GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Tugas Pengganti



"Tugas yang kemarin ku katakan, kau dengarkan dengan baik-baik." Titah Nicko pada Nesya.


"Baiklah Tuan." Jawab Nesya dengan patuh.


Baguslah jika tugas itu digantikan. Karena dirinya jujur saja merasa bingung dalam menjalankannya. Bagaimana cara dirinya mengelabui atasannya jika saja orang yang akan dicarinya adalah dirinya sendiri.


"Kau harus mau membantu ku untuk bersandiwara di depan ibuku. Karena nanti aku akan mengenalkan mu sebagai kekasih ku. Sekaligus wanita yang ku cintai." Jelas Nicko pada Nesya.


Nesya tercengang mendengar tugas yang akan dirinya lakukan. Sepertinya setelah memutuskan untuk hidup dengan kepura-puraan. Dirinya juga akan terus terlibat dengan hal-hal yang berbau sandiwara.


Namun mengingat Nicko memiliki kekasih, apa tak salah pria itu mengenalkan dirinya. Apalagi dengan penampilan nya yang tak meyakinkan seperti ini. Bukankah akan membuat ibu dari atasannya itu merasa ilfil.


"Tuan bukankah sudah ada Nona Karnia? Apa tidak akan ada masalah nantinya jika Tuan melakukan sandiwara ini?" tanya Nesya yang tak ingin kembali menjadi bahan amukan kekasih atasannya itu.


Apalagi mereka akan berbohong pada seorang ibu, membuat Nesya merasa takut sebenarnya.


Nicko yang mendengar perkataan Nesya menjadi kesal. "Ck baiknya ku jelaskan dengan detail." Ucap Nicko memutuskan. Supaya nantinya Nesya tak lagi banyak bertanya padanya.


"Kau ingat pada wanita yang aku perintahkan untuk kau cari?" tanya Nicko yang di angguki oleh Nesya. "Seharusnya wanita itu yang akan aku kenalkan pada ibuku, sebagai wanita yang ku cintai. Tapi karena sampai saat ini aku belum menemukannya, maka kau harus membantuku." Lanjut Nicko menjelaskan.


"Satu lagi, aku merasa tak memiliki hubungan dengan Karnia. Jadi jangan terus mengungkitnya." Tegas Nicko memperingati Nesya.


Rasanya Nicko muak kala mendengar orang membahas soal Karnia. Sudah cukup selama lima tahun ini hidupnya tak tenang karena wanita itu.


Karena kini Nicko akan benar-benar memperjuangkan wanita yang dicintainya. Karena sang ibu pun sudah memberikan restu padanya.


Nesya terdiam mencerna semua yang Nicko katakan. Sebegitu terobsesi kah Nicko padanya, sampai begitu ingin membawanya ke hadapan ibunya.


Nesya menjadi takut bila sampai penyamaran yang saat ini Ia lakukan akan terbongkar oleh Nicko. Bisa berantakan semua rencana-rencananya.


Nesya juga menjadi bertanya-tanya seperti apa hubungan Nicko dan kekasihnya itu. Karena yang dirinya lihat, Karnia sepertinya begitu menginginkan Nicko. Namun tidak berlaku sebaliknya.


Entahlah, Nesya tak ingin dibuat pusing oleh urusan hidup orang lain. Dirinya hanya ingin fokus pada kehidupannya saja yang juga berliku-liku.


"Tuan bagaimana jika saya menolak tugas ini?" tanya Nesya setelah lama berpikir. Karena dirasa membohongi orangtua sepertinya bukan pilihan yang tepat. Terkesan begitu menantang adrenalin. Apalagi sandiwaranya nanti akan dua lapis atau dua samaran.


Seketika Nicko menatap tajam Nesya kala mendengar pertanyaan sekretarisnya yang nampak seperti menantang dirinya itu. Tatapan yang membuat Nesya seketika menundukkan pandangannya.


"Kenapa tatapannya begitu menakutkan." Gumam Nesya dalam hati.


"Jika kau keberatan dengan tugas yang ku berikan. Silakan angkat kaki dari perusahaan ini." Ancam Nicko berusaha untuk membuat Nesya takut.


Namun Nesya merasa tak takut sama sekali bila dipecat dari perusahaan ini. Namun rasanya untuk mencari perusahaan lain lagi terasa malas. Apalagi saat ini dirinya sudah memiliki teman baik, Teira.


Jika pindah perusahaan, meski tetap bisa bertemu Teira. Namun rasanya akan berbeda jika mereka berbeda tempat kerja. Nesya menjadi bimbang sendiri dengan keputusan yang harus dirinya ambil.


"Hm bagus. Kau memang tak bisa mengatakan tidak. Dan aku rasa memang Ibuku hanya ingin melihatmu sekali saja." Ujar Nicko meyakinkan.


Karena Nicko akan memastikan jika Ibunya meminta bertemu dengan wanita yang dirinya cintai. Kedepannya Nicko harus sudah membawa wanitanya yang asli. Dan dalam waktu dekat ini memang harus segera Ia temukan.


...*******...


Sementara di lain tempat, Nathan terlihat tampak membujuk pacarnya supaya tak meminta putus.


"Nat, benar apa yang Mami kamu bilang. Lebih baik kita fokus sekolah dulu sekarang. Nanti kalau sudah saatnya, kita bisa pacaran lagi." Jelas gadis yang menjadi pacar Nathan.


Nathan tak terima jika acarnya mengajak putus. Karena toh mereka sudah kelas XII, jadi sebentar lagi akan ke jenjang kuliah. Dan itu hanya hitungan bulan saja. Jadi Nathan tak mau jika mereka sampai putus.


Apalagi sudah ada yang mengincar pacarnya itu untuk diincar. Tentu hal itu membuat Nathan semakin takut akan kehilangan pacarnya itu. Entah mengapa Nathan sama sekali tak mau ditinggalkan pacarnya yang kali ini.


Padahal selama ini dirinya akan langsung putus dan mencari pacar baru. Jika sudah ketahuan kedua orangtuanya. Namun saat bersama gadis di depannya itu. Nathan sama sekali tak ada niatan putus apalagi mencari yang baru.


"Viola, dengerin aku. Kak Nicko yang akan ngebantuin hubungan kita. Jadi stop khawatir oke. Aku gak mau lepasin kamu, pasti Farel akan langsung deketin kamu." Ujar Nathan dengan penuh penekanan. Supaya pacarnya itu mau memahami dirinya yang tak mau putus.


"Aku tunggu kabar baiknya Nat. Kalau memang harus tetap putus, aku janji gak akan sama yang lain. Aku bakal nungguin kamu." Tutur Viola yang memang juga tak ingin kehilangan Nathan.


Namun keinginan kedua orangtua Nathan tak ada yang salah. Memang seusia mereka harusnya cukup fokus pada pendidikan saja terlebih dahulu. Supaya bisa membuat bangga kedua orangtuanya. Juga bisa membawa kemajuan untuk bangsa dan negara.


Nathan merasa bahagia mendengar perkataan sang pacar. Hatinya terasa hangat. "Makasih karena mau nungguin aku." Ujar Nathan tulus yang ditanggapi Viola dengan senyuman.


Setelah selesai membahas hubungan mereka, Nicko saat ini memperlihatkan wajah murungnya. Dan hal itu membuat Viola merasa heran sekaligus penasaran.


"Kamu kenapa Nat?" tanya Viola.


Nathan menghela nafasnya berat. "Kak Nicko minta bantuan aku buat nyari orang. Itu buat syarat supaya mau bantuin kita." Jujurnya pada Viola.


"Bukankah hal yang mudah untuk nyari seseorang? Itu keahlian kamu Nat." Tutur Viola merasa tak paham.


"Ini berbeda Vio, karena yang harus aku cari salah satu keturunan seseorang yang berkuasa ternyata." Jelas Nathan.


Dan hal itu baru Ia tahu pagi tadi, saat Nicko mengirim data seseorang yang dirinya cari. Bukan hal mudah untuk menemukan wanita yang kakaknya cari itu. Bisa saja taruhannya adalah nyawa, jika sampai ketahuan.


Karena semua orang tau bagaimana keluarga Nicolas yang begitu ganas. Tak mengenal ampun pada orang-orang yang mengusik mereka.


Meski nilai kekayaan keluarganya lebih jika dibanding Nicolas. Namun Nicolas memang lebih ganas dibanding Brown. Dan hal itu membuat Nathan merasa sedikit takut.


"Benarkah? Siapa?" tanya Viola penasaran.


"Nicolas." Jawab Nathan singkat.