
"Hei kau ini mengalihkan pembicaraan bukan? Supaya aku tak jadi menginterogasi mu tentang Tuan Nicko." Tuduh Teira yang nampak menatap tajam Nesya.
Padahal Nesya tak ada niatan seperti itu. Karena dirinya real ingin membantu Teira meraih mimpinya. "Astaga, kau ini menuduh sembarangan." Jawab Nesya berujar kesal.
"Ya baiklah, kalau begitu cepat ceritakan semuanya." Titah Teira tak sabar.
"Kau ini tak sabaran sekali."
"Emm btw kita jalan-jalan sepertinya akan seru. Aku penat setiap hari kerja. Mari kita keluar, aku ingin membeli sesuatu juga." Ujar Nesya tiba-tiba rindu jalan-jalan.
Selama ini memang dirinya setiap sepekan sekali akan pergi keluar. Kemanapun itu, entah ke luar untuk belanja atau keluar melihat keindahan alam.
"Hei kau lagi-lagi mengalihkan pembicaraan. Aku menjadi curiga dengan hubungan mu dan Tuan Nicko." Ujar Teira menatap Nesya menyelidik.
"Enak saja kau. Aku tak mengalihkan pembicaraan, aku memang ingin jalan-jalan. Jika kau tak mau, aku akan pergi sendiri." Jawab Nesya tak terima kembali dituduh.
"Pergilah sendiri, karena aku sudah ada janji dengan kekasihku." Ucap Teira.
"Coba ceritakan sekarang, sebelum aku memaksamu." Ancam Teira semakin tak sabar. Merasa temannya itu sejak tadi hanya mengalihkan pembicaraan dan mengulur waktu.
"Baiklah baiklah." Putus Nesya akhirnya.
Hingga Nesya menceritakan semuanya tanpa tersisa. Dan Teira hanya mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti. Wanita itu tampak mendengarkan dengan begitu lekat, berusaha tak ada yang terlewat.
"Kau benar-benar, bagaimana mungkin kalian membohongi ibunya Tuan Nicko? Apa kau tak takut dipecat bila ketahuan?" Tanya Teira tak menyangka.
"Justru aku akan dipecat Nicko, jika tak melakukan perintahnya." Jawab Nesya putus asa.
"Wah bahkan kau sudah memanggil nya dengan nama. Kau hebat sekali." Tutur Teira entah pujian atau sindiran.
"Ck dia yang memintaku memanggil seperti itu. Jangan salah paham padaku." Ujar Nesya tak terima.
"Siapa yang salah paham? Tak mungkin juga Tuan Nicko mau denganmu, sedangkan Nona Karnia begitu cantik." Ujar Teira berkata jujur. Tak ada niatan menyinggung Nesya, hanya keceplosan bicara.
"Emm maaf Sya, aku tak bermaksud bicara seperti itu." Ujar Teira penuh sesal.
"It's ok, tak perlu khawatir. Aku juga sadar diri Ra, Tuan Nicko juga sudah memiliki wanita yang dia cintai." Ujar Nesya menanggapi.
"Itu semuanya juga sudah tahu. Nona Karnia yang dicintai Tuan Nicko, bahkan mereka sudah menjalin hubungan selama lima tahun." Ucap Teira.
"Kau salah Ra, bukan Nona Karnia. Tapi ada seorang wanita, apa kau ingat wanita yang sedang Tuan Nicko cari?" tanya Nesya.
"Iya aku ingat." Jawab Teira.
"Wanita itu yang sebenarnya dicintai oleh Tuan Nicko. Bukan Nona Karnia." Ujar Nesya menjelaskan.
"What? Benarkah?" Teira terkejut mendengar fakta itu.
"Mengapa kau tidak tahu? Bukannya selama ini kau juga diminta untuk mencari?" tanya Nesya.
"Tidak, Tuan Nicko selama ini tak pernah menganggap Nona Karnia sebagai kekasihnya. Karena hubungan mereka pun Ibu Tuan Nicko yang merencanakan." Jelas Nesya.
"Tapi tetap saja, Tuan Nicko tega pada Nona Karnia." Ujar Teira yang merasa sedih.
"Kau salah. Nona Karnia bahkan sudah mengkhianati Tuan Nicko sebelum Tuan Nicko bertemu dengan wanita itu." Ujar Nesya yang telah mendapatkan semua jawaban atas teka-teki hubungan Nicko, Karnia, dan dirinya.
Karena dari cerita yang Mami sampaikan padanya. Karnia menjalin hubungan dengan pria lain, saat Nicko baru pertama kali bertemu dengannya. Itu tepat saat dirinya putus dengan Vero.
Dan yang lebih mencengangkan lagi untuknya, rupanya kekasih gelap dari Karnia adalah mantan kekasihnya dulu. Ya, Vero adalah pria yang membuat Karnia mengkhianati Nicko.
Entahlah Nesya juga tak begitu paham dengan jalan pikiran Vero. Apa masih dengan sifat yang sama hanya ingin memanfaatkan wanita atau memang tulus pada Karnia.
"Astaga, aku tak menyangka Nona Karnia akan berbuat seperti itu. Padahal Tuan Nicko sudah sempurna begitu. Apa yang yang membuatnya bisa berpaling?" Teira nampak masih tak percaya dengan fakta-fakta baru yang dirinya dengar.
"Setia atau tidaknya seseorang itu, kadang tidak melihat bagaimana pasangannya Ra. Biasanya melihat bagaimana karakter orang itu sendiri." Tutur Nesya menjelaskan.
"Hem sepertinya memang begitu. Kau nampak berpengalaman saja." Ejek Teira dengan bercanda.
"Kau pikir harus punya pengalaman untuk tahu? Cukup pengalaman orang lain saja untuk menjadi pembelajaran, tak harus kita sendiri yang mengalaminya bukan?" Ujar Nesya lagi.
"Ya kau benar. Sepertinya Tuan Nicko begitu mencintai wanita itu. Sampai tak bisa membuka hati untuk orang lain, padahal wanita itu belum diketahui keberadaannya." Ujar Teira membahas Nicko lagi.
"Sepertinya memang begitu, tapi kita juga tidak tahu. Itu cinta atau hanya sebuah obsesi semata." Jawab Nesya yang tampak kurang begitu yakin, jika Nicko mencintai dirinya.
Karena selama ini mereka hanya bertemu berpapasan saja, tidak saling mengenal dengan baik. Lalu darimana Nicko bisa mengatakan bahwa mencintai Nesya. Karena hal itu sepertinya mustahil untuk terjadi.
Maka dari itu Nesya berpikir Nicko hanyalah terobsesi padanya bukan benar-benar jatuh cinta. Nesya juga tak berharap Nicko mencintainya, karena dirinya juga tak menyukai atasannya itu.
Nesya akui Nicko memang tampan, juga begitu memiliki tampang sempurna seperti apa yang kata Teira Namun semua itu bukan berarti membuat Nesya seketika menyukai Nicko. Karena Nesya juga tak tergiur dengan hal-hal seperti itu.
Nesya mencari orang yang tulus mencintai dirinya apa adanya. Bukan yang menginginkan dirinya seperti apa yang terjadi pada Vero dahulu. Nesya sedikit banyaknya merasa trauma dengan hal-hal seperti itu.
Hingga kini Ia bertekad untuk menemukan yang tulus padanya, tak melihat wajahnya, kekayaannya, atau pun dari keluarganya. Hanya melihat ketulusan hati dan memang mencintai dirinya.
"Mengapa kau berpikir seperti itu? Seolah kau adalah wanita itu. Atau jangan-jangan kau cemburu ya dengan Tuan Nicko?" tanya Teira menggoda Nesya.
"Hei mana ada. Aku tak menyukainya, untuk apa cemburu padanya. Lebih baik kita bahas hal lain saja, karena membahas hal itu tak ada untungnya untuk kita." Ujar Nesya yang bosan membahas Nicko terus.
"Ya baiklah-baiklah, kita bahas yang lain kalau begitu." Tutur Teira membenarkan.
...*******...
Sementara di lain tempat, Karnia sedang mengamuk tak terima di rumahnya. Kala dirinya mendengar tentang makan malam yang diadakan oleh Mami dengan mengundang Nesya. Sekretaris culun kekasihnya itu.
"Sial, wanita itu benar-benar menganggu ketenangan ku." Umpatnya marah.
Next .......