya mampu terkekeh dengan tingkah anak dan istrinya. Dirinya turut merasa senang dengan keadaan yang ada. Karena sebentar lagi kedua putranya akan segera menikah. Mereka telah menemukan pasangan masing masing.
"Nathan juga ingin menikah dengan pacar Nathan." Rengek lelaki remaja itu dengan wajah mengiba.
Dan sontak mendapatkan tatapan tajam dari Tuan Brown dan tawa oleh kedua kakaknya.
Next .......